Kegelisahan: musisi dan penikmat musik











Saya pernah menulis sebuah lirik berjudul “Tetanggaku Pergi ke Kota” yang kemudian dinyanyikan oleh Tetangga Pak Gesang, duo musisi indie yang berasal dari Bandung. Mereka adalah Arum Dayu dan Meicy Sitorus, yang aslinya adalah penggiat foto dan dua teman baik saya. 

Sampai saat ini, album mereka sementara dikerjakan secara gerilya. Memang belum ada hasil yang bisa didengarkan secara fisik, baik itu berupa CD, kaset, maupun vinyl yang sedang menjamur akhir-akhir ini. Tetapi lagu-lagu mereka dapat didengarkan di soundcloud. 

Produktivitas meng-aransemen lagu-lagu lama dan mencipta lagu-lagu baru, kemudian diakui oleh beberapa musisi besar seperti Slank dan Efek Rumah Kaca. Yang pada akhirnya mengajak mereka untuk berkolaborasi di satu panggung. 

Yang ingin saya bahas di sini adalah bukan secara spesifik menyangkut Tetangga Pak Gesang tetapi sepenggal lirik yang saya tulis di dalam lagu Tetanggaku Pergi ke Kota: 

kita tak perlu ke kota, kita kan membuat kota.

Ketika menuliskan lirik tersebut saya punya keyakinan, bukan, bukan untuk menolak urbanisasi yang sempat tenar pada jaman orde baru. Tetapi untuk membuat sebuah perlawanan. Perlawanan terhadap “kota” yang selalu menjadi pusat. Pusat apa saja: baik itu pekerjaan, musik, hiburan, kebudayaan, kebosanan: dengan pemikiran bahwa ketika pergi ke kota maka kita dapat meraih segala-galanya, termasuk mimpi dan meraih gairah. 

Tidak dapat dipungkiri bahwa sebuah peradaban dapat dibentuk dengan “ruang publik” yang dibangun. Ruang Publik di sini, bukan hanya ruang yang disediakan di depan umum untuk melakukan kegiatan. Tetapi Ruang Publik juga bisa diartikan sebagai ruang diskusi. 

Pada Jumat malam tanggal 5 Februari kemarin, ada diskusi dengan tajuk: kegelisahan: musisi dan penikmat musik. Diskusi ini berlangsung di Paparisa Ambon Bergerak, rumah komunitas bersama yang letaknya di Lorong Sagu. Sebelum diskusi berlangsung, setiap peserta yang hadir memperdengarkan satu buah lagu kesukaan mereka dengan cerita-cerita di balik lagu tersebut. Semacam berbagi playlist kesukaan.  

Diskusi berlangsung seru. Kurang lebih ada dua puluhan orang yang hadir pada malam itu. Kebanyakan yang hadir pada malam itu adalah musisi dan penikmat musik. Diskusi pun dimoderatori oleh Weslly Johannes, penyair dan penikmat musik. Weslly membuka diskusi pada malam itu dengan beberapa pertanyaan penting: mengapa lagu pop dengan lagu bertemakan "padede" itu bisa begitu disukai, sejak kapan itu terjadi? dan menurut teman-teman bagaimana sebuah lagu dapat diperkenalkan kepada masyarakat yang luas? 

Willie “Ikan Asar”, musisi, kemudian menjawab pertanyaan itu. “Lagu yang paling banyak didengarkan itu bertema cinta. Karena katong selalu mengidentifikasi katong pung diri di dalam itu. Masalah penyebarannya, industri itu pasti, televisi, radio, internet, juga major label. Tadinya ada indie label sebagai pembanding, tapi kini indie label kemudian berubah menjadi major yang baru.” Begitu menurut Willie. 

Sementara Willy Waas, dosen dan penggiat sastra, yang pernah meneliti tentang lirik, berpendapat bahwa “Soal lirik itu selera saja. Kalau ada kelas soal lirik, katong musti mikir bahwa dia bikin apa ini. Tapi ada lirik yang easy listening dan biasanya itu mudah diterima. Tapi kadang katong yang cendekiawan mendudukan musik sebagai ideologi sendiri.” 

Weslly lalu meanjutkan diskusi dengan bertanya “kalau katong bisa bebas bikin lirik apa saja dengan musik apa saja, dan kalo itu soal selera, pertanyaannya: adakah tanggung jawab etis di dalam musik?”

Hal ini lalu ditampik oleh David Rampisela, musisi, yang saat ini juga sedang membangun studio kecilnya. Ia berpendapat bahwa “Musisi itu butuh skill. Perbedaannya ada musisi yang profesional dan musisi yang tidak profesional. Musisi yang tidak profesional itu tidak punya tanggung jawab etis. Nah, ketika menjadi profesional harus ada lebih banyak yang dipertimbangkan. Kalau dari pengalaman, semua musik itu bagus. Tapi yang bikin musik itu bernilai adalah musik yang bertanggung jawab.” 

