Jimmy Pattiasina : Maluku itu The Little Heaven















Apa sebenarnya yang jadi passion kamu? 

Gemar selalu untuk mendengar cerita tentang tradisi, adat dan budaya, lalu memikirnya, dan kemudian suka membicarakannya atau menulisnya sebagai suatu ilmu pengetahuan bagi orang lain; dan sekarang bukan hanya itu, beta sedang menemukan suatu passion pengembangan dari hasrat cinta akan Maluku yaitu ingin berkarya di bidang fashion dari perspektif budaya Maluku, karena Orang Maluku punya tradisi berbusana yang khas dalam sejarah mereka.

Menurut kamu penting tidak jika anak muda harus punya passion? 

Menurut beta sebagai Generasi Antara di Maluku (yaitu yang lahir di akhir abad 19 dan membangun kedewasaan hidup di abad 20) wajib memiliki passion yang khas dan kuat yang berkaitan dengan Maluku. Dan beta selalu mendoktrin diri sejak awal dan sampai kapanpun untuk selalu memiliki passion yang berkaitan erat hanya Maluku di dalamnya.

Apakah profesi kamu sekarang? dan apakah profesi itu mengubah hidup kamu?

Masyarakat mulai mengenal dan mengakui beta sebagai seorang perancang busana etnik modern Maluku, meskipun sejak awal mengenal dunia desain beta belajar mendesain motif Maluku yang kemudian hasil desain motif Maluku dapat diaplikasikan ke kain yang menjadi keunikan tersendiri bagi karya desain busana beta. Dan soal mengubah hidup dari profesi ini, oh sudah pasti beta secara pribadi merasakan sejumlah identitas budaya dan nilainya yang tinggi di dalam setiap karya beta di bidang fashion dan desain.

Adakah hal lain lagi yang ingin kamu capai dalam beberapa tahun kedepan? 

Beta mau mempromosikan karya-karya beta ke pentas yang lebih tinggi dari sekarang. Setidaknya produk yang beta ciptakan memasuki pasar nasional secara konstan, laku dan diterima di pasar nasional, dengan otomatis pada tahapan itu beta juga akan berupaya sekaligus untuk go internasional.

Apa pendapat kamu tentang "membangun Maluku" atau "membangun kampung halaman"?

Sederhana saja beta menggambarkan kedua konsep ini menjadi satu bagi beta, nama belakang beta, Pattiasina, mewakili banyak perihal mendasar yang berkiatan erat dengan identitas mataruma (raja), soa (tutulepi), strata atau pengakuan, negeri (Samahu Amalatu - Booi) dan pulau Saparua. Sehingga kesadaran untuk menjadi pribadi yang unggul dan berkualitas, dengan otomatis akan menjadikan beta Maluku secara utuh, unggul, dan berkualitas juga.

Bagaimana pendapat kamu tentang anak muda Maluku pada saat ini? 

Anak muda Maluku hari ini ada optimisme tersendiri yang beta lihat dalam kreativitas mereka semua, termasuk beta juga diantaranya. Dan beta yakin kolaborasi ide dan karya selama itu terjadi dalam generasi muda maluku ini, akan membuat katong sulit dibatasi atau tertandingi.

Tempat favorit kamu kalau sedang liburan ke Maluku (berada di kota Ambon) dan kenapa? 

Beta suka pantai, dan sampai kapanpun beta seng bisa mengingkari kalau beta lelaki pantai dan paleng hobby huhate. Untuk itu tempat yang bikin beta happy saat berlibur di kota Ambon, yaitu di spot pantai-pantai yang bagus, seperti Natsepa, Liang, dan Namalatu. 

Siapa inspirasi terbesar buat kamu? 

Orang yang paling beta favoritkan dalam beta pung hidup, yaitu Paulus Pattiasina (77 thn, 2005). Beliau adalah beta pung tete (kakek) kandung. Beliaulah yang sejak awal mulai membuka jendela-jendela pengetahuan dan mengajak beta untuk mengenal dan mencintai Maluku lewat tuturan-tuturan cerita adat istiadat negeri, cerita-cerita legenda Maluku, dan juga cerita-cerita Alkitab yang menghibur sebelum tidur. Untuk itu penghormatan selalu beta abadikan buat beliau yang paling berjasa untuk beta pung kepribadian sekarang.

Apa harapan kamu terhadap Maluku? 

Sebelum akhirnya kata orang-orang di dunia ini yang mengimani akan suatu hidup sesudah mati; dan cenderung mau masuk "surga" sebagai tujuan akhir. Maka disitulah beta mengatakan Maluku is the little heaven dalam dunia nyata (dunia yang sekarang ale dan beta hidupi), untuk itu terus berupayalah semaksimal mungkin untuk melakukan sejumlah besar simulasi-simulasi untuk menciptakan perbuatan-perbuatan yang bernilai dan bermanfaat bagi sesama dan demi keberlanjutan hidup manusia, maka keabadian bagi kepribadian yang berkualitaslah akan selalu dikenang. Dengan demikian, keabadian itu sesungguhnya yang dimaksudkan dalam konsep memperoleh hidup yang kekal itu sendiri.

Comments