Skip to main content

19 Things I Love About Ambon Manise





Ambon Manise masih seksi. Bukan karena saya lahir dan besar di kota ini saja, tetapi karena saya memilih untuk mencintai kota ini dengan segala kelebihan pun kekurangannya. 

Bukan berarti melupakan yang pahit begitu saja, namun izinkan saya move on dengan mengumpulkan ingatan-ingatan manis di kota Ambon Manise. Karena saya percaya ini adalah satu cara dari banyaknya cara untuk mencintai kota Ambon Manise lebih lagi. Pada tanggal 19 Januari ini, sebagaimana banyak masyarakat mengingat tanggal sakral ini sebagai pecahnya kerusuhan di Ambon. Saya mau mengingat tanggal ini dengan cara lain. Yaitu cara-cara kecil, sederhana, dan manis, tentang Ambon Manise yang masih magis. 

Maka inilah 19 Things I Love About Ambon Manise (19 Hal Yang Paling Dicintai dari Ambon Manise) selamat menikmati.

1. Langit biru yang tidak basa-basi 


Kota ini memang diberkahi dengan langit biru yang tidak basa-basi. Coba sekali-kali sempatkan jalan kaki dan nikmati kesenangan di kota ini dengan memandangi langit biru. Semoga hati dan pikiranmu luas dan jernih seperti langit biru!

2. Mama papalele dengan kebaya manis


Suatu pengalaman mewah jika bertemu dengan Mama papalele. Papalele memiliki arti membawa atau memikul barang dagangan berkeliling. Ada kebanggaan sekaligus kekuatan ketika melihat Mama papalele.

3. Rumah warna-warni seperti gula-gula

foto oleh weslly johannes.

Saya selalu kagum dengan cat yang dipilih untuk memupuri rumah. Kadang warna-warni yang dipilih seperti rumah-rumah yang ada di dongeng.

4. The best kue cina in town! 


Jika di Jogjakarta ada bakpia. Maka di kota Ambon ada kue cina. Lapisan luarnya hampir mirip bakpia, hanya lebih kokoh dengan isi kacang hijau dan kacang hitam.

5. Jaring ikan mirip kelambu


Tak hanya berfungsi untuk menjaring ikan tetapi juga bisa berfungsi sebagai kelambu untuk bermain rumah-rumah kecil.

6. Workshop Coffee

foto oleh aldy patrick.

Bukan kedai kopi biasa. Workshop Coffee, penuh dengan acara-acara hits. Dan jadi satu tempat bertukar cerita yang menyenangkan.

7. Pantai dengan foto bagus tanpa edit


Pemandangan dengan gradasi seperti ini akan dengan mudah kamu temukan ketika tamasya di pantai manapun. Jika tidak percaya, silakan buktikan sendiri. 

8. My everyday view (from home)


Tinggal di atas gunung, sunyi, dan menawan. Ini adalah pemandangan wajib setiap tahun ketika merayakan Natal di rumah.

9. Bangunan ruko jadul


Melihat bangunan ruko jadul seperti ini selalu nostalgik. Apalagi buat kawan-kawan yang besar di Ambon pada tahun 90-an. 

10. Seragam baris 



Muda mudi berseragam seperti pada gambar di atas akan mudah ditemukan ketika hari ulang tahun kota Ambon. Mereka siap meramaikan dengan kegiatan baris atau pawai di jalan. 

11. Katreji di jalan



Melihat katreji (tarian tradisional Maluku) biasanya di pesta penyambutan pemerintahan atau pesta rakyat yang lebih formal. Tapi kini kamu dapat menyaksikannya di tengah jalan.

12. Matahari tenggelam dan pohon terang



It's kinda my favourite thing about this city!

13. Perempatan gereja silo



Entahlah tapi bagian ini selalu memukau bagi saya. Barangkali karena perpaduan bangunan baru (gereja silo) dan bangunan lama, bangunan dengan jendela kotak-kotak (kopi sariwangi). Serasa di Manhattan.

14. Jalan AY. Patty


Saya suka jalan kaki di sini, lurus-lurus ke Lapangan Merdeka. Saya suka trotoar-nya yang lebar-lebar.

15. Santai Beach


Menyukai warna-warni di pantai ini.

16. Pofertjes dan coffee


Mereka tidak selamanya pasangan yang menarik. Tetapi mereka selalu bikin rindu. Betul? 

17. #trotoART

foto dari twitter.

Pertunjukan seni di atas trotoar: ketika musisi, pemain teater, penyanyi, pembaca puisi, pelukis melebur menjadi satu. Karena seni adalah persahabatan. Oh, hanya di acara yang satu ini. 

