Skip to main content

Tempat Paling Liar Di Muka Bumi : Qubeland 2016






Sorasoca adalah sebuah gerakan literasi di kota Bandung yang menjadi salah satu 'qube' di Qubicle (@qubicle_id). Kabar-kabar menyenangkan dan menggugah dapat dibaca pada lamannya. Kami beruntung sekali diberi ruang dan kesempatan untuk memperkenalkan hal-hal yang kami cintai dan sedang kami kerjakan: live poem dan musikalisasi puisi di #Qubeland2016.

Panggung Qubeland 2016 adalah perayaan kreativitas sekaligus ruang berinteraksi, berbagi, dan belajar yang diinisiasi oleh Qubicle dan qube-qube kerennya. Kreativitas yang sangat beragam dihadirkan dalam satu ruang-waktu. Qubeland 2016 adalah panggung pertama kami di Jakarta. Di sana empat puisi dari buku 'Tempat Paling Liar di Muka Bumi' kami nyanyikan. 'Mencintaimu dari Jauh' dan 'Jangan Berani' adalah dua judul yang dimusikalisasi oleh Fis Project (duo Ferdy Karel Soukotta dan Chrisema R Latuheru).



Musikalisasi puisi adalah kesenangan. Godaan untuk melakukannya jarang bisa ditolak. Bagi kami, puisi adalah pikiran-pikiran yang menemukan bunyi dan perasaan-perasaan yang menemukan nada. Kata-kata adalah bunyi. Perasaan menentukan tinggi-rendahnya. Puisi sejatinya adalah bunyi-bunyi yang bernada. Puisi-puisi yang kami nyanyikan adalah puisi kami berdua. Menyanyikan puisi-puisi sendiri itu suatu pengalaman yang menggairahkan. Puisi-puisi itu seperti lahir kembali dalam bentuk dan kekuatan yang baru. Sejauh ini, ukulele adalah instrumen yang kami rasa cocok.

Selain musikalisasi puisi, di sana kami juga melakukan #livepoem. #livepoem adalah pengetikan puisi secara langsung dari nama pengunjung. Puisi itu menjadi satu hadiah kecil bagi setiap orang yang datang ke pojok Sorasoca dan ingin namanya dipuisikan.



120 puisi sejauh ini adalah jumlah paling banyak dari beberapa perjalanan #livepoem yang pernah dilakukan sebelumnya. 120 puisi barangkali adalah rekor baru bagi Olivetti Lettera 82, buatan Yugoslavia, milik ayahanda bung Zaky Yamani. Terima kasih banyak, bung! Dan kopi yang selalu dihadirkan oleh Mbak Rere adalah jeda yang tak terkatakan nikmatnya. #livepoem adalah usaha-usaha menahan diri dari gairah untuk 'menyunting pikiran' sendiri. Bagi kami, mengetik puisi langsung dari nama-nama yang indah itu melatih pikiran untuk mengalir saja; berlatih untuk tak menjadi tiran atas pikiran sendiri; suatu latihan yang tak selalu mulus.

Kawan-kawan yang namanya dipuisikan bilang bahwa mereka senang. Ini pelajaran kecil bagi kami dan bagi semua bahwa puisi adalah 'perbuatan' baik, sekali pun tersusun dari hanya kata-kata. Ini suatu kesadaran pentingnya kata (bahasa) bagi relasi-relasi manusia. Bahwa kata-kata bukan hanya senjata, tetapi juga obat dan jembatan untuk dua atau banyak hati dan kepala.



Mengetik puisi secara langsung (#livepoem) adalah sebuah peristiwa, bukan sekedar cara lain menulis puisi. Karena itu, ia adalah pengalaman yang tak dapat diulang. Terima kasih untuk semua kawan yang datang ke #Qubeland2016 dan singgah di pojok @sorasoca dan semua yang memungkinan pengalaman indah itu. Elan, Fierzha, Bona, dan Huyogo, terima kasih telah mendokumentasikan pengalaman-pengalaman bersama. Semoga abadi.

Sekali lagi, kami ingin mengucapkan terima kasih untuk lapak #livepoem yang telah disediakan oleh @qubicle_id dan @sorasoca. Untuk setiap pengunjung yang datang kemarin pun kami mau bilang terima kasih karena sudah percaya kepada satu kebaikan kecil. Dan tunggu kisah perjalanan #livepoem selanjutnya dari kami.


