Skip to main content

Elpido Meido Soplantila: Maluku itu Home, Love & Happiness






Apa sih sebenarnya yang jadi passion kamu?

Jujur, Saya memerlukan waktu yang cukup lama untuk menjawab pertanyaan ini. Akhirnya saya memutuskan untuk 'loncat' ke pertanyaan no 2 hingga no 10 dulu sebelum benar-benar yakin dengan jawaban saya mengenai 'passion'. Bukan karena saya tidak tahu apa sebenarnya passion saya, tetapi justru karena saya suka melakukan banyak hal dengan 'gairah' yang besar, hahaha. Dan semua dilakukan dengan sungguh-sungguh. So if you ask what my passion is, jawabannya agak absurd. Saya sungguh menghargai hidup dan selalu berusaha mensyukuri segala sesuatu yang saya alami dalam hidup. Dan passion terbesar saya adalah "membuat orang lain bahagia". Agak absurd bukan? Tetapi itu yang saya yakini. Karena saya percaya, apa yang saya beri, itu yang saya terima. Jadi buatlah orang lain bahagia maka kebahagiaanlah yang saya terima.

Menurut kamu penting tidak sih jika anak muda harus punya passion?

Memiliki 'gairah' itu sangat penting. Anak muda harus berani bermimpi besar melalui passion yang ia miliki. Jadikan gairah tersebut sebagai 'jimat' untuk meraih apapun yang diimpikan baik untuk orang lain, untuk kampung halaman, untuk negara, untuk apa dan siapa saja, maupun untuk diri sendiri.

Apakah profesi kamu sekarang? dan apakah profesi itu mengubah hidup kamu? (Ceritakan juga hal-hal penting yang sudah kamu capai dengan profesi kamu)

Kesannya agak klise, tetapi dengan passion yang saya punya, saya bersyukur selama lebih dari 10 tahun saya bahagia membuat orang lain bahagia melalui profesi yang saya geluti. Saya mengategorikan profesi saya sebagai seorang 'humanitarian worker'. Kata kerennya sih pekerja kemanusiaan pada International Non Government Organization (NGO Asing). Selama lebih dari 10 tahun, saya berkesempatan membantu para korban bencana alam dan korban konflik serta kelompok rentan di Indonesia untuk bangkit dan mandiri dari keterpurukan. Pengalaman terbaik adalah ketika di awal tahun 2005 saya ditugaskan di Aceh untuk membatu korban gempa dan tsunami. Saya merasa bahagia bisa berkontribusi untuk memulihkan dan membangkitkan semangat para survivor bencana. Melalui pekerjaan saya, selama tahun 2007 hingga 2013 saya juga berkeliling Maluku hingga wilayah terjauh di Seram Bagian Timur untuk mengembangkan program ekonomi masyarakat. Dan kini, dari pengalaman-pengalaman tersebut, saya berbasis di Bali, bekerja meningkatkan kesejahteraan para petani kopi, kakao dan teh di seluruh Indonesia untuk menjadikan mereka mandiri di bidang pertanian. Melalui profesi ini, saya juga berkesempatan mengunjungi berbagai daerah di Indonesia dari barat sampai ke timur termasuk ke luar Indonesia. Dan di setiap kesempatan itu, saya selalu berusaha berbagi kebanggaan saya pada kampung halaman tercinta, Maluku.

 Adakah hal lain lagi yang ingin kamu capai dalam beberapa tahun ke depan?

Yang masih ingin dicapai, sebenarnya banyak hahaha. Walaupun saya mencintai pekerjaan saya saat ini, tetapi dalam 3 hingga 4 tahun ke depan, saya berencana akan berhenti bekerja kantoran dan berkeliling Indonesia. Mengunjungi tempat-tempat indah dan membagikannya kepada dunia. Dan tentunya, harus dimulai dari Maluku. Saya suka fotografi dan berkeinginan untuk merekam keindahan Maluku, menjadikan sebuah kompilasi dalam format buku fotografi.

Apa pendapat kamu tentang "membangun Maluku" atau "membangun kampung halaman"?

Jika kita punya rasa cinta, sayang dan kebanggaan pada Maluku, pasti jiwa membangun akan tumbuh dalam diri kita. Tak perlu tinggal di kampung halaman untuk bisa mengembangkan Maluku. Di mana pun kita, dari mana saja, jika ada niat dan gairah, kampung halaman pasti bisa dibangun. Tetapi, saya pribadi, sudah berjanji, suatu saat pasti akan pulang kampung, tinggal di Maluku dan melanjutkan membangun Maluku melalui kapasitas yang saya miliki.

Bagaimana pendapat kamu tentang anak muda Maluku pada saat ini?

Perkembangan zaman telah membuktikan bedanya 'gejolak' anak-anak muda dulu dan sekarang. Jujur, saat ini lebih banyak kemudahan untuk berkreasi dan berkarya di bidang apapun sesuai passion, bakat dan keahlian anak muda. Saya sangat optimis, anak-anak muda Maluku saat ini lebih bergairah dan semoga perkembangan zaman bisa dimanfaatkan secara positif oleh anak-anak muda Maluku. Banyak bakat, banyak kreasi, banyak kebanggaan yang sudah mereka buktikan. Tinggal ditunjang dengan arahan yang baik dari semua pihak, keinginan dan motivasi kuat anak-anak muda serta sense of belonging pada diri sendiri dan pada kampung halaman, Maluku tercinta.