18. Cakrawala



Ambon Manise: semoga hidupmu penuh kesetiaan, kebaikan hati, dan hidup baku sayang.

19. Bintang dimana-mana



foto oleh petra ayowembun.

Hanya di kota ini kamu dapat temukan Beer dimana-mana. Saya tidak suka pemabuk. Saya lebih suka pemabuk cinta. 

Selamat merayakan tanggal 19 Januari dengan 19 Hal Yang Paling Dicintai dari Ambon Manise. Sesungguhnya Ambon Manise hari ini jauh lebih kuat dari hari-hari kemarin!


salam sayang,

redaksi. 








Comments

Popular posts from this blog

Kegelisahan: musisi dan penikmat musik

Saya pernah menulis sebuah lirik berjudul “Tetanggaku Pergi ke Kota” yang kemudian dinyanyikan oleh Tetangga Pak Gesang, duo musisi indie yang berasal dari Bandung. Mereka adalah Arum Dayu dan Meicy Sitorus, yang aslinya adalah penggiat foto dan dua teman baik saya. 
Sampai saat ini, album mereka sementara dikerjakan secara gerilya. Memang belum ada hasil yang bisa didengarkan secara fisik, baik itu berupa CD, kaset, maupun vinyl yang sedang menjamur akhir-akhir ini. Tetapi lagu-lagu mereka dapat didengarkan di soundcloud. 
Produktivitas meng-aransemen lagu-lagu lama dan mencipta lagu-lagu baru, kemudian diakui oleh beberapa musisi besar seperti Slank dan Efek Rumah Kaca. Yang pada akhirnya mengajak mereka untuk berkolaborasi di satu panggung. 
Yang ingin saya bahas di sini adalah bukan secara spesifik menyangkut Tetangga Pak Gesang tetapi sepenggal lirik yang saya tulis di dalam lagu Tetanggaku Pergi ke Kota: 
kita tak perlu ke kota, kita kan membuat kota.
Ketika menuliskan lirik tersebut…

Tunjukkan Apa yang Kita Cintai Dari Atas Panggung

GRIZZLY CLUIVERT NAHUSULY mulai menyayangi Hip Hop sejak ia masih duduk di kelas tiga SMP. Di tengah-tengah pencarian jati dirinya, Icy, begitu ia disapa, menemukan Hip Hop. Ia merasa tidak hanya menemukan apa yang selama ini ia gemari, ia justru menemukan dirinya sendiri.
"Saya sempat gabung di dalam paduan suara, dan kemudian saya temukan satu warna, yang rasanya saya banget, karena musiknya tidak terlalu mengandalkan suara yang merdu. Akhir 2010, saya tertarik, dan mulai mengikuti sebuah lomba namanya, BKKBN rap contest." Icy memulai ceritanya pada satu petang yang syahdu sambil menyeruput kopi hitam.
Dengan bekal binaan Hanny Wattimena (Hanny, seorang musisi Hip Hop 90-an), Hanny mendedikasikan waktunya untuk mengajar vokal, penguasaan panggung, dan bagaimana berinteraksi di panggung.
"Jam latihan kami waktu itu, biasanya jam 9 malam ke atas. Sejak saat itulah kecintaan saya terhadap Hip Hop mulai menjadi-jadi. Saya merasa bisa berekspresi dengan sesuatu yang membua…

Puisi Memberikan Jalan Untuk Menyembuhkan Diri

“Puisi mampu membantu beta memberikan jalan untuk menyembuhkan diri sendiri sebab manusia pada dasarnya ‘berpenyakitan’ betul bukan? Puisi benar-benar jadi obat di kala itu,” ujar Chalvin. Chalvin Papilaya satu dari sekian banyak anak muda yang mencintai puisi, dan punya semacam keyakinan kecil, puisi dapat menyembuhkan.
Pada tahun 2016, ia terpilih sebagai salah seorang “emerging writer” yang berangkat ke Makassar International Writers Festival. Bersama beberapa kawan lainnya yang juga berasal dari timur Indonesia, mereka menerbitkan sajak dan cerita pendek, dengan tajuk “Dari Timur 2” yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.
Chalvin katakan, “Puisi adalah pergulatan kecemasan terhadap tanda-tanda yang ada di luar diri penyair maupun di dalam dirinya sendiri—puisi bukanlah sekadar susunan kata-kata belaka.” Ungkapan ini, kemudian mengantar Chalvin untuk menerbitkan buku puisinya sendiri pada tahun 2019, berjudul “Mokolo”.



“Mokolo adalah kata sifat yang menggambarkan konteks per…