Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2017

#somegoodvibes: Pesta Rakyat Banda 2017

Pesta Rakyat Banda 2017 bermaksud memperingati 350 tahun ditandatanganinya Perjanjian Breda. Selama 350 tahun ini, Kepulauan Banda seakan tenggelam dari cakrawala, tetapi sekarang sudah waktunya untuk bangkit kembali. Begitu banyak yang dapat kami perlihatkan. Dengan pesta rakyat ini kami berharap semua dapat melihat dan menikmati keindahan Kepulauan Banda, keramahtamahan warganya, dan tentunya kekayaan sejarahnya yang telah memberi warna unik pada budaya lokal.
Tentang perjanjian Pulau Breda sendiri, perjanjian ini ditandatangani oleh pihak Belanda dan Kerajaan Inggris di Kota Breda, Netherland. Isi utama dari perjanjian ini adalah kerajaan Inggris harus angkat kaki dari Pulau Run, dan sebagai gantinya Belanda menyerahkan Pulau Manhattan yang menjadi koloninya kepada Inggris.
Belanda sendiri menjajah Pulau Manhattan pada 1624. Manhattan kala itu dinamai ‘Nieuw Amsterdam’ oleh Belanda. Setelah Belanda memberikan pulau Manhattan kepada Inggris untuk ditukar dengan Pulau Run, Inggris meng…

SOFTEAST: Dan Kau Memilih Dia

SOFTEAST di peluncuran single mereka di workshop coffee ambon, maret lalu. foto oleh SJzand.

SOFTEAST: band idola masa kini yang terdiri dari Michael Pelupessy, Aditya Titaley, Marvil Lewaherilla, dan Helmy Leinussa ini, Maret lalu baru saja meluncurkan single terbaru mereka 'Dan Kau Memilih Dia' single-nya bisa kamu unggah di sini, yuk simak sedikit obrolan hangat di balik single ini bersama mereka.
Siapa pencipta lagu ini dan cerita apa di balik lagu ini (ada pengalaman pribadi kah di balik lagu ini?)
Lirik Dan Kau Memilih Dia ditulis oleh Ido Kainama bersama keyboardist SOFTEAST Rhiofaldo. Lagu ini merupakan pengalaman pribadi Ido yang ketika itu baru saja ditinggalkan sang kekasih.
Berapa lama proses dari pembuatan lirik, aransemen, kemudian direkam, apakah ada kesulitan ketika mengerjakan single ini?
Penulisan liriknya sekitar bulan Maret. Proses rekaman sekitar dua bulan. Hambatan terbesar adalah masalah waktu, karena kesibukan masing-masing personil sehingga proses yang ta…

The Spice Islands: Maluku itu Dolo, Sakarang, (dan) Nanti!

The Spice Islands tak hanya berbumbu, ia menyisakan pedas di lidah dan membuat rasa penasaran yang besar untuk mengenal kira-kira bumbu apa yang dipakai untuk meracik keingintahuanmu terhadap perihal simbol yang nantinya akan menghubungkanmu juga untuk mengenal lebih lanjut dengan sejarah Maluku. Beberapa postingan yang diikuti oleh Molucca Project baik di laman instagram @thespiceislands maupun di page facebook The Spice Islands berisikan banyak hal menarik. Salah satunya adalah hashtag #TauKaTrada yang sering dipakai untuk menceritakan tentang fakta-fakta sejarah Maluku—yang barangkali selama ini abai dari kalangan sebagian orang muda Maluku. Tapi yang menarik dari The Spice Islands adalah cara penyajian informasi sejarah tersebut yang ringan dan enak untuk dibaca. Ketika ditanya, kenapa The Spice Islands tidak membuat satu situs web, mereka menjawab bahwa sejauh ini instagram dan page facebook masih dapat menampung isi dari The Spice Islands sendiri. Berikut adalah sedikit bincang-…

BaileoDOC: (2) Serius Dengan Dokumenter

Bicara soal perkembangan film apalagi dokumenter, saat ini dapat dikatakan lumayan marak, bahkan kawan Ipank dengan film Banda pun mengambil jalur itu. Nah, apakah kawan-kawan dari BaileoDOC  tetap percaya untuk ada di jalur dokumenter? dan bagaimana komentar kawan-kawan BaileoDOC soal masa depan dokumenter di Indonesia pada umumnya dan di Maluku pada khususnya?
Saat ini BaileoDOC masih tetap percaya pada kekuatan dokumenter sebagai medium untuk berkarya dan berkontribusi bagi kerja-kerja kebudayaan. Tahun ini, BaileoDOC memproduksi sebuah film berjudul Pendayung Terakhir yang disutradari oleh Ali B Kilbaren, mahasiswa IAIN Ambon. Film ini mencoba membuka ruang diskusi dan turut mengkritisi kebijakan pemerintah yang menganak-tirikan para pendayung perahu yang beroperasi di bawah jembatan Merah Putih. Sutradaranya, Ali, memandang kebijakan pemerintah yang hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur dan melupakan pekerja kecil seperti pendayung perahu. Padahal 200 kepala keluarga b…

BaileoDOC: (1) Tentang NgoFi

Molucca Project beberapa kali hanya mengikuti perkembangan sepotong-sepotong tentang NgoFi melalui media sosial. Sebuah acara obrolan tentang film yang diadakan di beberapa kafe di kota Ambon. Dan baru sekarang, akhirnya punya kesempatan mengobrol dengan kawan-kawan dari BaileoDOC, walaupun hanya via email, tapi semoga obrolan singkat mengenai apa itu ngoFi? film-film apa saja yang pernah diputar di NgoFi? dan apakah ada pembicara yang pernah diundang untuk datang ke NgoFi? bagaimana proses diskusi berjalan? ada tantangan ketika menjalankan ngoFi? semoga bacaan ini dapat memberikan sebuah angin segar kepada penggemar film khususnya dokumenter di kota Ambon, dan sekaligus mau mengundang penggiat dokumenter di seluruh Indonesia, jika hendak memutar film kalian, silakan kirim email ke baileodoc@gmail.com.




NgoFi atau Ngobrol Film adalah forum apreasiasi film alternatif yang diinisiasi oleh tiga komunitas film yakni BaileoDOC, Obscura Alhazen dan Beta Films, untuk menampilkan film-film buat…