Salam hangat kami,


Theoresia Rumthe & Weslly Johannes



*foto oleh Elan Budikusumah dan Fierza Fajri dari @sorasoca


Comments

Popular posts from this blog

Tunjukkan Apa yang Kita Cintai Dari Atas Panggung

GRIZZLY CLUIVERT NAHUSULY mulai menyayangi Hip Hop sejak ia masih duduk di kelas tiga SMP. Di tengah-tengah pencarian jati dirinya, Icy, begitu ia disapa, menemukan Hip Hop. Ia merasa tidak hanya menemukan apa yang selama ini ia gemari, ia justru menemukan dirinya sendiri.
"Saya sempat gabung di dalam paduan suara, dan kemudian saya temukan satu warna, yang rasanya saya banget, karena musiknya tidak terlalu mengandalkan suara yang merdu. Akhir 2010, saya tertarik, dan mulai mengikuti sebuah lomba namanya, BKKBN rap contest." Icy memulai ceritanya pada satu petang yang syahdu sambil menyeruput kopi hitam.
Dengan bekal binaan Hanny Wattimena (Hanny, seorang musisi Hip Hop 90-an), Hanny mendedikasikan waktunya untuk mengajar vokal, penguasaan panggung, dan bagaimana berinteraksi di panggung.
"Jam latihan kami waktu itu, biasanya jam 9 malam ke atas. Sejak saat itulah kecintaan saya terhadap Hip Hop mulai menjadi-jadi. Saya merasa bisa berekspresi dengan sesuatu yang membua…

Weslly Johannes : Beta Sayang Kenangan

Weslly Johannes adalah seorang penyair. Ia mencintai kata-kata. Kesan pertama ketika bertemu dengannya adalah ia sangat teduh, seperti melihat lautan, ketika berlayar diatasnya, kemudian baru kita menemukan banyak sekali gelombang-gelombang. Ia menyukai, menghabiskan waktu di daerah sekitar rumahnya, di Ambon, yaitu pada bangku yang terletak di bawah pohon nangka, dari situ ia dapat melihat Tanjung Alang dan matahari tenggelam. Di sanalah kemudian puisi-puisinya lahir. Selain itu Teluk Kayeli, adalah tempat favoritnya, ketika menceritakan tentang Teluk Kayeli, ada rasa haru sekaligus rindu, seperti ingin selalu kembali ke sana. 
Saat ini ia tinggal di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat, karena harus menyelesaikan proses Vikaris (proses sebelum kemudian menjadi seorang pendeta) dan kemudian saya adalah orang yang paling beruntung, ketika mendapatkan kesempatan mengobrol dengannya. 
Kata yang paling banyak kita temui di dalam puisi puisi Weslly Johannes yaitu kenangan. Manusia pada akhirnya …

Lebih Peka Dengan Keadaan Sekeliling

Syamsul Bahry Fakoubun atau lebih dikenal dengan nama Andrey Fakoubun, memulai konten youtube-nya dengan tajuk LOKAL VOKAL. Ia telah mewawancarai musisi, rapper, selebgram, hingga caleg muda asal kota Ambon. Molucca Project mengajak Andrey untuk chat dan membahas tentang apa sih yang ada di balik konten LOKAL VOKAL dan mengapa penting untuk mengabarkan kabar baik melalui video. Berikut wawancara singkat kami bersama Andrey:
Mengapa sih tertarik dengan membuat video youtube? Mengapa memilih untuk menjadi yutuber? Kira-kira menurutmu apa dampak besar dari sebuah video yang ditonton olah banyak orang?
Awalnya mau membuat video youtube, karena saya tidak punya skill. Pengetahun tentang sajak terbatas, musik terbatas. Bisa sih, tapi tidak ahli. Kemudian saya kenal dengan orang-orang yang kompeten di bidang itu semua. Nah, youtube saya ini adalah wadah untuk mengapresiasi mereka. Jadi walau tidak punya skill yang sama dengan mereka, saya punya cara lain untuk mengabarkan kepada kawan-kawan di…