Skip to main content

#somegoodvibes: Pesta Rakyat Banda 2017









Pesta Rakyat Banda 2017 bermaksud memperingati 350 tahun ditandatanganinya Perjanjian Breda. Selama 350 tahun ini, Kepulauan Banda seakan tenggelam dari cakrawala, tetapi sekarang sudah waktunya untuk bangkit kembali. Begitu banyak yang dapat kami perlihatkan. Dengan pesta rakyat ini kami berharap semua dapat melihat dan menikmati keindahan Kepulauan Banda, keramahtamahan warganya, dan tentunya kekayaan sejarahnya yang telah memberi warna unik pada budaya lokal.

Tentang perjanjian Pulau Breda sendiri, perjanjian ini ditandatangani oleh pihak Belanda dan Kerajaan Inggris di Kota Breda, Netherland. Isi utama dari perjanjian ini adalah kerajaan Inggris harus angkat kaki dari Pulau Run, dan sebagai gantinya Belanda menyerahkan Pulau Manhattan yang menjadi koloninya kepada Inggris.

Belanda sendiri menjajah Pulau Manhattan pada 1624. Manhattan kala itu dinamai ‘Nieuw Amsterdam’ oleh Belanda. Setelah Belanda memberikan pulau Manhattan kepada Inggris untuk ditukar dengan Pulau Run, Inggris mengubah nama ‘Nieuw Amsterdam’ menjadi ‘New York’. Belanda rela menukar Pulau Manhattan dengan Pulau Run karena pala memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Bahkan kala itu, Belanda memiliki peran penting dalam ekonomi dunia karena memiliki Pulau Run.

Supaya lebih mengenal lebih dalam lagi tentang Pesta Rakyat Banda yang akan diadakan selama sebulan penuh dari tanggal 11 Oktober – 11 November  2017 nanti, Molucca Project berhasil mengobrol dengan Reza Tuasikal dari Banda Tourism Board, salah satu penyelenggara dari #PestaBanda2017 ini. Simak yuk sedikit obrolan kami:

#PestaBanda2017 merupakan perhelatan yang diadakan untuk memperingati 350 Tahun Perjanjian Breda, selain visi edukasi ini apakah juga ada visi yang lain dari acara ini? dan dari mana ide penyelenggaraan acara ini datang?

Ide acara #PestaBanda2017  ini mulai ada beberapa bulan lalu. Ketika itu di Banda, kita dengar ada banyak acara yang akan dibuat dalam rangka peringatan  350 tahun perjanjian Breda dan dari banyak kegiatan tersebut, tidak ada yang diselenggarakan di Banda Neira, tetapi di Jakarta, New York dan lainnya. Dari situ kita pikir bahwa ini acara tentang Banda dan mestinya peringatannya harus di Banda. Sejak saat itu (April) kita dari Banda Tourism Board, mulai lebih serius untuk mengadakan acara #PestaBanda2017 ini. Di bulan Mei, kami mulai bicara ide ini ke Dinas Pariwisata Provinsi dan ternyata mendapat sambutan baik.

Acara #PestaBanda2017 disamping berisi berbagai pertunjukkan budaya, kami sisipkan juga berbagai pelatihan yang menurut kami dibutuhkan untuk masyarakat Banda misalnya di bidang konservasi, penanganan sampah, keterampilan bagi anak-anak, pelatihan manajemen bagi pengelola hotel skala kecil. Dan puncak acara adalah lomba perahu belang adat pada tanggal 11 Nov sekaligus penutupan acara #PestaBanda2017.

#PestaBanda2017 diadakan 11 Oktober - 11 November akan diramaikan oleh salah satunya Pertunjukkan Teater Boneka dan workshop membuat boneka oleh Papermoon Puppet dari Jogjakarta, apakah ada alasan khusus mengundang Papermoon?

Acara workshop dengan papermoon puppet dan tobucil bandung, acara ini lebih menitikberatkan pada pemanfaatan barang bekas untuk dijadikan hal yang lebih bermanfaat, baik untuk hiburan maupun penambahan pendapatan bagi masyarakat.

kunjungi lebih lanjut info tentang pesta rakyat banda 2017 di sini: www.pestarakyatbanda.id

Tak hanya itu ada juga workshop menulis kreatif dengan tema-tema menarik yang nantinya akan diadakan oleh oleh Hanna Rambe, Rudi Fofid, Yvonne de Fretes dan Sari Narulita, mereka semua adalah penulis berlatar belakang Maluku (dalam pengertian ada yang berasal dari Maluku tapi juga kebanyakan tulisan mereka tentang Maluku) bisa ceritakan tentang pelatihan yang akan diberikan, dan bagaimana dengan target peserta sendiri? apakah pelatihan ini untuk peserta usia sekolah saja/terbuka untuk umum?

Pelatihan yang akan dilakukan adalah mengenai menulis kreatif. Peserta acara ini lebih menitikberatkan ke guru, sehingga nantinya bisa ditularkan ke siswa. Akan ada juga peluncuran buku puisi dan acara malam baca puisi di Neira oleh mereka.

