Ecko Saputra Pocerato : Maluku itu Sarang Pemimpi





ecko membaca puisi di acara tempat paling liar di ambon akhir desember kemarin.





Ecko Saputra Pocerato, akrab disapa Ecko adalah laki-laki mungil dengan nyali besar. Kamu dapat menemukan ia di berbagai panggung puisi. Dengan sigap ia akan membacakan puisi dan membawamu untuk memasuki relung-relung terdalam manusia yang mungkin selama ini tak pernah kamu pahami.

Baru-baru ini ia membuka rumah baca yang berlokasi di rumahnya, daerah Karang Panjang Ambon. Dengan menyediakan buku-buku, Ecko sengaja memberikan ruang pengetahuan kepada siapapun yang hendak mampir. Ecko dengan semangat menulisnya yang tidak pernah redup, sudah menghasilkan banyak sekali puisi. Saya berkesempatan untuk membawakan Puisi Sopi yang ia karang pada pertemuan we go hangout yang diadakan oleh Wego Indonesia di Bandung beberapa tahun lalu. Ecko pun sudah merambah dunia penulisan novel. Hal ini pun dibuktikannya dengan berani menerbitkan debut novel perdananya bertajuk Pelangi Biru secara indie. Mari simak ide dan inspirasi lainnya dari wawancara Molucca Project dengan Ecko Saputra Poceratu. 


Apa sih sebenarnya yang jadi passion kamu?

Passion saya adalah menulis. Menulis kehidupan. Saya merasa begitu asing jika tidak menulis dalam sehari. Kehidupan saya adalah menulis "kehidupan".

Menurut kamu penting nggak sih jika anak muda harus punya passion?

Anak muda harus punya passion. Itu penting sekali untuk membawa kemana seorang anak muda berjalan dan berlayar. Andai tak punya passion, seseorang muda yang sebenarnya hebat malah menjadi angin musiman. Passion menjadi bagian dari pekerjaan dan sangat menentukan masa depan. Jika kita mengetahui passion kita dan mengerjakannya dengan cinta, maka tak ada lagi yang kurang. Saya teringat satu kalimat: "Pilihlah pekerjaan yang kamu cintai dan kamu tidak akan pernah merasa harus bekerja seumur hidupmu".

Apakah profesi kamu sekarang? dan apakah profesi itu mengubah hidup kamu?

Profesi saya saat ini adalah penyair dan penulis. Ya, profesi ini sangat berpengaruh dalam perubahan kehidupan saya sejak pertama kali memulainya. Saya merasa menemukan dunia yang sebenarnya dalam sastra. Pola pikir, sikap, hati, semua terbuka. Profesi ini membawa saya ke jalanan. Ke lorong lorong sempit tempat kehidupan dijalani sebenar-benarnya tanpa drama. Mata saya menjadi tajam melihat bahwa hati banyak orang perlu dilimar. Bagi saya, dunia yang luas adalah cara berpikir. Dan profesi ini telah mempengaruhi cara berpikir saya hingga detik ini.

 Adakah hal lain lagi yang ingin kamu capai dalam beberapa tahun kedepan?

Saya ingin membuat banyak karya yang bermanfaat bagi banyak orang di Maluku. Saya ingin menulis buku dan menerbitkannya untuk banyak orang. Saya ingin menyampaikan banyak hal kepada masyarakat Maluku.

Apa pendapat kamu tentang "membangun Maluku" atau "membangun kampung halaman"?

Mari bangun Maluku. Bangun dengan passion yang kita punya. Dengan jalan yang berbeda. Membangun Maluku adalah dengan karya bukan dengan senapan atau politik lagi. Berkarya saja terus setiap hari dan kita tidak akan mati. Satu karya adalah bukti bahwa kita sedang membangun Maluku dengan gaya kita dengan passion kita.

Bagaimana pendapat kamu tentang anak muda Maluku pada saat ini?

Sebagian besar anak Maluku masih belum menyadari bahwa dirinya Maluku. Masih banyak anak Muluku bicara Maluku tapi tidak kenal Maluku tidak cinta Maluku. Sebagian besar tidak berkarya dan menghabiskan waktu waktu untuk memenuhi kebutuhan gengsi dan lifestyle. Semuanya tentang pengeluaran materi, pemborosan waktu, dan tidak memberikan kontribusi untuk Maluku. Tetapi saya bersyukur, sebagian kecil anak Maluku telah menunjukkan apa itu Maluku dengan menulis puisi, lagu lagu, bermusik, teater, ekonomi kreatif, dll. Mereka mereka ini telah memberi kontribusi untuk Maluku dan perlu diteladani. Semakin banyak yang berkarya semakin banyak yang bangun dari tidur.

Tempat favorit kamu kalau sedang liburan ke Maluku (berada di kota Ambon) dan kenapa?

Saya suka di Pasar Mardika. Sebab, disitulah kehidupan menjadi lebih nyata. Semua karakter, jabatan, persungutan, kebutuhan saling berpakaian tanpa memikir perbedaan. Saya tidak ingin hidup lepas dari realita. Keindahan itu bagi saya adalah kebersamaan di tempat yang paling banyak perbedaannya.

Siapa inspirasi terbesar buat kamu?

Inspirasi saya adalah Yesus. Seniman kehidupan. Karya-karyanya adalah seni paling realistis.

 Apa harapan kamu untuk Maluku?

Semoga setiap generasi di Maluku menjadi Maluku dengan bekarya sebaik-baiknya pada jalan masing-masing.




Comments