Skip to main content

Andre Rugebregt : Maluku itu Berani, Berbudaya, dan Kaya











Apa sih sebenarnya yang jadi passion kamu?

Passion terbesar saat ini adalah menjalani hidup yang bisa menjadi impact dan kemudian bermanfaat dan manfaatnya bisa dirasakan oleh orang banyak sehingga kemudian orang-orang itu juga melakukan hal yang sama, menginspirasi satu sama lain, dan menularkan perubahan yang selama ini mau kita semua lihat.

Menurut kamu penting nggak sih jika anak muda harus punya passion?

Sangat penting. Passion akan menjadi drive untuk mencapai tujuan. Tanpa passion sepertinya hidup tidak akan memiliki tujuan yang pasti.

Saat ini kamu menjadi seorang musisi, rapper, dan hidup di dunia itu. Apakah semua profesi itu mengubah hidup kamu?

Jelas mengubah baik secara langsung dan tidak. Ada yang membawa kebaikan, ada juga yang menjadi bahan pembelajaran.

Apakah kamu masih aktif manggung bersama art of tree? Ada hal lain lagi yang ingin kamu capai dalam beberapa tahun kedepan?

Saat ini iya saya masih aktif bersama Art of Tree. Art of Tree sendiri berencana mengeluarkan album berikutnya di tahun mendatang. Workshop sudah berjalan, materi juga sudah terkumpul. Yang agak sulit adalah menentukan waktu yang tepat untuk mengumpulkan semua personil dan support system untuk rekaman.

Pada awalnya sebelum tergabung dengan Art of Tree saya adalah mahasiswa (dan masih menjadi mahasiswa karena kuliah sempat tertunda) yang sangat antusias dengan tekhnologi informasi. Mimpi saya menjadi salah satu orang Indonesia yang sukses membangun organisasi di bidang tekhnologi informasi. Dan mimpi itu masih ada dan masih saya kerjakan hingga saat ini. Harapan saya adalah bisa memenuhi passion saya tadi melalui bidang tekhnologi informasi sebagai sarananya.

Apa pendapat kamu tentang "membangun Maluku" atau "membangun kampung halaman"?

"Membangun Maluku" dan "membangun kampung halaman" saya maknakan sebagai dua hal yang berbeda. Membangun Maluku mungkin lebih umum, termasuk membangun hal-hal non fisikal seperti kepercayaan diri, pola pikir, semangat atau passion, dan juga membangunkan keturunan Maluku dari tidur yang mungkin juga sedang saya alami tanpa saya sadari. Membangun Maluku sangat penting bahkan krusial untuk saya. Salah satu motivasi saya juga adalah mengharumkan nama Maluku dengan melakukan yang terbaik yang saya bisa dalam bidang yang saya kerjakan.

Sedangkan membangun kampung halaman untuk saya mungkin lebih bersifat fisikal seperti sarana dan prasarana, infrastruktur, dan lain-lain. Yang sebenarnya bisa menjadi bumerang bagi orang Maluku karena sering kali tanah pribumi diambil alih oleh pendatang dengan kedok pembangunan

Bagaimana pendapat kamu tentang anak muda Maluku pada saat ini?

Anak muda Maluku sangat kreatif. Beberapa diantaranya bahkan juga inovatif. Banyak anak muda Maluku yang karyanya diakui baik di dalam maupun di luar negeri. Dan saya bangga untuk mengakui bahwa saya adalah anak muda berdarah Maluku.

Tempat favorit kamu kalau sedang liburan ke Maluku (berada di kota Ambon) dan kenapa?

Tempat favorit sejauh ini adalah pantai Natsepa. Mungkin karena saya belum sampai di Ora. Hehe.

Siapa inspirasi terbesar buat kamu?

Inspirasi besar untuk saya ada banyak. Beberapa di antaranya adalah Papa saya sendiri, Steve Jobs, J Dilla, Mark Zuckerberg, dan Will.I.Am. Tapi yang terbesar adalah Steve Jobs (maaf, pa'! hehe). Oh iya tambahan untuk inspirasi. Casey Newton. Dia adalah tokoh fiksi dari Tomorrowland-nya Disney. 

