Skip to main content

Oleh-Oleh Perjalanan Natal Dari Ambon





tiba di ambon dan menikmati langit senja dari depan rumah saya. 

Natal di Ambon selalu heboh setiap tahunnya. Jalan-jalan sudah penuh dengan hiasan pohon terang sejak bulan November. Di jalan-jalan tertentu berbagai pohon pun sudah dihias dengan lampu kelap-kelip. Ini juga merupakan ajang kreativitas masyarakan untuk ide membuat pohon terang yang tidak biasa. Setiap tahun kawan-kawan dapat menemukan ide pohon terang yang berbeda.

pohon terang yang sudah berdiri sejak bulan november.


Yang menyenangkan juga bagi saya merayakan Natal di kota ini adalah aroma cat dari setiap rumah dan aroma bakaran kue dari setiap rumah. Setiap rumah pun penuh dengan kreasi masing-masing, tidak hanya pohon terang yang dihadirkan tetapi juga hiasan di dalam rumah masing-masing.

Ini salah satu contoh pohon terang yang terbuat dari botol bir.



Setiap malam tanggal 24 Desember, kebiasaan keluarga kami adalah berdoa tepat jam duabelas malam. Pada jam itu juga ada tradisi gereja membunyikan loncengnya. Tetapi sekarang karena sebelum jam duabelas pun sudah mulai bunyi petasan dimana-mana, kami selalu memutuskan untuk berdoa lebih awal. Selesai berdoa bersama, para tetangga biasanya berjalan dari satu rumah ke rumah lain untuk saling mengucap selamat Natal.

Oh ya, tanggal 22 dan 23 kemarin ada satu perhelatan bernama Christmas Carol yaitu panggung Natal di tengah jalan. Christmas Carol adalah panggung terbuka untuk setiap musisi dan artis lokal dari Ambon maupun musisi dari Jakarta. Di Christmas Carol kita dapat menyaksikan katreji (tari tradisional Maluku) yang berdansa senang di jalan.


katreji.

Makna Natal buat saya pribadi adalah damai dan sejahtera setiap hari. Merayakan Natal bagi saya itu setiap hari. Artinya lagi damai dan sejahtera itu harus saya bawa kemanapun saya pergi setiap hari.

pohon terang dan pemandangan dari depan rumah saya.


pohon terang di atas dermaga paparisa amahusu.

Semoga suatu waktu kamu bisa menikmati Natal di kota Ambon. 

Comments

Popular posts from this blog

MANUMATA Dekat di Mata Tinggal di Hati

Manumata, artinya satu atap atau berasal dari satu mata rumah. “Karena katong samua basudara.” Filosofi inilah yang menjaga Manumata sebagai sebuah grup hip-hop  dan berhasil membawa mereka tinggal di hati banyak orang.

Pertama kali saya melihat Manumata tampil di panggung pada tahun 2015, dalam sebuah acara yang digelar di Pattimura Park. Karena mereka tinggal dan berasal dari ‘satu atap’ yang sama, Manumata lekas menarik perhatian saya dengan kekompakan mereka ketika di panggung.

Pada suatu petang, saya berkesempatan mengunjungi basecamp Manumata di kawasan Air Putri-Ambon untuk mengobrol dengan empat anak keren ini. Manumata yang terdiri dari Friti Putreisya Riry (Uthe, 13 tahun), Johanes Philipus Eurilwen Petrusz (Jho, 13 tahun), Everd Arnold Riry (Ever, 15 tahun), dan Oscar Imanuel Lena (Oscar, 12 tahun), selalu mampu mengambil hati penonton dari atas panggung. Bukan hanya muda, lincah, mereka juga energik dan penuh percaya diri.

Ternyata keluwesan mereka di atas panggung sudah terb…

Tunjukkan Apa yang Kita Cintai Dari Atas Panggung

GRIZZLY CLUIVERT NAHUSULY mulai menyayangi Hip Hop sejak ia masih duduk di kelas tiga SMP. Di tengah-tengah pencarian jati dirinya, Icy, begitu ia disapa, menemukan Hip Hop. Ia merasa tidak hanya menemukan apa yang selama ini ia gemari, ia justru menemukan dirinya sendiri.
"Saya sempat gabung di dalam paduan suara, dan kemudian saya temukan satu warna, yang rasanya saya banget, karena musiknya tidak terlalu mengandalkan suara yang merdu. Akhir 2010, saya tertarik, dan mulai mengikuti sebuah lomba namanya, BKKBN rap contest." Icy memulai ceritanya pada satu petang yang syahdu sambil menyeruput kopi hitam.
Dengan bekal binaan Hanny Wattimena (Hanny, seorang musisi Hip Hop 90-an), Hanny mendedikasikan waktunya untuk mengajar vokal, penguasaan panggung, dan bagaimana berinteraksi di panggung.
"Jam latihan kami waktu itu, biasanya jam 9 malam ke atas. Sejak saat itulah kecintaan saya terhadap Hip Hop mulai menjadi-jadi. Saya merasa bisa berekspresi dengan sesuatu yang membua…

Cidade De Amboino : Lewat Rap Mari Melakukan Kebaikan!

CIDADE DE AMBOINO atau CDArap adalah salah satu dari sekian banyak grup maupun komunitas rap yang berdomisili di kota Ambon. 
Beranggotakan, Berixter Marceloy Tiwery a.k.a Q’Angel, Norman Schawarzkopf Angwarmase a.k.a Noro/Baik’ MC, Nathanel G Tuju a.k.a Ghey’C, Mozes Muskitta a.k.a Oceez, Ryo Diasz a.k.a RDZ, Klinton Tumangken a.k.a KLYN, Maryos Siahaya a.k.a i’OZ.  
Tapi sore itu saya hanya berhasil meng-interview tiga orang di antara ke tujuh personil. Simak interview saya dengan mereka, berikut ini. 
TR: selamat sore, kalau boleh mengutip seorang teman bahwa passion adalah sesuatu yang membakar diri kita dari dalam, nah kira-kira, apa yang menjadi passion dari teman-teman semua, baik itu dalam hal musik, hip-hop, rap, atau apapun?
RDZ: sebagai anak muda, kita suka melakukan banyak hal. Kita bergairah dengan hal itu. Tapi kalau bicara soal rap yang saat ini CDArap tekuni, orang-orang mulai menekuni bikin rima, bikin lirik. Awalnya, saya tidak punya motivasi lain, sama-sama asik saja, d…