Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2017

Dave Syauta: Maluku itu Cool, Creative & Distinctive

“Kalau kata Andy Warhol, The Best Art is When I’m Working. Jadi, seni yang terbaik adalah dalam mengerjakan prosesnya itu. Maka suatu hari terciptalah ‘Life Is A Big Joke’ dan itu sebenarnya seperti kata-kata aja.” Ungkap Dave Syauta, yang dikutip dari sini. Life Is a Big Joke adalah single pertama dari The Paps yang keluar di tahun 2004. Molucca Project mewawancarai Dave, musisi dan visual artist berdarah Maluku ini, untuk mengetahui pendapatnya tentang Maluku dan apapun yang menjadi passion-nya. Wawancara yang hanya terjadi di email ini tidak panjang lebar, namun semoga ia dapat membawa satu kabar baik untukmu.


Apa sih sebenarnya yang jadi passion kamu?
Sound dan vision.
Menurut kamu penting tidak sih jika anak muda harus punya passion?
Buat saya, tidak ada yang lebih ideal selain manusia yang hidup dan bekerja mengikuti passion-nya. Passion dan action tidak bisa dipisahkan, seperti iman dan tindakan, dia adalah sesuatu yang dipercayai, diyakini, diperjuangkan, ditindaklanjuti, dan di…

Debora Manusama: but if you love what you do, you won't have to work a day in your life!

Saat ini banyak sekali anak muda yang mulai menggeluti blog sebagai bisnis dan kebebasan untuk berekspresi. Baru-baru ini Molucca Project mewawancarai Debora Manusama, seorang ibu muda yang juga kerap menulis di mozdeb.com sebagai media untuk berekspresinya hingga akhirnya ia memutuskan untuk berbisnis melalui blognya. Penasaran kan? simak yuk wawancara MP dengan Debora Manusama:
MP: Kenapa memilih blog sebagai media ekspresi?
DM: Karena mengelola sebuah blog seperti mengelola publikasi media kecil-kecilan, yang editornya kita sendiri, jurnalis dan reporternya juga kita sendiri! It's a fun and easy way to use our voice.
MP: Awalnya mozdeb.com dipakai untuk cerita-cerita personal, tapi kemudian ada platform yang berubah, apalagi setelah tinggal di Dallas, nah, apakah kepindahan ke Dallas mempengaruhi menulis di blog?
DM: Hmm, sebenarnya kepindahan ke Dallas-nya sih tidak mempengaruhi, tapi pertumbuhan saya pribadi, ditambah respon perusahaan lokal dan beberapa pihak lainnya yang mul…

Faye Risakotta: Maluku itu Selalu di Hati

foto via instagram @fayerisakotta



Faye bernyanyi dan menulis lagu sejak umur tujuh tahun. Dan belajar bermain musik di umur sembilan tahun. Di usianya yang masih sangat muda, ia sudah menyanyikan lagu-lagu dari beberapa penyanyi ternama kemudian mengunggahnya ke laman youtube resminya. Tidak hanya bernyanyi, ia pun menulis banyak lagu.
Lagu terbaru yang ia tulis berjudul 'like a wave' bercerita tentang hidup selalu penuh tantangan dan persoalan, tapi itu semua hanya proses yang harus dilalui. Yang paling penting adalah kita terus berusaha dan tidak menyerah. Liriknya berbunyi  seperti ini, 'like a wave, life will hit you with a shock but you'll see beneath the rocks.. like a wave, although it drags you but you'll see, it's taking you to be..'
Faye percaya bahwa inspirai menulis lagunya selalu datang dari kehiduan sehari-hari maupun dari alam sekitar. Rencananya tahun ini, ia akan membuat  album. Pada tahun lalu, ia sudah pernah membuat mini album natal. Cerita…

Urban Genitals

Sejatinya, manusialah yang melahirkan kota-kota. Namun di kesempatan sekarang, kota turut mengambil fungsi sebagai pintu kelahiran banyak perihal. Rahimnya sedikit demi sedikit membentuk manusia; melahirkan perilaku dan kebiasaan. Dan urban genitals adalah respon para penyair dan seniman visual di kota ambon. Melalui mata mereka kita diajak menonton proses kelahiran manusia-manusia kota, lengkap dengan segala kepelbagaiannya. 

Darinya kita akan dibawa ke lorong-lorong, pantai-pantai, bilik kamar tidur, layar ponsel, sol sepatu, tempat sampah, gerobak-gerobak, pusat belanja dan kerumitan pikiran manusia. Pada akhir pekan ini, mari berjalan-jalan bersama kami di sekujur kota Ambon.
Pameran Urban Genitals, akan berlangsung 5-6 mei 2017. Untuk info lebih lengkap ada di poster. Sampai jumpa!