Skip to main content

Posts

Showing posts from 2017

Hingga Malam Bersama Perempuan Sore: Pelucuran Buku Perempuan Sore karya Theoresia Rumthe

Minggu sore (26/11) di Mr. Guan Coffee & Books, Theoresia Rumthe meluncurkan bukunya, "Perempuan Sore." Peluncuran buku itu diawali dengan workshop "Cara-Cara Tidak Kreatif Untuk Menulis Puisi" yang diikuti belasan peserta. Kurang lebih satu jam, Theo mengajak mereka bermain-main dengan kata; mengubah pesan whatsapp menjadi puisi, mengubah aroma dan tekstur biji kopi menjadi puisi, termasuk "mencuri" judul-judul buku untuk membuat puisi. 
Dari ruang workshop, bersamaan dengan sore yang tumpah di jendela-jendela tua, kehangatan acara hari itu berpindah ke ruang utama Mr. Guan Coffee & Books. Di situ, percakapan santai seputar penerbitan buku pada penerbit indie dimulai. Mas Ardi dari Bookslife berbagi pengalamannya mengelola penerbitan buku secara online dan offline. Sementara Vinca Callista bercerita tentang pengalaman menerbitkan bukunya, "Travel Mates," secara online di Bookslife yang dikelola oleh suami-istri Ardianto Agung Santoso dan…

Fis Duo Meluncurkan Album Doa dan Nyali di Kedai Cas, Bandung

Pada Sabtu lalu, acara malam puisi dan peluncuran album Doa dan Nyali oleh Fis Duo berlangsung dengan syahdu. Fis Duo yang digawangi oleh Ferdy Soukotta (gitar dan vokal), Chrisema Latuheru (biola dan vokal) dibantu oleh dua kawan, Rico Matahelumual (hawaiian/steel guitar), dan Zifyon Pattinama (tifa dan rain stick).




Mereka tiba di Bandung, pada Jumat sore dengan kereta, beramai-ramai tidur di ruang tengah yang disediakan oleh Kedai Cas milik Vira dan Ihsan. Di hari peluncuran, hujan turun sejak petang, padahal pukul tujuh nanti acara akan dimulai. Tak disangka, hujan berhenti di pukul tujuh kurang sedikit dan acara kemudian dimulai.
Acara dibuka dengan Alunan Semesta yang jenaka dan membawakan tiga lagu mereka diselingi dengan puisi-puisi yang dibacakan oleh Aulia Akbar, Safiera, dan Teti Diana. Dhira Bongs membawakan dua lagunya dan menceritakan pengalaman tur Jepangnya. Setelah itu Putri Khansa membacakan satu puisinya. Sementara itu, Weslly Johannes di sebuah pojok mengetikan nama m…

#somegoodvibes: Pesta Rakyat Banda 2017

Pesta Rakyat Banda 2017 bermaksud memperingati 350 tahun ditandatanganinya Perjanjian Breda. Selama 350 tahun ini, Kepulauan Banda seakan tenggelam dari cakrawala, tetapi sekarang sudah waktunya untuk bangkit kembali. Begitu banyak yang dapat kami perlihatkan. Dengan pesta rakyat ini kami berharap semua dapat melihat dan menikmati keindahan Kepulauan Banda, keramahtamahan warganya, dan tentunya kekayaan sejarahnya yang telah memberi warna unik pada budaya lokal.
Tentang perjanjian Pulau Breda sendiri, perjanjian ini ditandatangani oleh pihak Belanda dan Kerajaan Inggris di Kota Breda, Netherland. Isi utama dari perjanjian ini adalah kerajaan Inggris harus angkat kaki dari Pulau Run, dan sebagai gantinya Belanda menyerahkan Pulau Manhattan yang menjadi koloninya kepada Inggris.
Belanda sendiri menjajah Pulau Manhattan pada 1624. Manhattan kala itu dinamai ‘Nieuw Amsterdam’ oleh Belanda. Setelah Belanda memberikan pulau Manhattan kepada Inggris untuk ditukar dengan Pulau Run, Inggris meng…

SOFTEAST: Dan Kau Memilih Dia

SOFTEAST di peluncuran single mereka di workshop coffee ambon, maret lalu. foto oleh SJzand.

