Skip to main content

#somegoodvibes: Penghapus Sunyi Bersama Olive & Joe





foto oleh Meno Latuny, lokasi di Kafe Cindy's, Salatiga.



Penghapus Sunyi Bersama Olive & Joe akan dirayakan, Rabu, 7 Maret 2018 di halaman belakang Kafe Cindy's, Salatiga, yang hijau dan semilir. Olive & Joe hanya akan mengundang teman-teman terdekat mereka untuk menghadiri perayaan ini, dan mereka berdua akan bernyanyi dengan intim sekaligus berbagi kisah mereka. Simak wawancara Molucca Project bersama Olive & Joe jelang acara di bawah ini:

Hai Olive & Joe, bagaimana sih rasanya jelang konser kecil Penghapus Sunyi?

Joe: Pengalaman pertama kami mengadakan konser ini, jadi ada deg-degan sedikit, bahagia juga sedikit, jadi rasanya netral. Hehehe.

Olive: Sama sih, tapi lebih ke deg-degan, soalnya pengalaman pertama, dan ini genre yang berbeda dari apa yang biasanya saya nyanyikan, jadi cukup menantang juga sih. 

Rencananya ada berapa lagu sih yang akan dibawakan di Penghapus Sunyi ini?

Joe: Rencananya kami bawakan tujuh lagu dan semuanya diciptakan sendiri. 

Terus, dari lagu-lagu itu, adakah lagu berlogat Ambon yang akan dibawakan?

Joe: Ada. Lagu pembuka yang akan dibawakan itu lagu Ambon, judulnya Cinta Tetap Satu. 

O ya, padahal lagu ini (Cinta Tetap Satu-red) katanya sudah booming duluan (sering diputar di angkot-angkot) di daerah Ambon dan sekitarnya, tapi bahkan banyak yang tidak tahu kalau yang mencipta lagu itu adalah kamu ya, Joe, gimana rasanya nih?

Joe: Pas tahu bahwa banyak orang yang terima lagu itu, rasanya bahagia, nggak disangka-sangka kok banyak yang tertarik dan banyak yang bilang bagus. Padahal itu lirik yang sepintas datang kepada saya, yang kemudian ditulis menjadi lagu, tapi kok banyak orang yang suka, rasanya bahagia, walaupun saya tidak dikenal. Ehehehe. Bagi saya pribadi, yang penting pesannya sampai, mau orang kenal saya atau tidak, yang penting itu. Tapi ada juga rasa takut, orang ngaku-ngaku lagu itu miliknya, hehe. Tapi di sisi lain, itu membuat saya menantang diri saya lebih, bahwa saya harus berkarya lagi, bikin lagu lagi.

Acara Penghapus Sunyi Bersama Olive & Joe dicetuskan hanya sekitar dua minggu yang lalu, bagaimana sih persiapan dan proses latihan kalian menuju acara ini?

Olive: Ada sedikit kendala dalam proses latihan, karena kesehatan saya sedikit terganggu, tapi saya perlu istirahat saja. Tapi nanti sebelum acara, akan latihan mengingat lagu-lagu, dan bagian-bagian kembali. Apalagi lagu lama kayak Cinta Tetap Satu, agak-agak lupa, jadi harus diingat lagi.

Bagaimana nih, mengenai tanggapan dari teman-teman yang lihat poster atau yang nonton video teaser (yang diposting di media sosial)?

Olive: Teman-teman sangat bersemangat. Bahkan banyak yang sudah tidak sabar untuk datang ke acaranya, mereka suka bertanya: kapan acaranya? padahal itu bukan teman-teman yang nantinya diundang, hehehe. Tapi senang karena banyak orang yang kasih perhatian untuk acara ini. Bahkan yang diundang untuk datang ke acara ini pun ikut bersemangat. 

Joe: Kalau saya, banyak teman-teman yang juga kaget, yang bercanda dan bilang, "Ciee, artis!" Hehehe, tapi saya rasa itu bentuk perhatian mereka terhadap saya dan Olive. Dan jika ada dukungan seperti itu, maka saya sangat berterima kasih terhadap teman-teman. Rasa didukung itu yang bikin saya dan Olive senang.

Ada rencana untuk bikin album?

Joe: Ada pikiran ke situ, memang sudah lama. Kami pernah ke studio di Salatiga untuk bertanya-tanya soal rekaman, dan saya tidak mau mengatakan bahwa kuliah itu adalah kendala, kuliah itu hal wajib. Ada saatnya untuk bikin album, tapi saat ini kami rencanakan untuk meluncurkan single dulu. Dan untuk single rencananya sebagai kejutan. Tunggu saja, ya. 

Penghapus Sunyi menurut Olive & Joe itu seperti apa sih?

Joe: Penghapus Sunyi itu seperti yang sudah dibahas kemarin-kemarin, kalau bagi saya pribadi itu, hangat sekali. Kesederhanaan dan kehangatan yang berjalan berbarengan. Penghapus Sunyi, acara ini sekali lagi merupakan sesuatu yang hangat, dan dapat menyanyikan lagu kepada teman-teman dekat, itu merupakan hal yang paling 'wah' bagi kami.

