Skip to main content

Jordy "TRUMPET BOY" Waelauruw Bercerita Tentang Album Perdananya, STANDSTILL










Jordy Waelauruw baru saja merilis single terbarunya bertajuk With You. Di single ini Jordy menampilkan Kunto Aji. With You sudah dapat ditonton di sini, dengan sentuhan lihai trumpetnya, ia seperti biasa membius pendengarnya. Namun kali ini, ia sengaja menghadirkan beberapa vokalis untuk membuat musiknya menjadi semakin tertinggal di telinga. Untuk membuat album perdananya semakin tertambat di hati banyak orang.    

“Album ini adalah album perdana saya. Di album ini nggak semuanya instrumental, berhubung nggak semua orang Indonesia bisa menerima lagu instrumental. Jadi pendengar nggak bosan hanya dengerin suara trumpet saya terus, hehehe.” Begitu alasan Jordy kepada MP ketika ditanya tentang single With You.  

“Semua lagu di dalam album ini saya bikin sendiri,” lanjutnya lagi, “tapi ada beberapa lagu yang dibantu oleh Ivan Saba dan Simon Marantika. Dan karena saya agak susah untuk bikin lirik, untuk lagu yang ada vokalnya, biasanya saya suka cerita ke vokalisnya langsung, supaya mereka dapat tulis liriknya.”

Ia pun menambahkan, “jadi inti cerita dari lagu With You ini adalah selalu ada sosok yang menemani kita dalam suka maupun duka. Sosok itu bisa pacar, keluarga maupun Tuhan,” pungkas Jordy. Tadinya lagu With You tersebut direncanakan hanya akan ada intrumen trumpet saja, tetapi kemudian di tengah jalan, ia lalu berubah pikiran, dan meminta Kunto Aji untuk mencipta lirik dan mengisi vokalnya. Selain With You, sudah pasti masih ada beberapa lagu menawan lainnya di dalam album STANDSTILL. 

Dan mengenai album STANDSTILL, ia bercerita bahwa album ini memiliki pesan yaitu apapun yang akan kita hadapi di depan, kita harus tetap berdiri tegak dan tidak boleh goyang. “Bagaimana caranya untuk bisa STANDSTILL? Di setiap lagu yang ada di album ini adalah jawabannya. Contohnya di lagu With You, sosok "you" itu buat saya pribadi adalah Tuhan. Jadi kalau teman-teman mau tetap kokoh berdiri tegak walaupun rintangan datang terus menerus, ya teman-teman harus bersama Tuhan, karena Dia setia dan nggak akan biarin kita sendirian.”

Singel With You dari album STANDSTILL sudah dapat dibeli di iTunes dan Spotify. Dan masih ada satu bocoran lagi di album ini, katanya, “oh iya di album ini saya dipercayakan untuk meng-cover satu lagu ciptaan penyanyi idola saya, yang diaransemen ulang oleh Barry Likumahuwa, penasaran lagunya apa? nanti beli albumnya ya!”

STANDSTILL yang diproduseri oleh Barry Likumahuwa dengan co-producer, Dimas Pradipta, direncanakan akan rilis pada bulan Mei yang akan datang. Setelah itu ia akan melakukan tur ke lima kota di pulau Jawa bersama Eva Celia dan Kunto Aji. Selamat menikmati perjalanan Jordy menanti album perdananya di sini


*foto dok. pribadi



Comments


  1. Fastidious response in return of this matter with genuine arguments and explaining all about that. paypal login my account official site

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kegelisahan: musisi dan penikmat musik

Saya pernah menulis sebuah lirik berjudul “Tetanggaku Pergi ke Kota” yang kemudian dinyanyikan oleh Tetangga Pak Gesang, duo musisi indie yang berasal dari Bandung. Mereka adalah Arum Dayu dan Meicy Sitorus, yang aslinya adalah penggiat foto dan dua teman baik saya. 
Sampai saat ini, album mereka sementara dikerjakan secara gerilya. Memang belum ada hasil yang bisa didengarkan secara fisik, baik itu berupa CD, kaset, maupun vinyl yang sedang menjamur akhir-akhir ini. Tetapi lagu-lagu mereka dapat didengarkan di soundcloud. 
Produktivitas meng-aransemen lagu-lagu lama dan mencipta lagu-lagu baru, kemudian diakui oleh beberapa musisi besar seperti Slank dan Efek Rumah Kaca. Yang pada akhirnya mengajak mereka untuk berkolaborasi di satu panggung. 
Yang ingin saya bahas di sini adalah bukan secara spesifik menyangkut Tetangga Pak Gesang tetapi sepenggal lirik yang saya tulis di dalam lagu Tetanggaku Pergi ke Kota: 
kita tak perlu ke kota, kita kan membuat kota.
Ketika menuliskan lirik tersebut…

Tunjukkan Apa yang Kita Cintai Dari Atas Panggung

GRIZZLY CLUIVERT NAHUSULY mulai menyayangi Hip Hop sejak ia masih duduk di kelas tiga SMP. Di tengah-tengah pencarian jati dirinya, Icy, begitu ia disapa, menemukan Hip Hop. Ia merasa tidak hanya menemukan apa yang selama ini ia gemari, ia justru menemukan dirinya sendiri.
"Saya sempat gabung di dalam paduan suara, dan kemudian saya temukan satu warna, yang rasanya saya banget, karena musiknya tidak terlalu mengandalkan suara yang merdu. Akhir 2010, saya tertarik, dan mulai mengikuti sebuah lomba namanya, BKKBN rap contest." Icy memulai ceritanya pada satu petang yang syahdu sambil menyeruput kopi hitam.
Dengan bekal binaan Hanny Wattimena (Hanny, seorang musisi Hip Hop 90-an), Hanny mendedikasikan waktunya untuk mengajar vokal, penguasaan panggung, dan bagaimana berinteraksi di panggung.
"Jam latihan kami waktu itu, biasanya jam 9 malam ke atas. Sejak saat itulah kecintaan saya terhadap Hip Hop mulai menjadi-jadi. Saya merasa bisa berekspresi dengan sesuatu yang membua…

Puisi Memberikan Jalan Untuk Menyembuhkan Diri

“Puisi mampu membantu beta memberikan jalan untuk menyembuhkan diri sendiri sebab manusia pada dasarnya ‘berpenyakitan’ betul bukan? Puisi benar-benar jadi obat di kala itu,” ujar Chalvin. Chalvin Papilaya satu dari sekian banyak anak muda yang mencintai puisi, dan punya semacam keyakinan kecil, puisi dapat menyembuhkan.
Pada tahun 2016, ia terpilih sebagai salah seorang “emerging writer” yang berangkat ke Makassar International Writers Festival. Bersama beberapa kawan lainnya yang juga berasal dari timur Indonesia, mereka menerbitkan sajak dan cerita pendek, dengan tajuk “Dari Timur 2” yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.
Chalvin katakan, “Puisi adalah pergulatan kecemasan terhadap tanda-tanda yang ada di luar diri penyair maupun di dalam dirinya sendiri—puisi bukanlah sekadar susunan kata-kata belaka.” Ungkapan ini, kemudian mengantar Chalvin untuk menerbitkan buku puisinya sendiri pada tahun 2019, berjudul “Mokolo”.



“Mokolo adalah kata sifat yang menggambarkan konteks per…