Skip to main content

Debora Manusama: but if you love what you do, you won't have to work a day in your life!








Saat ini banyak sekali anak muda yang mulai menggeluti blog sebagai bisnis dan kebebasan untuk berekspresi. Baru-baru ini Molucca Project mewawancarai Debora Manusama, seorang ibu muda yang juga kerap menulis di mozdeb.com sebagai media untuk berekspresinya hingga akhirnya ia memutuskan untuk berbisnis melalui blognya. Penasaran kan? simak yuk wawancara MP dengan Debora Manusama:

MP: Kenapa memilih blog sebagai media ekspresi?

DM: Karena mengelola sebuah blog seperti mengelola publikasi media kecil-kecilan, yang editornya kita sendiri, jurnalis dan reporternya juga kita sendiri! It's a fun and easy way to use our voice.

MP: Awalnya mozdeb.com dipakai untuk cerita-cerita personal, tapi kemudian ada platform yang berubah, apalagi setelah tinggal di Dallas, nah, apakah kepindahan ke Dallas mempengaruhi menulis di blog?

DM: Hmm, sebenarnya kepindahan ke Dallas-nya sih tidak mempengaruhi, tapi pertumbuhan saya pribadi, ditambah respon perusahaan lokal dan beberapa pihak lainnya yang mulai ngeh 'kerjaan' saya dan mulai menawarkan banyak kesempatan untuk kerjasama. Sejak akhir 2014, saya mulai dapat kesempatan meliput acara lokal, menulis ulasan tentang sebuah restoran, dan hotel. Semua diawali dari kebiasaanku yang rajin menulis ulasan tentang tempat-tempat seru yang saya kunjungi bersama keluarga. Dari situlah, saya mulai mendapat tawaran mengulas kosmetik, produk kecantikan kulit, bahkan fashion. Saya sih mengulas tentang apa saja, selama tidak bertentangan dengan selera.

MP: Ceritakan tentang meet my heroines di blog dong?

DM: Dulu waktu mulai menulis blog di Jakarta, saya berambisi untuk menulis kisah ibu-ibu muda yang serba bisa dengan latar belakang berbeda, dengan harapan bisa menginspirasi ibu-ibu muda lainnya di Indonesia. Tetapi makin ke sini, ambisi itu memudar. Kenapa? karena saya menyadari bahwa tidak hanya ibu-ibu yang bisa menjadi inspirasi. Kenapa tidak menulis tentang perempuan-perempuan hebat saja, tidak peduli mereka masih single atau sudah menikah. Akhirnya saya bikin Heroines. Saya mewawancarai perempuan inspiratif yang saya temui. Tadinya saya sempat agak "strategic" memilih siapa yang mau saya wawancarai. Kemudian saya benar-benar ikut kata hati. Kalau pas ketemu sosok perempuan yang inspiratif buat saya, saya ajak interview, kalau bulan itu tidak ketemu siapa-siapa yang  mengena, saya pun tidak memaksa. Balik lagi, the beautiful thing about being a blogger, editornya saya sendiri. And I am pretty forgiving when it comes to my own deadline hehehe.

MP: Bagaimana ceritanya sampai akhirnya mozdeb.com bisa akhirnya menjadi bisnis?

DM: Karena akhir 2014 mulai dapat kesempatan, bahkan beberapa diantaranya paid opportunities, saya terus berusaha menjaga kualitas konten baik di blog maupun sosial media and treat it as my business. Meskipun tidak selalu menghasilkan uang. Dulu saya bisa posting 2 sampai 3 kali seminggu. Tapi tahun ini saya  memutuskan untuk posting cuma 1 kali seminggu. Saya tidak mau blogging jadi beban dan akhirnya kontenku tidak tulus. Saya berusaha sebisa mungkin untuk seimbang. Tidak selalu ngiklan, tapi juga tidak selalu curhat.

MP: Eh dan sekarang sudah bisa berbelanja juga ya di mozdeb.com, awalnya bagaimana?

DM: Saya menyadari bahwa mengandalkan blogging doang untuk menghasilkan uang itu agak sulit. Bisa sih, banyak yang sudah sukses begitu. Tapi ya mesti jor-joran banget. Saya mau fokus sama anak, dan tidak mau terlalu sering menghabiskan waktu di sosial media terus menerus. Tapi saya juga tetap mau menghasilkan uang. Nah, solusinya adalah saya memulai toko online kecil-kecilan. Pada akhirnya kalau orang mencari blogku, dan lihat barang yang mereka suka, mereka bisa beli. Bisnis ini sih butuh kesabaran ya. Karena kita tidak mungkin menghasilkan uang dalam sekejap. Tapi pelan-pelan, lumayan lah, buat mendukung blog saya. Saya juga mulai ikutan jadi vendor di acara lokal sebulan sekali untuk untuk menjual barang-barang dari toko online yang kebanyakan juga saya desain sendiri. It's been pretty good. Banyak tantangannya tapi dibawa santai saja.



MP: Adakah sedikit tips untuk teman-teman yang mau memulai blog sebagai bisnis?