Olive: Hampir sama sih. Tapi kalau saya sih, Penghapus Sunyi, ini merupakan ikatan dengan teman-teman dekat, kita mau berbagi kepada teman-teman dekat bahwa ini adalah kisah kami. Dan pengin bawa teman-teman dekat masuk ke dalam dunia kami. Dan segala sesuatu, kami lakukan juga dalam berdoa dan bergumul, dengan harapan ini dapat berbuah sebagai sebuah kehangatan untuk teman-teman. 

Joe: Harapan kami, acara ini dapat saling menghapus kesunyian, kalau konteksnya saya dan Olive, ya, urusan cinta. Tapi jika diartikan secara luas, Penghapus Sunyi dapat membawa pesan yang baik kepada teman-teman.

Bagi Olive & Joe, Penghapus Sunyi secara 'Universal' itu apa atau siapa?

Joe: Mama. Karena sentuhan Mama selalu beda di waktu-waktu tertentu. Kehadiran Mama tetap membawa sebuah emosi yang berbeda. Mama bagi saya adalah segalanya.

Olive: Mama, karena apa-apa saja itu pasti Mama. Mau dari terima laporan pendidikan, mau sakit, mau sekolah, mau nyanyi, ya, Mama yang selalu mendampingi. 








  

Comments

Popular posts from this blog

MANUMATA Dekat di Mata Tinggal di Hati

Manumata, artinya satu atap atau berasal dari satu mata rumah. “Karena katong samua basudara.” Filosofi inilah yang menjaga Manumata sebagai sebuah grup hip-hop  dan berhasil membawa mereka tinggal di hati banyak orang.

Pertama kali saya melihat Manumata tampil di panggung pada tahun 2015, dalam sebuah acara yang digelar di Pattimura Park. Karena mereka tinggal dan berasal dari ‘satu atap’ yang sama, Manumata lekas menarik perhatian saya dengan kekompakan mereka ketika di panggung.

Pada suatu petang, saya berkesempatan mengunjungi basecamp Manumata di kawasan Air Putri-Ambon untuk mengobrol dengan empat anak keren ini. Manumata yang terdiri dari Friti Putreisya Riry (Uthe, 13 tahun), Johanes Philipus Eurilwen Petrusz (Jho, 13 tahun), Everd Arnold Riry (Ever, 15 tahun), dan Oscar Imanuel Lena (Oscar, 12 tahun), selalu mampu mengambil hati penonton dari atas panggung. Bukan hanya muda, lincah, mereka juga energik dan penuh percaya diri.

Ternyata keluwesan mereka di atas panggung sudah terb…

Tunjukkan Apa yang Kita Cintai Dari Atas Panggung

GRIZZLY CLUIVERT NAHUSULY mulai menyayangi Hip Hop sejak ia masih duduk di kelas tiga SMP. Di tengah-tengah pencarian jati dirinya, Icy, begitu ia disapa, menemukan Hip Hop. Ia merasa tidak hanya menemukan apa yang selama ini ia gemari, ia justru menemukan dirinya sendiri.
"Saya sempat gabung di dalam paduan suara, dan kemudian saya temukan satu warna, yang rasanya saya banget, karena musiknya tidak terlalu mengandalkan suara yang merdu. Akhir 2010, saya tertarik, dan mulai mengikuti sebuah lomba namanya, BKKBN rap contest." Icy memulai ceritanya pada satu petang yang syahdu sambil menyeruput kopi hitam.
Dengan bekal binaan Hanny Wattimena (Hanny, seorang musisi Hip Hop 90-an), Hanny mendedikasikan waktunya untuk mengajar vokal, penguasaan panggung, dan bagaimana berinteraksi di panggung.
"Jam latihan kami waktu itu, biasanya jam 9 malam ke atas. Sejak saat itulah kecintaan saya terhadap Hip Hop mulai menjadi-jadi. Saya merasa bisa berekspresi dengan sesuatu yang membua…

Beberapa Spot Favorit Lainnya di Pusat Kota Ambon: Silakan Jalan Kaki Atau Naik Becak

Kota Ambon dengan jalan-jalan utamanya, masih bisa dijangkau dengan jalan kaki. Masih ramah, mengingat pusat kotanya yang tidak terlalu luas. Atau alternatif lainnya adalah menggunakan becak. Becak di Kota Ambon, relatif masih sangat terjangkau. Dari harga 5000 rupiah hingga 20.000 ribu rupiah. Semuanya kembali kepada jarak tempuh. 
Jalan utama Ay. Patty adalah salah satu jalan utama yang asik untuk dipakai jalan kaki dari ujung satu ke ujung lainnya. Berbagai toko berderet di sepanjang jalan ini. Ada sebuah Kafe bernama D'Street yang menjadi alternatif tempat nongkrong sambil ber-wifi-an dan minum kopi sore. 
Beberapa toko di jalan Ay. Patty ini memang terbakar ketika konflik Maluku yang lalu, tetapi kini sudah dibangun kembali dan ditata dengan apik. Ingatan saya kembali ke tahun 90-an ketika itu Bakso di Puskud (salah satu bangunan yang ada di Jl. Ay. Patty, kini bentuk bangunannya masih ada, tetapi sudah beralih fungsi) masih menjadi salah satu yang favorit. 
Di jalan Ay. Patty j…