Apa harapan kamu terhadap Maluku?

Mandiri. Terlepas dari trik-trik ibu kota negara. Damai. Dan makmur.


Comments

Popular posts from this blog

Kegelisahan: musisi dan penikmat musik

Saya pernah menulis sebuah lirik berjudul “Tetanggaku Pergi ke Kota” yang kemudian dinyanyikan oleh Tetangga Pak Gesang, duo musisi indie yang berasal dari Bandung. Mereka adalah Arum Dayu dan Meicy Sitorus, yang aslinya adalah penggiat foto dan dua teman baik saya. 
Sampai saat ini, album mereka sementara dikerjakan secara gerilya. Memang belum ada hasil yang bisa didengarkan secara fisik, baik itu berupa CD, kaset, maupun vinyl yang sedang menjamur akhir-akhir ini. Tetapi lagu-lagu mereka dapat didengarkan di soundcloud. 
Produktivitas meng-aransemen lagu-lagu lama dan mencipta lagu-lagu baru, kemudian diakui oleh beberapa musisi besar seperti Slank dan Efek Rumah Kaca. Yang pada akhirnya mengajak mereka untuk berkolaborasi di satu panggung. 
Yang ingin saya bahas di sini adalah bukan secara spesifik menyangkut Tetangga Pak Gesang tetapi sepenggal lirik yang saya tulis di dalam lagu Tetanggaku Pergi ke Kota: 
kita tak perlu ke kota, kita kan membuat kota.
Ketika menuliskan lirik tersebut…

Tunjukkan Apa yang Kita Cintai Dari Atas Panggung

GRIZZLY CLUIVERT NAHUSULY mulai menyayangi Hip Hop sejak ia masih duduk di kelas tiga SMP. Di tengah-tengah pencarian jati dirinya, Icy, begitu ia disapa, menemukan Hip Hop. Ia merasa tidak hanya menemukan apa yang selama ini ia gemari, ia justru menemukan dirinya sendiri.
"Saya sempat gabung di dalam paduan suara, dan kemudian saya temukan satu warna, yang rasanya saya banget, karena musiknya tidak terlalu mengandalkan suara yang merdu. Akhir 2010, saya tertarik, dan mulai mengikuti sebuah lomba namanya, BKKBN rap contest." Icy memulai ceritanya pada satu petang yang syahdu sambil menyeruput kopi hitam.
Dengan bekal binaan Hanny Wattimena (Hanny, seorang musisi Hip Hop 90-an), Hanny mendedikasikan waktunya untuk mengajar vokal, penguasaan panggung, dan bagaimana berinteraksi di panggung.
"Jam latihan kami waktu itu, biasanya jam 9 malam ke atas. Sejak saat itulah kecintaan saya terhadap Hip Hop mulai menjadi-jadi. Saya merasa bisa berekspresi dengan sesuatu yang membua…

Puisi Memberikan Jalan Untuk Menyembuhkan Diri

“Puisi mampu membantu beta memberikan jalan untuk menyembuhkan diri sendiri sebab manusia pada dasarnya ‘berpenyakitan’ betul bukan? Puisi benar-benar jadi obat di kala itu,” ujar Chalvin. Chalvin Papilaya satu dari sekian banyak anak muda yang mencintai puisi, dan punya semacam keyakinan kecil, puisi dapat menyembuhkan.
Pada tahun 2016, ia terpilih sebagai salah seorang “emerging writer” yang berangkat ke Makassar International Writers Festival. Bersama beberapa kawan lainnya yang juga berasal dari timur Indonesia, mereka menerbitkan sajak dan cerita pendek, dengan tajuk “Dari Timur 2” yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.
Chalvin katakan, “Puisi adalah pergulatan kecemasan terhadap tanda-tanda yang ada di luar diri penyair maupun di dalam dirinya sendiri—puisi bukanlah sekadar susunan kata-kata belaka.” Ungkapan ini, kemudian mengantar Chalvin untuk menerbitkan buku puisinya sendiri pada tahun 2019, berjudul “Mokolo”.



“Mokolo adalah kata sifat yang menggambarkan konteks per…