David, dengan grup band bernama Teleproject sekitar tahun 2013 lalu sempat ditawari untuk masuk ke dalam sebuah major label. Tetapi proses itu untuk sementara terhenti untuk sebuah alasan. 

Diskusi masih berlanjut. Persoalan pembahasan kemudian dihadapkan dengan sebuah kenyataan yang harus dihadapi oleh seorang musisi yaitu: “Ose mau top ka seng?” pertanyaan soal ketenaran ini lalu menjadi sebuah pergolakan batin di dalam diri seorang musisi. Antara mau berkarya secara idealis atau mau berkarya mengikuti pasar. Dan apakah tanggung jawab etis dari seorang musisi itu patut dipertimbangkan sebagai kesadaran seorang musisi, dan yang kepengin menjadi musisi. 

“Jika ada yang namanya musisi profesional, maka musisi profesional lebih mengutamakan citarasa.” Ujar Dave Latuny, seorang penyanyi dan rapper. 


Grace Huwae, penyanyi yang baru saja meluncurkan album barunya bertajuk “Laki-Laki Seng Ada Hati” juga mengungkapkan pengalamannya bekerja sama dengan “major label” yang pada saat ini menguasai lagu-lagu pop daerah Maluku, khususnya di Kota Ambon.  

Grace bercerita bahwa, awalnya ia bergabung dan mau bekerja sama dengan “major label” di kota Ambon, adalah karena diajak oleh saudaranya. Ia bercerita bahwa yang paling khas dan menjadi salah satu tren dari lagu-lagu pop Ambon, adalah terdapat sebuah lagu yang range nadanya begitu melengking. Karena yang melengking justru yang laku. Konsekuensinya adalah nada-nada tersebut kadang tidak sesuai dengan  range nada suara penyanyi. Sementara Grace sendiri lebih suka dengan lagu-lagu yang isinya adalah tentang budaya Maluku. Penyebaran lagu-lagu pop itu sendiri karena ada jaringan yang sangat besar. Dan sampai saat ini masih dikerjakan secara gerilya. Satu hal menarik yang diceritakan oleh Grace, di lembaran ucapan terima kasih yang tertera di album, ada ucapan terima kasih langsung dari produser kepada artis. 

Yeszco, penggiat foto, dan suami dari Grace, ikut menambahkan “harus diakui bahwa major label-lah yang menciptakan pasar. Mau tidak mau artis harus menyesuaikan dengan major label, jika memang ingin terkenal.”


Apakah artis dalam hal ini penyanyi dan musisi harus menyesuaikan diri dengan major label? Dan tidak dapat menciptakan pasarnya sendiri?


Adalah kenyataan pahit lainnya yang harus ditelan. Tapi tidak perlu menyerah. Sampai di sini saya ingat Efek Rumah Kaca, sebuah grup yang memutuskan untuk tetap berada di jalur indie, di tahun 2015 kemarin baru saja meluncurkan sebuah single berjudul Pasar Bisa Diciptakan. Single ini berada dalam satu album bertajuk Sinestesia. 

Barangkali single ini adalah sebuah protes keras yang coba diteriakkan oleh Cholil dan kawan-kawannya: pertama, kepada keyakinan berkarya yang sudah mulai pudar. Dan kedua, ketakutan bahwa sebuah karya “idealis” yang diciptakan bukan hanya dengan proses berpikir panjang tetapi juga dengan hati, tidak mudah diterima oleh pasar. 

Belajar dari Efek Rumah Kaca, mereka tidak punya ketakutan. Lirik-lirik dan melodi yang dicipta buktinya tidak bermaksud untuk menyenangkan siapa-siapa. Atau mengikuti tren apapun. 

“Cholil lebih keras dengan lirik-liriknya di Sinestesia. Topik yang ia pilih cenderung tegas dan tidak menyisakan ruang pemahaman instan. Kamu harus membaca penuh seluruh tulisannya untuk kemudian memahami apa yang ia maksud.” Tutur Felix Dass, seorang wartawan musik pada blognya. 

Sebuah keyakinan baru yang mematahkan teori bahwa lagu-lagu yang “sulit” tidak mendapat tempat pada telinga masyarakat umum. Hal ini bukankah harusnya menjadi sebuah kabar gembira. 

Mencengangkan ketika Album Sinestesia, Efek Rumah Kaca, release di iTunes pada Desember 2015 lalu, langsung diunduh oleh kurang lebih 60.000 orang. Tentu saja hingga kini, yang mengunduh semakin bertambah. 

