Skip to main content

Khariza Matitaputty : Maluku itu Aman, Keluarga, dan Jalan





photo by tiara salampessy




Apa sih sebenarnya yang jadi passion kamu? 

Kreatifitas. Kreatif dalam dunia fashion, fotografi, design. Hal-hal yang memberikan saya hidup ketika melakukannya. Bahkan pada titik-titik kecil pada tiap bidang yang saya sebut, seperti memilih warna atau corak. Menyenangkan. Saya juga memiliki passion di dunia sosial, melayani dan mengajar.

Menurut kamu penting nggak  jika anak muda harus punya passion? 

Penting. Menurut saya pasti semua orang muda punya passion, tapi kadang sulit untuk mengenalinya. Kita perlu meluangkan waktu untuk mengenali diri kita sendiri, misalnya dengan memperhatikan jenis buku apa yang banyak menyita waktu kita atau kegiatan apa yang melelahkan sebenarnya tapi menyenangkan dan memuaskan. From those kind of activities we can tell what do we passionate about.

Apakah profesi kamu sekarang? dan apakah profesi itu mengubah hidup kamu?

Mahasiswi dan pengusaha. Menjalankan usaha banyak mengajarkan saya untuk lebih teliti, mau berkoordinasi dengan orang lain, membuka diri untuk mempelajari bahkan menyukai pada hal - hal baru yang mungkin "bukan saya banget."

Adakah hal lain lagi yang ingin kamu capai dalam beberapa tahun kedepan? 

Melayani langsung orang-orang yang membutuhkan dalam bidang kesehatan.

Bagaimana pendapat kamu tentang anak muda Maluku pada saat ini? 

Membangun Maluku adalah kewajiban yang hanya bisa dilakukan bila ada panggilan untuk itu. Membangun Maluku tidak berarti harus kembali ke Maluku dan melakukan sesuatu yang besar. Lakukan dari luar pun dapat berdampak. Sangat penting bagi kita yang ingin membangun Maluku untuk terlebih dahulu mengenali sektor apa yang ingin kita berikan dampak baik, siapkan alasan yang kuat kenapa kita mau menjalankannya, menyusun strategi untuk mencapainya sehingga kita dapat konsisten untuk mencapai tujuan 'membangun Maluku' yang dimaksud.

Bagaimana pendapat kamu tentang anak muda Maluku pada saat ini? 

Anak muda di Maluku sangat kreatif dan memiliki keinginan yang kuat untuk berkembang sesuai bidang mereka masing-masing. Semoga dapat dibarengi dengan rasa tidak cepat puas dan mau terus belajar, amin.

Tempat favorit kamu kalau sedang liburan ke Maluku (berada di kota Ambon) dan kenapa? 

Dermaga paparisa Amahusu - ruang bagi generasi tua dan muda untuk beraktifitas, melakukan pameran atau belajar bersama ditambah laut yang bersih juga sunset yang indah.

Siapa inspirasi terbesar buat kamu? 

 Orang tua.

Apa harapan kamu untuk Maluku? 

Semoga sarana dan prasarana dalam semua bidang khususnya pendidikan dan kesehatan, juga SDM yang berkompentensi baik untuk melayani masyarakat dalam bidang tersebut semakin terpenuhi.

Comments

Popular posts from this blog

MANUMATA Dekat di Mata Tinggal di Hati

Manumata, artinya satu atap atau berasal dari satu mata rumah. “Karena katong samua basudara.” Filosofi inilah yang menjaga Manumata sebagai sebuah grup hip-hop  dan berhasil membawa mereka tinggal di hati banyak orang.

Pertama kali saya melihat Manumata tampil di panggung pada tahun 2015, dalam sebuah acara yang digelar di Pattimura Park. Karena mereka tinggal dan berasal dari ‘satu atap’ yang sama, Manumata lekas menarik perhatian saya dengan kekompakan mereka ketika di panggung.

Pada suatu petang, saya berkesempatan mengunjungi basecamp Manumata di kawasan Air Putri-Ambon untuk mengobrol dengan empat anak keren ini. Manumata yang terdiri dari Friti Putreisya Riry (Uthe, 13 tahun), Johanes Philipus Eurilwen Petrusz (Jho, 13 tahun), Everd Arnold Riry (Ever, 15 tahun), dan Oscar Imanuel Lena (Oscar, 12 tahun), selalu mampu mengambil hati penonton dari atas panggung. Bukan hanya muda, lincah, mereka juga energik dan penuh percaya diri.

Ternyata keluwesan mereka di atas panggung sudah terb…

Tunjukkan Apa yang Kita Cintai Dari Atas Panggung

GRIZZLY CLUIVERT NAHUSULY mulai menyayangi Hip Hop sejak ia masih duduk di kelas tiga SMP. Di tengah-tengah pencarian jati dirinya, Icy, begitu ia disapa, menemukan Hip Hop. Ia merasa tidak hanya menemukan apa yang selama ini ia gemari, ia justru menemukan dirinya sendiri.
"Saya sempat gabung di dalam paduan suara, dan kemudian saya temukan satu warna, yang rasanya saya banget, karena musiknya tidak terlalu mengandalkan suara yang merdu. Akhir 2010, saya tertarik, dan mulai mengikuti sebuah lomba namanya, BKKBN rap contest." Icy memulai ceritanya pada satu petang yang syahdu sambil menyeruput kopi hitam.
Dengan bekal binaan Hanny Wattimena (Hanny, seorang musisi Hip Hop 90-an), Hanny mendedikasikan waktunya untuk mengajar vokal, penguasaan panggung, dan bagaimana berinteraksi di panggung.
"Jam latihan kami waktu itu, biasanya jam 9 malam ke atas. Sejak saat itulah kecintaan saya terhadap Hip Hop mulai menjadi-jadi. Saya merasa bisa berekspresi dengan sesuatu yang membua…

Beberapa Spot Favorit Lainnya di Pusat Kota Ambon: Silakan Jalan Kaki Atau Naik Becak

Kota Ambon dengan jalan-jalan utamanya, masih bisa dijangkau dengan jalan kaki. Masih ramah, mengingat pusat kotanya yang tidak terlalu luas. Atau alternatif lainnya adalah menggunakan becak. Becak di Kota Ambon, relatif masih sangat terjangkau. Dari harga 5000 rupiah hingga 20.000 ribu rupiah. Semuanya kembali kepada jarak tempuh. 
Jalan utama Ay. Patty adalah salah satu jalan utama yang asik untuk dipakai jalan kaki dari ujung satu ke ujung lainnya. Berbagai toko berderet di sepanjang jalan ini. Ada sebuah Kafe bernama D'Street yang menjadi alternatif tempat nongkrong sambil ber-wifi-an dan minum kopi sore. 
Beberapa toko di jalan Ay. Patty ini memang terbakar ketika konflik Maluku yang lalu, tetapi kini sudah dibangun kembali dan ditata dengan apik. Ingatan saya kembali ke tahun 90-an ketika itu Bakso di Puskud (salah satu bangunan yang ada di Jl. Ay. Patty, kini bentuk bangunannya masih ada, tetapi sudah beralih fungsi) masih menjadi salah satu yang favorit. 
Di jalan Ay. Patty j…