SOFTEAST: band idola masa kini yang terdiri dari Michael Pelupessy, Aditya Titaley, Marvil Lewaherilla, dan Helmy Leinussa ini, Maret lalu baru saja meluncurkan single terbaru mereka 'Dan Kau Memilih Dia' single-nya bisa kamu unggah di sini, yuk simak sedikit obrolan hangat di balik single ini bersama mereka.
Siapa pencipta lagu ini dan cerita apa di balik lagu ini (ada pengalaman pribadi kah di balik lagu ini?)
Lirik Dan Kau Memilih Dia ditulis oleh Ido Kainama bersama keyboardist SOFTEAST Rhiofaldo. Lagu ini merupakan pengalaman pribadi Ido yang ketika itu baru saja ditinggalkan sang kekasih.
Berapa lama proses dari pembuatan lirik, aransemen, kemudian direkam, apakah ada kesulitan ketika mengerjakan single ini?
Penulisan liriknya sekitar bulan Maret. Proses rekaman sekitar dua bulan. Hambatan terbesar adalah masalah waktu, karena kesibukan masing-masing personil sehingga proses yang ta…

The Spice Islands: Maluku itu Dolo, Sakarang, (dan) Nanti!

The Spice Islands tak hanya berbumbu, ia menyisakan pedas di lidah dan membuat rasa penasaran yang besar untuk mengenal kira-kira bumbu apa yang dipakai untuk meracik keingintahuanmu terhadap perihal simbol yang nantinya akan menghubungkanmu juga untuk mengenal lebih lanjut dengan sejarah Maluku. Beberapa postingan yang diikuti oleh Molucca Project baik di laman instagram @thespiceislands maupun di page facebook The Spice Islands berisikan banyak hal menarik. Salah satunya adalah hashtag #TauKaTrada yang sering dipakai untuk menceritakan tentang fakta-fakta sejarah Maluku—yang barangkali selama ini abai dari kalangan sebagian orang muda Maluku. Tapi yang menarik dari The Spice Islands adalah cara penyajian informasi sejarah tersebut yang ringan dan enak untuk dibaca. Ketika ditanya, kenapa The Spice Islands tidak membuat satu situs web, mereka menjawab bahwa sejauh ini instagram dan page facebook masih dapat menampung isi dari The Spice Islands sendiri. Berikut adalah sedikit bincang-…

BaileoDOC: (2) Serius Dengan Dokumenter

Bicara soal perkembangan film apalagi dokumenter, saat ini dapat dikatakan lumayan marak, bahkan kawan Ipank dengan film Banda pun mengambil jalur itu. Nah, apakah kawan-kawan dari BaileoDOC  tetap percaya untuk ada di jalur dokumenter? dan bagaimana komentar kawan-kawan BaileoDOC soal masa depan dokumenter di Indonesia pada umumnya dan di Maluku pada khususnya?
Saat ini BaileoDOC masih tetap percaya pada kekuatan dokumenter sebagai medium untuk berkarya dan berkontribusi bagi kerja-kerja kebudayaan. Tahun ini, BaileoDOC memproduksi sebuah film berjudul Pendayung Terakhir yang disutradari oleh Ali B Kilbaren, mahasiswa IAIN Ambon. Film ini mencoba membuka ruang diskusi dan turut mengkritisi kebijakan pemerintah yang menganak-tirikan para pendayung perahu yang beroperasi di bawah jembatan Merah Putih. Sutradaranya, Ali, memandang kebijakan pemerintah yang hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur dan melupakan pekerja kecil seperti pendayung perahu. Padahal 200 kepala keluarga b…

