Skip to main content

Salatiga dan Penghapus Sunyi: Segera!








Penghapus Sunyi adalah sebuah kesederhanaan yang mampir, menghantui, dan  menjadi kawan bagi malam-malammu yang sepi. Ia hadir melalui petikan  gitar dan alunan nada-nada yang mengalir renyah dari duo kekasih asal  Maluku, Olivia Isabela Tuhumena dan Johannes Latuny. Pada suatu petang,  ketika pendar-pendar cahaya matahari berjatuhan di sela dedaunan,  Johannes yang akrab disapa Joe bercerita, "Lagu ini saya tulis ketika  sedang long distance relationship. Coba bayangkan saja, kita kehilangan  seseorang yang bisa diajak ngomong apa saja, orang yang paling nyambung  di dalam kehidupan kita." Ia bercerita dengan binar di matanya yang tak  mampu ia sembunyikan. Sementara Olive, kekasihnya, duduk di sampingnya  dengan senyum yang tak kalah merekah.

Kiprah Joe dan Olive dalam bermusik memang sudah tidak diragukan lagi.  Hingga kini mereka masih tergabung dalam Kurang Kerjaan Project, sebuah  Band yang dibentuk di Salatiga bersama empat kawan yang lain. Bersama  Kurang Kerjaan Project, ada beberapa lagu yang telah mereka garap dengan  serius seperti, Hijauku Pergi, Juwita, Hujan, yang kemudian diluncurkan  melalui soundcloud. Joe sendiri bermain gitar dan berkontribusi untuk  mencipta lagu-lagu yang dinyanyikan. Sementara Olive sudah aktif  menyanyi sejak remaja, kemudian ketika kuliah, ia terlibat dengan Vocal  Group Lentera Kasih asuhan civitas Universitas Kristen Satya Wacana.

Penghapus Sunyi bersama Olive dan Joe akan menemani petang harimu yang  sejuk dan berangin di kota Salatiga. Mereka akan membawakan secara  'live' lagu-lagu ciptaan mereka sendiri dan berbagi cerita tentang  keyakinan-keyakinan kecil yang mereka pelihara. Dengan sebuah harap,  kehadiran mereka dapat menjadi Penghapus Sunyi yang melekat di hati  kita.

Segera!

(foto oleh Meno Calvin Latuny)

Comments

Popular posts from this blog

Kegelisahan: musisi dan penikmat musik

Saya pernah menulis sebuah lirik berjudul “Tetanggaku Pergi ke Kota” yang kemudian dinyanyikan oleh Tetangga Pak Gesang, duo musisi indie yang berasal dari Bandung. Mereka adalah Arum Dayu dan Meicy Sitorus, yang aslinya adalah penggiat foto dan dua teman baik saya.  Sampai saat ini, album mereka sementara dikerjakan secara gerilya. Memang belum ada hasil yang bisa didengarkan secara fisik, baik itu berupa CD, kaset, maupun vinyl yang sedang menjamur akhir-akhir ini. Tetapi lagu-lagu mereka dapat didengarkan di soundcloud.  Produktivitas meng-aransemen lagu-lagu lama dan mencipta lagu-lagu baru, kemudian diakui oleh beberapa musisi besar seperti Slank dan Efek Rumah Kaca. Yang pada akhirnya mengajak mereka untuk berkolaborasi di satu panggung.  Yang ingin saya bahas di sini adalah bukan secara spesifik menyangkut Tetangga Pak Gesang tetapi sepenggal lirik yang saya tulis di dalam lagu Tetanggaku Pergi ke Kota:  kita tak perlu ke kota, kita kan membuat kot

Tunjukkan Apa yang Kita Cintai Dari Atas Panggung

GRIZZLY CLUIVERT NAHUSULY mulai menyayangi Hip Hop sejak ia masih duduk di kelas tiga SMP. Di tengah-tengah pencarian jati dirinya, Icy, begitu ia disapa, menemukan Hip Hop. Ia merasa tidak hanya menemukan apa yang selama ini ia gemari, ia justru menemukan dirinya sendiri. "Saya sempat gabung di dalam paduan suara, dan kemudian saya temukan satu warna, yang rasanya saya banget , karena musiknya tidak terlalu mengandalkan suara yang merdu. Akhir 2010, saya tertarik, dan mulai mengikuti sebuah lomba namanya, BKKBN rap contest ." Icy memulai ceritanya pada satu petang yang syahdu sambil menyeruput kopi hitam. Dengan bekal binaan Hanny Wattimena (Hanny, seorang musisi Hip Hop 90-an), Hanny mendedikasikan waktunya untuk mengajar vokal, penguasaan panggung, dan bagaimana berinteraksi di panggung. "Jam latihan kami waktu itu, biasanya jam 9 malam ke atas. Sejak saat itulah kecintaan saya terhadap Hip Hop mulai menjadi-jadi. Saya merasa bisa berekspresi

Rocky Tahapary : Jang Tunggu Beso!

Apa sih sebenarnya yang jadi passion kamu?  Passion saya tentunya di dunia musik dan photography. Menurut kamu penting nggak sih jika anak muda harus punya passion? Passion itu menurut saya diibaratkan dengan penjiwaan artinya sesuatu yang kita lakukan tanpa adanya paksaan atau tekanan melainkan sesuatu yang dilakukan dengan kesenangan dengan jiwa dengan rasa memiliki yang tinggi. Passion tidak datang dari orang lain namun passion datang dari dalam diri masing - masing pribadi,  dengan demikian menurut saya, passion sangatlah penting untuk anak muda, karena tentu ketika mereka telah mengetahui passion mereka dan dilakukan secara konsisten dan professional maka tentu hasil yang di dapat pun akan sangat sangat sangat maksimal.  Kamu memotret, ceritakan soal memotret, biasanya objek apa yang paling menarik, lalu pernah berkolaborasi dengan siapa saja, dan karya foto kamu pernah dimuat dimana saja?  Yes memotret sudah menjadi profesi saya. Sedikit tentang kis