Tempat favorit kamu kalau sedang liburan ke Maluku (berada di kota Ambon) dan kenapa?

Maluku itu indah. Tak tertandingi. Samua tampa tu favorite par beta hehe. Agak susah juga untuk spesifik. Yang jelas selama berada di sekitar keluarga dan teman-teman di sana, itu sudah cukup. Semua 'tempat' di Ambon menyenangkan. So it's not the place but the people.

Siapa inspirasi terbesar buat kamu?

Boleh jawab dua orang kaseng? Boleh to? Hahaha. Ok, Mama dan Papa. Saya bisa seperti sekarang karena kedua orang hebat ini. Kedua Orang ini yang mengajarkan saya untuk selalu bahagia dan sebisa mungkin membahagiakan orang lain. Kedua orang ini juga yang kadang-kadang mau terima kalau saya 'ajarkan' sesuatu yang lebih relevan dengan perkembangan zaman sekarang.

Apa harapan kamu untuk Maluku?

Harapan untuk Maluku: Kalo bukan katong, sapa lai? Kalo bukan sekarang, kapan lai? Mari katong sama-sama berani bermimpi besar untuk Maluku. Selama kita berani bermimpi besar dan percaya bahwa mimpi bisa jadi kenyataan, pasti Maluku akan jadi lebih besar. Tentu sambil bergandengan tangan dan bekerja keras sesuai kemampuan dan potensi masing-masing.



Comments

Popular posts from this blog

MANUMATA Dekat di Mata Tinggal di Hati

Manumata, artinya satu atap atau berasal dari satu mata rumah. “Karena katong samua basudara.” Filosofi inilah yang menjaga Manumata sebagai sebuah grup hip-hop  dan berhasil membawa mereka tinggal di hati banyak orang.

Pertama kali saya melihat Manumata tampil di panggung pada tahun 2015, dalam sebuah acara yang digelar di Pattimura Park. Karena mereka tinggal dan berasal dari ‘satu atap’ yang sama, Manumata lekas menarik perhatian saya dengan kekompakan mereka ketika di panggung.

Pada suatu petang, saya berkesempatan mengunjungi basecamp Manumata di kawasan Air Putri-Ambon untuk mengobrol dengan empat anak keren ini. Manumata yang terdiri dari Friti Putreisya Riry (Uthe, 13 tahun), Johanes Philipus Eurilwen Petrusz (Jho, 13 tahun), Everd Arnold Riry (Ever, 15 tahun), dan Oscar Imanuel Lena (Oscar, 12 tahun), selalu mampu mengambil hati penonton dari atas panggung. Bukan hanya muda, lincah, mereka juga energik dan penuh percaya diri.

Ternyata keluwesan mereka di atas panggung sudah terb…

Tunjukkan Apa yang Kita Cintai Dari Atas Panggung

GRIZZLY CLUIVERT NAHUSULY mulai menyayangi Hip Hop sejak ia masih duduk di kelas tiga SMP. Di tengah-tengah pencarian jati dirinya, Icy, begitu ia disapa, menemukan Hip Hop. Ia merasa tidak hanya menemukan apa yang selama ini ia gemari, ia justru menemukan dirinya sendiri.
"Saya sempat gabung di dalam paduan suara, dan kemudian saya temukan satu warna, yang rasanya saya banget, karena musiknya tidak terlalu mengandalkan suara yang merdu. Akhir 2010, saya tertarik, dan mulai mengikuti sebuah lomba namanya, BKKBN rap contest." Icy memulai ceritanya pada satu petang yang syahdu sambil menyeruput kopi hitam.
Dengan bekal binaan Hanny Wattimena (Hanny, seorang musisi Hip Hop 90-an), Hanny mendedikasikan waktunya untuk mengajar vokal, penguasaan panggung, dan bagaimana berinteraksi di panggung.
"Jam latihan kami waktu itu, biasanya jam 9 malam ke atas. Sejak saat itulah kecintaan saya terhadap Hip Hop mulai menjadi-jadi. Saya merasa bisa berekspresi dengan sesuatu yang membua…

Cidade De Amboino : Lewat Rap Mari Melakukan Kebaikan!

CIDADE DE AMBOINO atau CDArap adalah salah satu dari sekian banyak grup maupun komunitas rap yang berdomisili di kota Ambon. 
Beranggotakan, Berixter Marceloy Tiwery a.k.a Q’Angel, Norman Schawarzkopf Angwarmase a.k.a Noro/Baik’ MC, Nathanel G Tuju a.k.a Ghey’C, Mozes Muskitta a.k.a Oceez, Ryo Diasz a.k.a RDZ, Klinton Tumangken a.k.a KLYN, Maryos Siahaya a.k.a i’OZ.  
Tapi sore itu saya hanya berhasil meng-interview tiga orang di antara ke tujuh personil. Simak interview saya dengan mereka, berikut ini. 
TR: selamat sore, kalau boleh mengutip seorang teman bahwa passion adalah sesuatu yang membakar diri kita dari dalam, nah kira-kira, apa yang menjadi passion dari teman-teman semua, baik itu dalam hal musik, hip-hop, rap, atau apapun?
RDZ: sebagai anak muda, kita suka melakukan banyak hal. Kita bergairah dengan hal itu. Tapi kalau bicara soal rap yang saat ini CDArap tekuni, orang-orang mulai menekuni bikin rima, bikin lirik. Awalnya, saya tidak punya motivasi lain, sama-sama asik saja, d…