Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2016

Tempat Paling Liar di Muka Bumi : Jogjakarta

tempat paling liar di jogjakarta yang berlokasi di jalan raya seturan




Jumat, 18 November 2016. Hari itu kembali diguyur hujan. Kami tidak tahu mengapa setiap kali kami hendak membuat peluncuran Tempat Paling Liar di Muka Bumi selalu saja hujan datang menemani. Mungkin sudah nasibnya begitu.
Tergopoh-gopoh dari Salatiga, kami menumpangi bis jurusan Solo. Memasuki Solo, kaca jendela bis yang kami tumpangi pecah. Usut punya usut, kaca jendela tersebut pecah dikarenakan terkena lontaran batu dari laju kendaraan dari sisi jalan yang lain. Bis sempat berhenti karena ada satu penumpang yang berdarah dan harus mengurusi ke pihak kepolisian. Untunglah ketika kami diturunkan, kami tinggal menyeberang untuk naik bis lainnya ke arah Jogjakarta.
Drama bis belum usai. Kali ini bis jurusan Jogjakarta yang kami tumpangi pun memiliki kondisi yang lumayan reyot. Kekhawatiran kami pun menjadi kenyataan, persis di depan Prambanan, bis yang kami tumpangi pun mogok dengan sukses. Kami lalu mencari akal supay…

#SeniBeta Perhelatan Seni Jalanan yang Terancam Dibubarkan

Pada Sabtu tanggal 12 November kemarin ada kerumunan besar yang terjadi di depan trotoar Hotel Mutiara. Pasalnya di hari itu sebuah perhelatan bertajuk #SeniBeta diselenggarakan di sana. Inisiator utama dari acara ini adalah Glenn Fredly bersama Ruma Beta. Tim Kreatif kecil-kecilan yang dibentuk: Sierra Latupeirissa, Pierre Ajawaila, dan Debra Soplantila (kawan-kawan Paparisa Ambon Bergerak) berhasil menghimpun pengisi acara untuk tampil di malam itu.
Deretan nama-nama penampil seperti: Dalenz & Friends, CN9 Band, General Expo Band, One Story Band, Pasir Putih Band, Ikan Asar Band, JP Band, Softeast Band adalah nama-nama yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat penikmat musik di kota Ambon. Selain itu Eros YAKUZA dan Filasz Inmiasa mewakili komunitas hip-hop. Tidak lupa Manumata, adik-adik rapper cilik yang berhasil memecahkan panggung malam itu pun turut serta. Diramaikan juga oleh Marthen Reasoa yang membaca dua buah puisi. HLND Dancer dengan gerakan-gerakan enerjik keti…

Kalawai Rap Crew : Maluku itu, Kita Cinta Ngana!

foto dok. kalawai




Di tengah kasak-kusuk yang beredar dibalik pencanangan Ambon sebagai kota Musik Dunia. Diam-diam Kalawai Rap Crew, grup hip-hop yang berasal dari Halmahera, Maluku Utara, berangkat ke Ubud Writers and Festival (UWRF 2016) dan berbagi tentang perdamaian melalui musik mereka. Dua sesi yang mereka isi adalah, sesi performance, dimana mereka membawakan sekitar delapan buah lagu ciptaan mereka sendiri. Dan yang ke dua adalah sesi bicara di Main Programme UWRF 2016 dengan tema Make Art Not War. Di sesi kedua ini Kalawai Rap Crew tidak sendirian, bersama dengan Bri Lee, seorang aktivis perempuan dari Jerman dan The Brothahood, grup hip-hop Muslim asal Australia. Tanpa tedeng aling-aling mereka menyuarakan perdamaian.
Seperti tombak yang menancap tepat pada sasaran. Demikian nama adalah doa. Terbentuk di Salatiga, 28 Agustus 2012. Warung pisang goreng di pojok kota Salatiga yang menjadi saksi ketika Sony, Victor (Tox), Deny, dan Melky kemudian berembuk untuk membuat sebuah gr…