Skip to main content

Tempat Paling Liar di Muka Bumi : Jogjakarta




tempat paling liar di jogjakarta yang berlokasi di jalan raya seturan





Jumat, 18 November 2016. Hari itu kembali diguyur hujan. Kami tidak tahu mengapa setiap kali kami hendak membuat peluncuran Tempat Paling Liar di Muka Bumi selalu saja hujan datang menemani. Mungkin sudah nasibnya begitu.

Tergopoh-gopoh dari Salatiga, kami menumpangi bis jurusan Solo. Memasuki Solo, kaca jendela bis yang kami tumpangi pecah. Usut punya usut, kaca jendela tersebut pecah dikarenakan terkena lontaran batu dari laju kendaraan dari sisi jalan yang lain. Bis sempat berhenti karena ada satu penumpang yang berdarah dan harus mengurusi ke pihak kepolisian. Untunglah ketika kami diturunkan, kami tinggal menyeberang untuk naik bis lainnya ke arah Jogjakarta.

Drama bis belum usai. Kali ini bis jurusan Jogjakarta yang kami tumpangi pun memiliki kondisi yang lumayan reyot. Kekhawatiran kami pun menjadi kenyataan, persis di depan Prambanan, bis yang kami tumpangi pun mogok dengan sukses. Kami lalu mencari akal supaya segera sampai di tempat acara. Dengan menumpangi ojek, kami lalu menuju Terminal Trans Jog. Sesampai di sana, menunggu hampir 30 menit baru kemudian kami bisa naik Trans Jog menuju ke Terminal Bandara Adisucipto. Kemudian dari Bandara Adisucipto dengan menumpangi taksi kami lalu menuju D’Beer Cafe di jalan Seturan.

Selamat sampai di tujuan! Makan sebentar, menunggu kawan-kawan datang, baru kemudian kami mulai #tempatpalingliardijogjakarta. Acara pun dibuka oleh kami berdua dengan puisi Mantra “Aku ingin menjadi tenang dan mencintaimu tanpa banyak kekhawatiran” Setelah itu giliran Fis Project yang menguasai panggung dengan syahdu. Di malam itu mereka melagukan puisi dari Tempat Paling Liar di Muka Bumi: Mencintaimu Dari Jauh, Jangan Berani, dan juga membawakan lagu mereka sendiri. Beberapa kawan-kawan asal Maluku yang hadir di malam itu juga membacakan puisi dari buku Tempat Paling Liar di Muka Bumi: terima kasih kepada Bimbim, Michael Alfredo, Idra, Fahmi Pellu dan Larasati, Garry dan Devi.

 fis project yang tetap syahdu

fahmi dan laras yang membacakan puisi dari tempat paling liar di muka bumi

Hadir juga Mas Her dari Jogjakarta yang membacakan puisi Wiji Thukul. Kerumunan malam itu penuh dengan keliaran-keliaran manis. Beberapa puisi yang dibawakan tidak hanya dari buku Tempat Paling Liar di Muka Bumi, tetapi ada juga puisi-puisi ciptaan sendiri yang juga dilantunkan dengan berani. Keramahan dari D’Beer Cafe juga patut kami sanjungkan. Bukan hanya sudah menyediakan tempat yang nyaman, setiap kami juga dilayani dengan sangat baik.

Jogjakarta hangat dan liar. Pembacaan puisi, musik, bir dan teman-teman. Segala sesuatu biasa-biasa saja, namun berisi api. Cinta yang membakar tanpa menjadikan abu. Cinta yang seluas hidup: Nusa Ina, Leihitu, Leitimor, Wiji Thukul, bunga dan tembok, cinta yang berwarna. Maluku, Jawa, Papua, Kalimantan, beda nada-nada dalam satu lagu. Kami dan #TempatPalingLiarDiMukaBumi telah disambut dengan hangat.





Terima kasih Jogjakarta! Sampai jumpa di Tempat Paling Liar di Jakarta dan Tempat Paling Liar di Ambon, sesungguhnya keliaran-keliaran ini belum berakhir kawan!

