Skip to main content

Chalvin Papilaya : Maluku itu Bernilai, Eksotika dan Seni









Apa sih sebenarnya yang jadi passion kamu?

Saya merasa passion saya adalah pada suka membaca dan menulis. Ya mungkin seni juga (teater dan berpuisi) tapi mungkin berseni adalah implikasi dari kedua hal tadi. Ya mungkin kelihatan agak sok, tetapi memang seperti itu, hasrat saya hampir tercurah ke sana. Dua hal ini membuat saya tidak bisa terlepas dari buku sehingga kadang-kadang uang yang saya punya dihabiskan untuk membeli buku-buku yang saya gemari. Terkadang, keasyikan itulah yang membuat saya tidak ada uang makan-minum dalam hidup yang bernomaden di tengah-tengah perjuangan perkuliahan. Tapi dengan gilanya saya kepada buku, saya tidak mau menjadi orang yang kutu-buku, yang suka terjebak dengan ide-ide besar pengarang. Saya memilih berdiri dari luar dan mempelajarinya dari dalam lalu semuanya akan dibuang ke luar dimana tempat saya hidup. Buku adalah senjata peradaban. Menurut saya, kegairahan atau mencintai beberapa hal akan mendatangkan gaya tersendiri selama kita benar-benar menekuninya. Kita perlu membaca orang lain untuk sebuah rangsangan terhadap apa yang kita tekuni sehingga buku hanya sebuah referensi yang membantu kita dalam bertindak kreatif dan bukan sebuah alat penjajah identitas.  

Menurut kamu penting nggak sih jika anak muda harus punya passion? 

Ya harus, anak muda harus mengenal apa passion yang ia miliki. Tapi saya yakini satu hal bahwa passion dapat dimiliki dengan sungguh jika ia menekuni dengan taat apa yang ia suka dan sungguh membuatnya. Pession adalah potret diri, di dalamnya setiap anak muda akan mengenal siapa dirinya dan bagiamana ia harus hidup dalam kebebasan bergaya, berkarakter dan berkreatif.

Apa profesi kamu sekarang? dan apakah profesi itu mengubah hidup kamu?

Profesi saya? Yang menghasilkan ‘uang’, ya tidak ada. Saya tidak memiliki profesi seperti itu. Tapi aktifitas berseni yang saya tekuni  sekarang ini (menulis dan berteater) adalah bagian dari kegiatan hari-hari. Semua ini bukan sekedar aktifitas biasa-biasa saja. Saya belajar mengenal diri yang lebih dalam di dalam dunia teater. Saya mengenal refleksi hidup di dunia yang lagi ambruk ini di dalam puisi. Dan menurut saya kegiatan seni adalah sebuah spritualitas yang mendewasakan manusia, mengignatkan manusia tentang nilai-nilai yang tergeser untuk dicari kembali. Teater atau puisi adalah ruang lintasan spritualitas yang murni. 

Adakah hal lain lagi yang ingin kamu capai dalam beberapa tahun kedepan? 

Semua anak muda seperti saya pasti memiliki cita-cita ke depan. Saya tidak terlalu mengini banyak hal, hanya belajar menjadi penulis adalah hal paling penting yang akan saya lakukan ke depan. Kareka saya percaya di sana ada banyak hal dalam hidup ini yang akan tercerahkan.

Apa pendapat kamu tentang "membangun Maluku" atau "membangun kampung halaman"?

Membangun Maluku harus di mulai dari kampung-kampuang tempat anak-anak itu mengenal diri, budaya dan kesosialannya. Anak muda perlu dirangsanga untuk berkreatif dalam berbagai kegairahan mereka di sana tanpa lepas dari filosofi hidupnya sendiri. Itu hal yang mendasar, di mana di sana mereka lebih dekat dengan ide-ide masyarakat adat tertentu yang memiliki standar tinggi, yang unik, yang tidak dimiliki di mana-mana. Ya, tergantung kepekaan mereka dalam merefleksikannya. Mambangun Maluku, adalah membangun kesadaran untuk mari belajar mengenal konteks di sekitar kita supaya menjadi anak muda Maluku yang kritis. Jangan sampai kita jatuh dalam generasi yang sia-sia belaka. Ya saya lagi menuju ke sana, hari-hari adalah refleksi yang tidak sekedar mencapai kebahagiaan untuk diri sendiri tetapi kepada pemeliharaan nilai-nilai mutlak yang Baik, yang saya kenal dalam tradisi di negeri.

Bagaimana pendapat kamu tentang anak muda Maluku pada saat ini? 

Anak muda Maluku saat ini mengalami kebangkitan kreatifitas. Mungkin  pertumbuhan kreatifitas yang pesat terlalu terpusat pada wilaya di kota Ambon sebab anak-anak dari berbagai identitas kampung berkumpul secara tidak sengaja. Mereka bertemu, bersahabat dan saling mengenal diri di antara mereka dan karena kesamaan keinginan dan kesenangan mereka membangun media (komunitas/group). Entah itu di dunia musik, sastra dan kesenian lainnya. Hal yang mereka lakukan adalah loncatan besar karena bukan sekedar berkarya untuk kesenangan sendiri tetapi mereka ada sebagai anak muda yang peka terhadap masalah-maslah sosial, politik, ekonomi yang sedang terjadi di tanah Maluku. Catatan paling penting adalah, bagaimana kita berusaha keras untuk menularnya hingga ke pelosok kampung. Di kemudian hari kita akan menemukan karya-karaya besar dari kampung yang terjauh. Di dalamnya ada tatanan nilai yang bisa dipakai untuk membangun manusia Maluku. Harapan saya dalam perkembangan yang pesat ini janganlah lupa nilai-nilai filosofis di negerimu sendiri.