Hal menarik lainnya, sebelum Sinestesia di release, dalam siaran persnya Efek Rumah Kaca menulis, "Siapkan energi pendengaran dan emosi yang tak tertahan. Lagu-lagu di dalam album ini cukup panjang, bisa menimbulkan kebosanan dan melelahkan atau menimbulkan rasa penasaran."

Sinestesia adalah semangat militansi yang coba ditularkan oleh Efek Rumah Kaca. Barangkali mereka hendak mengatakan kepada teman-teman musisi “idealis” di luar sana: jangan menyerah karena pasar bisa diciptakan!


Karya dari “Kamar Gelap” Sedang Dibangun di Kota Ambon


Tetapi apakah semudah itu mencipta pasar? Diskusi di Paparisa Ambon bergerak malam itu memang bukan jawaban. Tetapi pelan-pelan menemukan jawabannya.  Secara gerilya beberapa kawan musisi sedang membangun studio-studio kecil milik mereka. Semua itu dikerjakan secara diam-diam. 

“Berbicara soal studio kecil yang dilihat bukan ukurannya tetapi mimpinya. Dari studio-studio kecil, katong akan berpikir semakin kritis untuk katong pung karya. Mungkin belum waktunya saja, tetapi semangat itu tidak boleh padam.  Dari kamar-kamar kecil ini katong sedang bangun katong pung selera dan cita rasa dan beta percaya ini akan menemukan jalan.” Ujar Mark Uffie, rapper, yang lumayan produktif berkolaborasi dengan rapper lainnya di kota Ambon. 

Bukan hanya Mark, David Rampisela juga memiliki keyakinan yang sama. Studio kecilnya akan mulai dibangun dalam waktu dekat. Ini adalah mimpinya selama ini. Semoga pertengahan tahun, pembangunannya akan segera usai, supaya dapat dilanjutkan dengan membantu kawan-kawan musisi di kota Ambon untuk memproduksi lagu-lagu mereka. 

Alland Rico, rapper lainnya yang hadir pada malam itu juga bercerita tentang pengalamannya pernah ditawar oleh sebuah major label untuk bekerjasama. Tetapi hal ini ditolak Alland dengan alasan, tidak mau menyangkal hatinya. Karena baginya, bekerja tanpa paksaan, dengan hati yang senang itu paling penting. Karena di sanalah karya-karya bagus akan lahir. Ia bahkan mengutip sebuah kalimat yang pernah dilontarkan oleh Morika Tetelepta (rapper) “seorang musisi ketika bermusik dengan idealis, itu akan menjadi kebahagiaan yang idealis.” 

Menyangkut tren-tren lagu-lagu pop Ambon yang akhir-akhir ini memang meresahkan baik secara lirik maupun melodi, Rudi Fofid, wartawan senior, menyatakan bahwa, “Tenang saja karena lagu-lagu ini akan berakhir juga. Tergantung percepatannya bisa direkayasa atau tidak. Beta rasa secara umum fenomena ini bukan sesuatu yang bahaya, hanya saja ini menjengkelkan. Katong butuh kritikus musik. Harus ada satu orang yang independen dan mengkaji musik sekarang.”

Soal perlunya kritikus musik ditanggapi lagi oleh Willie “Ikan Asar” dengan mengtip sebuah kalimat dari seorang kritikus film “Seni tanpa kritik itu kayak kelaliman. Tapi hal itu tidak perlu diperdebatkan lah. Yang paleng jahat itu ketika ada orang bikin lagu seng bagus dan dia tetap lawan bahwa dia pung lagu itu bagus.”

Diskusi di malam itu tidak ada kesimpulan. Hampir dua jam tidak ada satu orangpun yang beranjak dari tempat duduknya, tapi sayang sekali keseruan di malam itu harus ditutup oleh sang moderator. Dan tulisan ini dibuat hanya untuk mencoba merangkum obrolan yang mengalir begitu deras. 

Saya pikir kita bisa mulai mencipta dari kota ini. Jika diskusi adalah “ruang publik” yang kemudian akan menciptakan sebuah peradaban di sebuah kota. Maka peradaban baru sedang dimulai. Dibutuhkan banyak pemikir-pemikir, pencipta karya, pendengar yang imajinatif, musisi cerdas, lagu-lagu dengan kritik sosial, kolaborasi apik, dan mimpi besar di kota ini. Dan yang paling penting dalam membangun mimpi adalah: konsisten mengerjakan hal-hal kecil dengan daya tahan, demi kesenian yang merawat kehidupan.