DM: Awali dengan cinta. Bukan bermaksud garing ya, but if you love what you do, you won't have to work a day in your life! Pastikan bahwa kamu memang suka ngeblog. Suka mencipta konten kreatif, suka come up dengan cerita. Berpikirlah seperti editor majalah atau produser acara TV favorit kamu. Kira-kira mau ngomong apa bulan ini, rencanakan konten dari jauh-jauh hari, dan kerjasama dengan orang-orang yang tepat. Lalu konsisten, jaga kualitas, dan jangan melulu maunya nulis kalau dibayar saja. Sometimes, we need to get our name out there, so writing for free is okay. Hal yang tadinya hobi, bisa jadi beban kalau uang mulai terlibat. Nah, jagalah kecintaan kamu sama blogging, biar tidak terkecoh dan kehilangan authenticity ketika blog kamu mulai transisi menjadi bisnis. Oh dan satu lagi, interact with your audience. Saya sampai sekarang masih saling berkirim email dengan salah satu pembaca setiaku. Knowing that there are people who are impacted by your contents is so rewarding!


*foto dok pribadi Debora Manusama.

Comments

Popular posts from this blog

Tunjukkan Apa yang Kita Cintai Dari Atas Panggung

GRIZZLY CLUIVERT NAHUSULY mulai menyayangi Hip Hop sejak ia masih duduk di kelas tiga SMP. Di tengah-tengah pencarian jati dirinya, Icy, begitu ia disapa, menemukan Hip Hop. Ia merasa tidak hanya menemukan apa yang selama ini ia gemari, ia justru menemukan dirinya sendiri.
"Saya sempat gabung di dalam paduan suara, dan kemudian saya temukan satu warna, yang rasanya saya banget, karena musiknya tidak terlalu mengandalkan suara yang merdu. Akhir 2010, saya tertarik, dan mulai mengikuti sebuah lomba namanya, BKKBN rap contest." Icy memulai ceritanya pada satu petang yang syahdu sambil menyeruput kopi hitam.
Dengan bekal binaan Hanny Wattimena (Hanny, seorang musisi Hip Hop 90-an), Hanny mendedikasikan waktunya untuk mengajar vokal, penguasaan panggung, dan bagaimana berinteraksi di panggung.
"Jam latihan kami waktu itu, biasanya jam 9 malam ke atas. Sejak saat itulah kecintaan saya terhadap Hip Hop mulai menjadi-jadi. Saya merasa bisa berekspresi dengan sesuatu yang membua…

Weslly Johannes : Beta Sayang Kenangan

Weslly Johannes adalah seorang penyair. Ia mencintai kata-kata. Kesan pertama ketika bertemu dengannya adalah ia sangat teduh, seperti melihat lautan, ketika berlayar diatasnya, kemudian baru kita menemukan banyak sekali gelombang-gelombang. Ia menyukai, menghabiskan waktu di daerah sekitar rumahnya, di Ambon, yaitu pada bangku yang terletak di bawah pohon nangka, dari situ ia dapat melihat Tanjung Alang dan matahari tenggelam. Di sanalah kemudian puisi-puisinya lahir. Selain itu Teluk Kayeli, adalah tempat favoritnya, ketika menceritakan tentang Teluk Kayeli, ada rasa haru sekaligus rindu, seperti ingin selalu kembali ke sana. 
Saat ini ia tinggal di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat, karena harus menyelesaikan proses Vikaris (proses sebelum kemudian menjadi seorang pendeta) dan kemudian saya adalah orang yang paling beruntung, ketika mendapatkan kesempatan mengobrol dengannya. 
Kata yang paling banyak kita temui di dalam puisi puisi Weslly Johannes yaitu kenangan. Manusia pada akhirnya …

Lebih Peka Dengan Keadaan Sekeliling

Syamsul Bahry Fakoubun atau lebih dikenal dengan nama Andrey Fakoubun, memulai konten youtube-nya dengan tajuk LOKAL VOKAL. Ia telah mewawancarai musisi, rapper, selebgram, hingga caleg muda asal kota Ambon. Molucca Project mengajak Andrey untuk chat dan membahas tentang apa sih yang ada di balik konten LOKAL VOKAL dan mengapa penting untuk mengabarkan kabar baik melalui video. Berikut wawancara singkat kami bersama Andrey:
Mengapa sih tertarik dengan membuat video youtube? Mengapa memilih untuk menjadi yutuber? Kira-kira menurutmu apa dampak besar dari sebuah video yang ditonton olah banyak orang?
Awalnya mau membuat video youtube, karena saya tidak punya skill. Pengetahun tentang sajak terbatas, musik terbatas. Bisa sih, tapi tidak ahli. Kemudian saya kenal dengan orang-orang yang kompeten di bidang itu semua. Nah, youtube saya ini adalah wadah untuk mengapresiasi mereka. Jadi walau tidak punya skill yang sama dengan mereka, saya punya cara lain untuk mengabarkan kepada kawan-kawan di…