Salam sayang dari Tempat Paling Liar di Muka Bumi,

Theoresia Rumthe & Weslly Johannes



Comments

Popular posts from this blog

Tunjukkan Apa yang Kita Cintai Dari Atas Panggung

GRIZZLY CLUIVERT NAHUSULY mulai menyayangi Hip Hop sejak ia masih duduk di kelas tiga SMP. Di tengah-tengah pencarian jati dirinya, Icy, begitu ia disapa, menemukan Hip Hop. Ia merasa tidak hanya menemukan apa yang selama ini ia gemari, ia justru menemukan dirinya sendiri.
"Saya sempat gabung di dalam paduan suara, dan kemudian saya temukan satu warna, yang rasanya saya banget, karena musiknya tidak terlalu mengandalkan suara yang merdu. Akhir 2010, saya tertarik, dan mulai mengikuti sebuah lomba namanya, BKKBN rap contest." Icy memulai ceritanya pada satu petang yang syahdu sambil menyeruput kopi hitam.
Dengan bekal binaan Hanny Wattimena (Hanny, seorang musisi Hip Hop 90-an), Hanny mendedikasikan waktunya untuk mengajar vokal, penguasaan panggung, dan bagaimana berinteraksi di panggung.
"Jam latihan kami waktu itu, biasanya jam 9 malam ke atas. Sejak saat itulah kecintaan saya terhadap Hip Hop mulai menjadi-jadi. Saya merasa bisa berekspresi dengan sesuatu yang membua…

Weslly Johannes : Beta Sayang Kenangan

Weslly Johannes adalah seorang penyair. Ia mencintai kata-kata. Kesan pertama ketika bertemu dengannya adalah ia sangat teduh, seperti melihat lautan, ketika berlayar diatasnya, kemudian baru kita menemukan banyak sekali gelombang-gelombang. Ia menyukai, menghabiskan waktu di daerah sekitar rumahnya, di Ambon, yaitu pada bangku yang terletak di bawah pohon nangka, dari situ ia dapat melihat Tanjung Alang dan matahari tenggelam. Di sanalah kemudian puisi-puisinya lahir. Selain itu Teluk Kayeli, adalah tempat favoritnya, ketika menceritakan tentang Teluk Kayeli, ada rasa haru sekaligus rindu, seperti ingin selalu kembali ke sana. 
Saat ini ia tinggal di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat, karena harus menyelesaikan proses Vikaris (proses sebelum kemudian menjadi seorang pendeta) dan kemudian saya adalah orang yang paling beruntung, ketika mendapatkan kesempatan mengobrol dengannya. 
Kata yang paling banyak kita temui di dalam puisi puisi Weslly Johannes yaitu kenangan. Manusia pada akhirnya …

Lebih Peka Dengan Keadaan Sekeliling

Syamsul Bahry Fakoubun atau lebih dikenal dengan nama Andrey Fakoubun, memulai konten youtube-nya dengan tajuk LOKAL VOKAL. Ia telah mewawancarai musisi, rapper, selebgram, hingga caleg muda asal kota Ambon. Molucca Project mengajak Andrey untuk chat dan membahas tentang apa sih yang ada di balik konten LOKAL VOKAL dan mengapa penting untuk mengabarkan kabar baik melalui video. Berikut wawancara singkat kami bersama Andrey:
Mengapa sih tertarik dengan membuat video youtube? Mengapa memilih untuk menjadi yutuber? Kira-kira menurutmu apa dampak besar dari sebuah video yang ditonton olah banyak orang?
Awalnya mau membuat video youtube, karena saya tidak punya skill. Pengetahun tentang sajak terbatas, musik terbatas. Bisa sih, tapi tidak ahli. Kemudian saya kenal dengan orang-orang yang kompeten di bidang itu semua. Nah, youtube saya ini adalah wadah untuk mengapresiasi mereka. Jadi walau tidak punya skill yang sama dengan mereka, saya punya cara lain untuk mengabarkan kepada kawan-kawan di…