BaileoDOC: (1) Tentang NgoFi

Molucca Project beberapa kali hanya mengikuti perkembangan sepotong-sepotong tentang NgoFi melalui media sosial. Sebuah acara obrolan tentang film yang diadakan di beberapa kafe di kota Ambon. Dan baru sekarang, akhirnya punya kesempatan mengobrol dengan kawan-kawan dari BaileoDOC, walaupun hanya via email, tapi semoga obrolan singkat mengenai apa itu ngoFi? film-film apa saja yang pernah diputar di NgoFi? dan apakah ada pembicara yang pernah diundang untuk datang ke NgoFi? bagaimana proses diskusi berjalan? ada tantangan ketika menjalankan ngoFi? semoga bacaan ini dapat memberikan sebuah angin segar kepada penggemar film khususnya dokumenter di kota Ambon, dan sekaligus mau mengundang penggiat dokumenter di seluruh Indonesia, jika hendak memutar film kalian, silakan kirim email ke baileodoc@gmail.com.




NgoFi atau Ngobrol Film adalah forum apreasiasi film alternatif yang diinisiasi oleh tiga komunitas film yakni BaileoDOC, Obscura Alhazen dan Beta Films, untuk menampilkan film-film buat…

Elpido Meido Soplantila: Maluku itu Home, Love & Happiness

Apa sih sebenarnya yang jadi passion kamu?
Jujur, Saya memerlukan waktu yang cukup lama untuk menjawab pertanyaan ini. Akhirnya saya memutuskan untuk 'loncat' ke pertanyaan no 2 hingga no 10 dulu sebelum benar-benar yakin dengan jawaban saya mengenai 'passion'. Bukan karena saya tidak tahu apa sebenarnya passion saya, tetapi justru karena saya suka melakukan banyak hal dengan 'gairah' yang besar, hahaha. Dan semua dilakukan dengan sungguh-sungguh. So if you ask what my passion is, jawabannya agak absurd. Saya sungguh menghargai hidup dan selalu berusaha mensyukuri segala sesuatu yang saya alami dalam hidup. Dan passion terbesar saya adalah "membuat orang lain bahagia". Agak absurd bukan? Tetapi itu yang saya yakini. Karena saya percaya, apa yang saya beri, itu yang saya terima. Jadi buatlah orang lain bahagia maka kebahagiaanlah yang saya terima.
Menurut kamu penting tidak sih jika anak muda harus punya passion?
Memiliki 'gairah' itu sangat pe…

Sebuah Kolaborasi Bertajuk Pulang

our new collaborations:
@moluccaproject X @wawbaw Series

bertajuk PULANG:
sebab cinta anak-anak pulau adalah putih tulang di tanah rantau dan rindu pulang yang selalu ingin kita ulang.

totebag PULANG 100K (belum termasuk ongkir)

bahan kanvas
ukuran 40x40 cm
panjang tali tangan 80 cm

Pesan via LINE:  @theoresiarumthe / Email: moluccaproject@gmail.com dan tidak melayani pemesanan via jalur lain.









Dave Syauta: Maluku itu Cool, Creative & Distinctive

“Kalau kata Andy Warhol, The Best Art is When I’m Working. Jadi, seni yang terbaik adalah dalam mengerjakan prosesnya itu. Maka suatu hari terciptalah ‘Life Is A Big Joke’ dan itu sebenarnya seperti kata-kata aja.” Ungkap Dave Syauta, yang dikutip dari sini. Life Is a Big Joke adalah single pertama dari The Paps yang keluar di tahun 2004. Molucca Project mewawancarai Dave, musisi dan visual artist berdarah Maluku ini, untuk mengetahui pendapatnya tentang Maluku dan apapun yang menjadi passion-nya. Wawancara yang hanya terjadi di email ini tidak panjang lebar, namun semoga ia dapat membawa satu kabar baik untukmu.


Apa sih sebenarnya yang jadi passion kamu?
Sound dan vision.
Menurut kamu penting tidak sih jika anak muda harus punya passion?
Buat saya, tidak ada yang lebih ideal selain manusia yang hidup dan bekerja mengikuti passion-nya. Passion dan action tidak bisa dipisahkan, seperti iman dan tindakan, dia adalah sesuatu yang dipercayai, diyakini, diperjuangkan, ditindaklanjuti, dan di…