Skip to main content

Michael Alfredo : Maluku itu Pulang dan Identitas








Apa sih sebenarnya yang jadi passion kamu?

Passion saya sebenarnya banyak tetapi jika harus menyebutkan ultimate passion, saya akan bilang saya ingin membagi apa yang saya punya. Membagi ini bukan soal uang atau barang-barang yang kita bisa lihat dan pakai tetapi lebih pada pengalaman-pengalaman dan kebaikan-kebaikan.

Menurut kamu penting nggak sih jika anak muda harus punya passion?

Penting, Anak muda tanpa passion bagaikan kendaraan tanpa bahan bakar, sama sekali tidak bisa berjalan. Mulai berjalan atau sekedar keep going, kendaraan butuh bahan bakar. Sama halnya dengan anak muda, jika anak muda tidak punya passion maka saya pikir kita sudah bisa menebak apa yang akan terjadi.

Apakah profesi kamu sekarang? dan apakah profesi itu mengubah hidup kamu?

Profesi saya saat ini adalah sebagai seorang mahasiswa. Jadi mahasiswa (lagi) memperkuat pemikiran bahwa hidup dan belajar adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Belajar dalam hal ini bukan hanya soal belajar di sekolah, kampus atau institusi pendidikan apapun tetapi juga dalam setiap hal dalam hidup ini tidak bisa terlepas dari proses belajar, tak peduli umur, status, kepribadian, atau latar belakang seseorang.

Adakah hal lain lagi yang ingin kamu capai dalam beberapa tahun ke depan?

Dalam beberapa tahun ke depan saya ingin melihat dunia. Saya ingin mengalami sendiri hal-hal lain yang tidak saya temui selama ini.

Apa pendapat kamu tentang "membangun Maluku" atau "membangun kampung halaman"?

Menurut saya anak-anak Maluku, sejauh yang saya lihat, dilahirkan dan dibesarkan dengan talenta-talenta hebat dan pengalaman-pengalaman hidup yang luar biasa. Nah jika dihubungkan dengan persoalan membangun Maluku maka anak-anak Maluku sendiri yang terlahir dan besar dengan talenta dan pengalaman-pengalaman luar biasa tidak perlu menunggu siapa-siapa untuk mulai membangun kampung halaman.

Bagaimana pendapat kamu tentang anak muda Maluku pada saat ini?

Anak muda Maluku masa kini adalah anak-anak Maluku yang dinamis dengan cara mereka sendiri. Entah bagaimana saya melihat bahwa mereka juga anak-anak yang tidak ingin tertinggal dengan anak-anak dari daerah lain, apapun bidangnya. Semoga ke depan akan ada hal-hal baik keluar dari anak-anak Maluku untuk Maluku.

Tempat favorit kamu kalau sedang liburan ke Maluku (berada di kota Ambon) dan kenapa?

Kota Ambon, tiap sudut pulau Ambon punya cerita sendiri-sendiri. Jika saya ingin berenang, pantai favorit saya adalah pantai Natsepa. Jika saya ingin sekedar bersantai bersama teman-teman, tempat favorit saya adalah Pension cafe. Jika saya ingin makan nasi kuning bagadang, saya tinggal ke jalan Diponegoro sampai A.M.Sangadji dan sekitarnya.

Siapa inspirasi terbesar buat kamu?

Mama.

Apa harapan kamu terhadap Maluku?

Waktu orang lihat Indonesia, mereka mesti bisa lihat Maluku. 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

MANUMATA Dekat di Mata Tinggal di Hati

Manumata, artinya satu atap atau berasal dari satu mata rumah. “Karena katong samua basudara.” Filosofi inilah yang menjaga Manumata sebagai sebuah grup hip-hop  dan berhasil membawa mereka tinggal di hati banyak orang.

Pertama kali saya melihat Manumata tampil di panggung pada tahun 2015, dalam sebuah acara yang digelar di Pattimura Park. Karena mereka tinggal dan berasal dari ‘satu atap’ yang sama, Manumata lekas menarik perhatian saya dengan kekompakan mereka ketika di panggung.

Pada suatu petang, saya berkesempatan mengunjungi basecamp Manumata di kawasan Air Putri-Ambon untuk mengobrol dengan empat anak keren ini. Manumata yang terdiri dari Friti Putreisya Riry (Uthe, 13 tahun), Johanes Philipus Eurilwen Petrusz (Jho, 13 tahun), Everd Arnold Riry (Ever, 15 tahun), dan Oscar Imanuel Lena (Oscar, 12 tahun), selalu mampu mengambil hati penonton dari atas panggung. Bukan hanya muda, lincah, mereka juga energik dan penuh percaya diri.

Ternyata keluwesan mereka di atas panggung sudah terb…

Tunjukkan Apa yang Kita Cintai Dari Atas Panggung

GRIZZLY CLUIVERT NAHUSULY mulai menyayangi Hip Hop sejak ia masih duduk di kelas tiga SMP. Di tengah-tengah pencarian jati dirinya, Icy, begitu ia disapa, menemukan Hip Hop. Ia merasa tidak hanya menemukan apa yang selama ini ia gemari, ia justru menemukan dirinya sendiri.
"Saya sempat gabung di dalam paduan suara, dan kemudian saya temukan satu warna, yang rasanya saya banget, karena musiknya tidak terlalu mengandalkan suara yang merdu. Akhir 2010, saya tertarik, dan mulai mengikuti sebuah lomba namanya, BKKBN rap contest." Icy memulai ceritanya pada satu petang yang syahdu sambil menyeruput kopi hitam.
Dengan bekal binaan Hanny Wattimena (Hanny, seorang musisi Hip Hop 90-an), Hanny mendedikasikan waktunya untuk mengajar vokal, penguasaan panggung, dan bagaimana berinteraksi di panggung.
"Jam latihan kami waktu itu, biasanya jam 9 malam ke atas. Sejak saat itulah kecintaan saya terhadap Hip Hop mulai menjadi-jadi. Saya merasa bisa berekspresi dengan sesuatu yang membua…

Cidade De Amboino : Lewat Rap Mari Melakukan Kebaikan!

CIDADE DE AMBOINO atau CDArap adalah salah satu dari sekian banyak grup maupun komunitas rap yang berdomisili di kota Ambon. 
Beranggotakan, Berixter Marceloy Tiwery a.k.a Q’Angel, Norman Schawarzkopf Angwarmase a.k.a Noro/Baik’ MC, Nathanel G Tuju a.k.a Ghey’C, Mozes Muskitta a.k.a Oceez, Ryo Diasz a.k.a RDZ, Klinton Tumangken a.k.a KLYN, Maryos Siahaya a.k.a i’OZ.  
Tapi sore itu saya hanya berhasil meng-interview tiga orang di antara ke tujuh personil. Simak interview saya dengan mereka, berikut ini. 
TR: selamat sore, kalau boleh mengutip seorang teman bahwa passion adalah sesuatu yang membakar diri kita dari dalam, nah kira-kira, apa yang menjadi passion dari teman-teman semua, baik itu dalam hal musik, hip-hop, rap, atau apapun?
RDZ: sebagai anak muda, kita suka melakukan banyak hal. Kita bergairah dengan hal itu. Tapi kalau bicara soal rap yang saat ini CDArap tekuni, orang-orang mulai menekuni bikin rima, bikin lirik. Awalnya, saya tidak punya motivasi lain, sama-sama asik saja, d…