Skip to main content

Michael Pelupessy: "beta harus serius di dunia nyanyi, kalau seng serius seng bisa hidup."




foto oleh @sjzndrcz



Michael Pelupessy, vokalis pentolan dari SOFTEAST Band asal Maluku, yang kemarin sempat meramaikan ajang kompetisi Indonesian Idol di Jakarta. Namun sayang Michael dengan warna suara yang cukup unik tersebut tidak berhasil menuntaskan perjuangan di ajang kompetisi tersebut dan harus pulang. Tapi kiprah Michael tidak hanya sampai di situ, sekembalinya ia ke Ambon, ia sedang mempersiapkan single pertamanya dan jika diberikan kemudahan oleh semesta, sebuah album akan dirampungkannya. Berikut adalah percakapan singkat Molucca Project dengan Michael Pelupessy, silakan disimak ya:

Ceritakan bagaimana sampai bisa dapat silver ticket Indonesian Idol ke Jakarta?

Awalnya bulan juli 2017, saya dihubungi pihak Fremantle untuk ikut special audition Indonesian Idol. Sekitar 2-3 bulan kemudian saya dihubungi lagi untuk ikut audisi kota Ambon dengan juri Kak Rayen Pono. Setelah nyanyi di depan Kak Rayen, saya lolos audisi di Ambon dan dikasih silver tiket untuk berangkat ke Jakarta.

Bagaimana rasanya ketika bernyanyi di depan juri Indonesian Idol? 

Grogi pastinya. Biarpun sudah sering tampil di mana-mana, tapi begitu berhadapan dengan para juri tetap ada rasa grogi. Tapi senang skali dan juga bangga bisa nyanyi di depan keempat juri yang sudah punya nama besar di dunia musik Indonesia.

Sejak kapan sih Michael tahu kalau mau serius di dunia nyanyi?

Sejak saya yakin bahwa saya bisa 'hidup' dari menyanyi. Karena itu beta harus serius di dunia nyanyi, kalau seng serius seng bisa hidup. Dan juga sejak saya bekerja sama dalam satu band dengan tiga sahabat saya: Miken, Adit, dan Marvil dalam SOFTEAST. Sejak itu saya yakin bahwa beta memang ingin serius di dunia nyanyi.

Selesai ikutan Indonesian Idol, lalu ada beberapa pekerjaan di Jakarta, rencananya Michael sedang menggarap single untuk sebuah album juga, bisa ceritakan prosesnya?

Gagal lolos ke tahap berikut di ajang Indonedian Idol membuat saya semakin semangat untuk berkarya. Sekarang saya sedang dalam proses merilis single pertama. Sambil mengumpulkan materi-materi untuk album. Ada beberapa lagu yang saya tulis dan saya juga ditawari lagu oleh beberapa orang. Jadi sekarang saya dan tim sedang dalam proses persiapan single dan pengumpulan materi untuk album.

Demikian adalah sepotong percakapan Molucca Project bersama Michael Pelupessy yang sangat mengidolakan Jesse Campbell dengan lagunya Who Am I, "Lagu itu selalu mengingatkan saya untuk tidak tinggi hati dan selalu bersyukur dengan apa yang sudaah saya miliki sekarang," ujar Michael mantap. Beberapa waktu yang lalu, ia juga sempat menyanyikan kembali lagu Adelle, When We Were Young, yang dapat kamu nikmati di sini.

Comments

Popular posts from this blog

Tunjukkan Apa yang Kita Cintai Dari Atas Panggung

GRIZZLY CLUIVERT NAHUSULY mulai menyayangi Hip Hop sejak ia masih duduk di kelas tiga SMP. Di tengah-tengah pencarian jati dirinya, Icy, begitu ia disapa, menemukan Hip Hop. Ia merasa tidak hanya menemukan apa yang selama ini ia gemari, ia justru menemukan dirinya sendiri.
"Saya sempat gabung di dalam paduan suara, dan kemudian saya temukan satu warna, yang rasanya saya banget, karena musiknya tidak terlalu mengandalkan suara yang merdu. Akhir 2010, saya tertarik, dan mulai mengikuti sebuah lomba namanya, BKKBN rap contest." Icy memulai ceritanya pada satu petang yang syahdu sambil menyeruput kopi hitam.
Dengan bekal binaan Hanny Wattimena (Hanny, seorang musisi Hip Hop 90-an), Hanny mendedikasikan waktunya untuk mengajar vokal, penguasaan panggung, dan bagaimana berinteraksi di panggung.
"Jam latihan kami waktu itu, biasanya jam 9 malam ke atas. Sejak saat itulah kecintaan saya terhadap Hip Hop mulai menjadi-jadi. Saya merasa bisa berekspresi dengan sesuatu yang membua…

Weslly Johannes : Beta Sayang Kenangan

Weslly Johannes adalah seorang penyair. Ia mencintai kata-kata. Kesan pertama ketika bertemu dengannya adalah ia sangat teduh, seperti melihat lautan, ketika berlayar diatasnya, kemudian baru kita menemukan banyak sekali gelombang-gelombang. Ia menyukai, menghabiskan waktu di daerah sekitar rumahnya, di Ambon, yaitu pada bangku yang terletak di bawah pohon nangka, dari situ ia dapat melihat Tanjung Alang dan matahari tenggelam. Di sanalah kemudian puisi-puisinya lahir. Selain itu Teluk Kayeli, adalah tempat favoritnya, ketika menceritakan tentang Teluk Kayeli, ada rasa haru sekaligus rindu, seperti ingin selalu kembali ke sana. 
Saat ini ia tinggal di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat, karena harus menyelesaikan proses Vikaris (proses sebelum kemudian menjadi seorang pendeta) dan kemudian saya adalah orang yang paling beruntung, ketika mendapatkan kesempatan mengobrol dengannya. 
Kata yang paling banyak kita temui di dalam puisi puisi Weslly Johannes yaitu kenangan. Manusia pada akhirnya …

Lebih Peka Dengan Keadaan Sekeliling

Syamsul Bahry Fakoubun atau lebih dikenal dengan nama Andrey Fakoubun, memulai konten youtube-nya dengan tajuk LOKAL VOKAL. Ia telah mewawancarai musisi, rapper, selebgram, hingga caleg muda asal kota Ambon. Molucca Project mengajak Andrey untuk chat dan membahas tentang apa sih yang ada di balik konten LOKAL VOKAL dan mengapa penting untuk mengabarkan kabar baik melalui video. Berikut wawancara singkat kami bersama Andrey:
Mengapa sih tertarik dengan membuat video youtube? Mengapa memilih untuk menjadi yutuber? Kira-kira menurutmu apa dampak besar dari sebuah video yang ditonton olah banyak orang?
Awalnya mau membuat video youtube, karena saya tidak punya skill. Pengetahun tentang sajak terbatas, musik terbatas. Bisa sih, tapi tidak ahli. Kemudian saya kenal dengan orang-orang yang kompeten di bidang itu semua. Nah, youtube saya ini adalah wadah untuk mengapresiasi mereka. Jadi walau tidak punya skill yang sama dengan mereka, saya punya cara lain untuk mengabarkan kepada kawan-kawan di…