Tempat favorit kamu kalau sedang liburan ke Maluku (berada di kota Ambon) dan kenapa? 

Saya paling suka kamar karena di sana ada barang-barang rongsokan yang harus saya rakit saya tidak suka keluar ke mana-mana.  Tempat yang saya suka hanya di kampung, di negeri Itawaka maka itu membuat saya selalu pulang ke sana. Saya suka hutan, gunung, lautan, pasir pantai, batu-batu sebab darinya jiwaku terangsang menjadikan benda-benda itu bahkan di dalamnya saya percaya ada nilai-nilai yang dapat dipakai untuk menjadikan sesuatu menjadi nilai-nilai baru. Tempat yang indah seringkali menghasilkan buah pikir yang indah.

Siapa inspirasi terbesar buat kamu?

Mama adalah inspirasi terbesar. Seorang “sombar pejuang”. 


Apa harapan kamu terhadap Maluku? 

Mari mencintai Maluku dengan belajar sunguh-sungguh dalam berkreatifitas sebab seni adalah unjung tombak peradaban tanah ini yang di dalamnya kita mampu melawan. Di dalam seni ada perdamain yang halus, persatuan dan nilai-nilai kemanusiaan. MARI BERSENI, MARI MENGAPRESIASINYA.



Comments

Popular posts from this blog

Tunjukkan Apa yang Kita Cintai Dari Atas Panggung

GRIZZLY CLUIVERT NAHUSULY mulai menyayangi Hip Hop sejak ia masih duduk di kelas tiga SMP. Di tengah-tengah pencarian jati dirinya, Icy, begitu ia disapa, menemukan Hip Hop. Ia merasa tidak hanya menemukan apa yang selama ini ia gemari, ia justru menemukan dirinya sendiri.
"Saya sempat gabung di dalam paduan suara, dan kemudian saya temukan satu warna, yang rasanya saya banget, karena musiknya tidak terlalu mengandalkan suara yang merdu. Akhir 2010, saya tertarik, dan mulai mengikuti sebuah lomba namanya, BKKBN rap contest." Icy memulai ceritanya pada satu petang yang syahdu sambil menyeruput kopi hitam.
Dengan bekal binaan Hanny Wattimena (Hanny, seorang musisi Hip Hop 90-an), Hanny mendedikasikan waktunya untuk mengajar vokal, penguasaan panggung, dan bagaimana berinteraksi di panggung.
"Jam latihan kami waktu itu, biasanya jam 9 malam ke atas. Sejak saat itulah kecintaan saya terhadap Hip Hop mulai menjadi-jadi. Saya merasa bisa berekspresi dengan sesuatu yang membua…

Weslly Johannes : Beta Sayang Kenangan

Weslly Johannes adalah seorang penyair. Ia mencintai kata-kata. Kesan pertama ketika bertemu dengannya adalah ia sangat teduh, seperti melihat lautan, ketika berlayar diatasnya, kemudian baru kita menemukan banyak sekali gelombang-gelombang. Ia menyukai, menghabiskan waktu di daerah sekitar rumahnya, di Ambon, yaitu pada bangku yang terletak di bawah pohon nangka, dari situ ia dapat melihat Tanjung Alang dan matahari tenggelam. Di sanalah kemudian puisi-puisinya lahir. Selain itu Teluk Kayeli, adalah tempat favoritnya, ketika menceritakan tentang Teluk Kayeli, ada rasa haru sekaligus rindu, seperti ingin selalu kembali ke sana. 
Saat ini ia tinggal di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat, karena harus menyelesaikan proses Vikaris (proses sebelum kemudian menjadi seorang pendeta) dan kemudian saya adalah orang yang paling beruntung, ketika mendapatkan kesempatan mengobrol dengannya. 
Kata yang paling banyak kita temui di dalam puisi puisi Weslly Johannes yaitu kenangan. Manusia pada akhirnya …

Lebih Peka Dengan Keadaan Sekeliling

Syamsul Bahry Fakoubun atau lebih dikenal dengan nama Andrey Fakoubun, memulai konten youtube-nya dengan tajuk LOKAL VOKAL. Ia telah mewawancarai musisi, rapper, selebgram, hingga caleg muda asal kota Ambon. Molucca Project mengajak Andrey untuk chat dan membahas tentang apa sih yang ada di balik konten LOKAL VOKAL dan mengapa penting untuk mengabarkan kabar baik melalui video. Berikut wawancara singkat kami bersama Andrey:
Mengapa sih tertarik dengan membuat video youtube? Mengapa memilih untuk menjadi yutuber? Kira-kira menurutmu apa dampak besar dari sebuah video yang ditonton olah banyak orang?
Awalnya mau membuat video youtube, karena saya tidak punya skill. Pengetahun tentang sajak terbatas, musik terbatas. Bisa sih, tapi tidak ahli. Kemudian saya kenal dengan orang-orang yang kompeten di bidang itu semua. Nah, youtube saya ini adalah wadah untuk mengapresiasi mereka. Jadi walau tidak punya skill yang sama dengan mereka, saya punya cara lain untuk mengabarkan kepada kawan-kawan di…