Selain itu di #PestaBanda2017 yang menarik ada pelatihan perkebunan organik dan sertifikat pala organik, bisa ceritakan sedikit tentang pelatihan ini?

Rencana pelatihan ini akan diselenggarakan oleh beberapa teman dari yayasan Kehati (belum konfirmasi) dan dari Balai Pertanian Provinsi. Peserta adalah para petani pala dan akan diadakan di desa Lonthoir, Banda Besar. Pelatihan mencakup segi perawatan, pemasaran dan pemanfaatan limbah pala.

#PestaBanda2017 masih dalam persiapan, tapi sejauh ini tampaknya akan memberikan semangat tersendiri kepada orang-orang baik yang tinggal di Banda, maupun yang akan berkunjung ke Banda. Sejauh ini apa yang paling sulit dalam menyelenggarakan persiapan sebesar ini, dan apa harapan Bung Reza sendiri terhadap #PestaBanda2017?

Yang paling sulit adalah beberapa koordinasi, tapi kami bisa atasi. Nah, kabar gembiranya adalah teman-teman di Banda dan para pengisi acara sangat antusias. Saya pikir semua akan berjalan dengan baik.







Comments

Popular posts from this blog

Kegelisahan: musisi dan penikmat musik

Saya pernah menulis sebuah lirik berjudul “Tetanggaku Pergi ke Kota” yang kemudian dinyanyikan oleh Tetangga Pak Gesang, duo musisi indie yang berasal dari Bandung. Mereka adalah Arum Dayu dan Meicy Sitorus, yang aslinya adalah penggiat foto dan dua teman baik saya. 
Sampai saat ini, album mereka sementara dikerjakan secara gerilya. Memang belum ada hasil yang bisa didengarkan secara fisik, baik itu berupa CD, kaset, maupun vinyl yang sedang menjamur akhir-akhir ini. Tetapi lagu-lagu mereka dapat didengarkan di soundcloud. 
Produktivitas meng-aransemen lagu-lagu lama dan mencipta lagu-lagu baru, kemudian diakui oleh beberapa musisi besar seperti Slank dan Efek Rumah Kaca. Yang pada akhirnya mengajak mereka untuk berkolaborasi di satu panggung. 
Yang ingin saya bahas di sini adalah bukan secara spesifik menyangkut Tetangga Pak Gesang tetapi sepenggal lirik yang saya tulis di dalam lagu Tetanggaku Pergi ke Kota: 
kita tak perlu ke kota, kita kan membuat kota.
Ketika menuliskan lirik tersebut…

Tunjukkan Apa yang Kita Cintai Dari Atas Panggung

GRIZZLY CLUIVERT NAHUSULY mulai menyayangi Hip Hop sejak ia masih duduk di kelas tiga SMP. Di tengah-tengah pencarian jati dirinya, Icy, begitu ia disapa, menemukan Hip Hop. Ia merasa tidak hanya menemukan apa yang selama ini ia gemari, ia justru menemukan dirinya sendiri.
"Saya sempat gabung di dalam paduan suara, dan kemudian saya temukan satu warna, yang rasanya saya banget, karena musiknya tidak terlalu mengandalkan suara yang merdu. Akhir 2010, saya tertarik, dan mulai mengikuti sebuah lomba namanya, BKKBN rap contest." Icy memulai ceritanya pada satu petang yang syahdu sambil menyeruput kopi hitam.
Dengan bekal binaan Hanny Wattimena (Hanny, seorang musisi Hip Hop 90-an), Hanny mendedikasikan waktunya untuk mengajar vokal, penguasaan panggung, dan bagaimana berinteraksi di panggung.
"Jam latihan kami waktu itu, biasanya jam 9 malam ke atas. Sejak saat itulah kecintaan saya terhadap Hip Hop mulai menjadi-jadi. Saya merasa bisa berekspresi dengan sesuatu yang membua…

Puisi Memberikan Jalan Untuk Menyembuhkan Diri

“Puisi mampu membantu beta memberikan jalan untuk menyembuhkan diri sendiri sebab manusia pada dasarnya ‘berpenyakitan’ betul bukan? Puisi benar-benar jadi obat di kala itu,” ujar Chalvin. Chalvin Papilaya satu dari sekian banyak anak muda yang mencintai puisi, dan punya semacam keyakinan kecil, puisi dapat menyembuhkan.
Pada tahun 2016, ia terpilih sebagai salah seorang “emerging writer” yang berangkat ke Makassar International Writers Festival. Bersama beberapa kawan lainnya yang juga berasal dari timur Indonesia, mereka menerbitkan sajak dan cerita pendek, dengan tajuk “Dari Timur 2” yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.
Chalvin katakan, “Puisi adalah pergulatan kecemasan terhadap tanda-tanda yang ada di luar diri penyair maupun di dalam dirinya sendiri—puisi bukanlah sekadar susunan kata-kata belaka.” Ungkapan ini, kemudian mengantar Chalvin untuk menerbitkan buku puisinya sendiri pada tahun 2019, berjudul “Mokolo”.



“Mokolo adalah kata sifat yang menggambarkan konteks per…