  


Comments

  1. Halo,
    Apakah Anda secara finansial turun? mendapatkan pinjaman sekarang dan bisnis Anda menghidupkan kembali, Kami adalah pemberi pinjaman dapat diandalkan dan kami memulai program pinjaman ini untuk memberantas kemiskinan dan menciptakan kesempatan bagi yang kurang istimewa untuk memungkinkan mereka membangun sendiri dan menghidupkan kembali bisnis mereka. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami melalui email: (gloryloanfirm@gmail.com). mengisi formulir Informasi Debitur berikut:

    Nama lengkap: _______________
    Negara: __________________
    Sex: ______________________
    Umur: ______________________
    Jumlah Pinjaman Dibutuhkan: _______
    Durasi Pinjaman: ____________
    Tujuan pinjaman: _____________
    Nomor ponsel: ________

    silahkan mengajukan permohonan perusahaan yang sah.

    ReplyDelete
  2. We offer fresh cut bank instrument for lease, such as BG, SBLC,Lease and Purchase Instruments can be obtained at minimal expense

    to the borrower compared to other banking options. This offer is opened to both individuals and corporate bodies.

    DESCRIPTION OF INSTRUMENTS

    1. Instrument: Funds backed Bank Guarantee(BG) ICC-600
    2. Currency : USD/EURO
    3. Age of Issue: Fresh Cut
    4. Term: One year and One day
    5. Contract Amount: United State Dollars/Euros (Buyers Face Value)
    6. Price : Buy:32%+1, Lease: 4%+2
    7. Subsequent tranches: To be mutually agreed between both parties
    8. Issuing Bank: Top RATED world banks like HSBC, Barclays, ING Dutch Bank, Llyods e.t.c
    9. Delivery Term: Pre advise MT199 or MT799 first. Followed By SWIFT MT760
    10. Payment Term: MT799 & Settlement via MT103
    11. Hard Copy: By Bank Bonded Courier


    Interested Agents,Brokers, Investors and Individual proposing international project funding should contact us for directives.We

    will be glad to share our working procedures with you upon request

    Name:Ardan Clooney
    Email:brandfinance33@gmail.com

    ReplyDelete
  3. We are a Finance Industry Company professionals with over 15 Years Experience and a focus on providing Bank Guarantee and Standby Letter of Credit from some of the World Top 25 Prime Banks primarily from Barclays, Deutsche Bank, HSBC,Credit Suisse e.t.c.

    FEATURES:
    Amounts from $1 million to 5 Billion+
    Euro’s or US Dollars
    Great Attorney Trust Account Protection
    Delivered via MT760, MT799 and MT103 Swift with Full Bank Responsibility
    Brokers Always Protected

    Purchase Instrument of BG/SBLC : 32%+2% Min Face Value cut = EUR/USD 1M-5B
    Lease Instrument of BG/SBLC : 4%+2% Min Face Value cut = EUR/USD 1M-5B

    Interested Agents/Brokers, Investors and Individual proposing international project funding should contact us for directives.We will be glad to share our working procedures with you upon request.


    We Facilitate Bank instruments SBLC for Lease and Purchase. Whether you are a new startup, medium or large establishment that needs a financial solution to fund/get your project off the ground or business looking for extra capital to expand your operation,our company renders credible and trusted bank guarantee provider who are willing to fund and give financing solutions that suits your specific business needs.

    We help you secure and issue sblc and bank guarantee for your trade, projects and investment from top AA rated world Banks like HSBC, Barclays, Dutch Ing Bank, Llyods e.t.c because that’s the best and safest strategy for our clients.e.t.c

    DESCRIPTION OF INSTRUMENTS

    1. Instrument: Funds backed Bank Guarantee(BG) ICC-600
    2. Currency : USD/EURO
    3. Age of Issue: Fresh Cut
    4. Term: One year and One day
    5. Contract Amount: United State Dollars/Euros (Buyers Face Value)
    6. Price : Buy:32%+1, Lease: 4%+2
    7. Subsequent tranches: To be mutually agreed between both parties
    8. Issuing Bank: Top RATED world banks like HSBC, Barclays, ING Dutch Bank, Llyods e.t.c
    9. Delivery Term: Pre advise MT199 or MT799 first. Followed By SWIFT MT760
    10. Payment Term: MT799 & Settlement via MT103
    11. Hard Copy: By Bank Bonded Courier


    Interested Agents,Brokers, Investors and Individual proposing international project funding should contact us for directives.We will be glad to share our working procedures with you upon request.



    Name:Richardson McAnthony
    Contact Mail : intertekfinance@gmail.com

    ReplyDelete
  4. Good Day Sir/Madam: Do you need an urgent loan to finance your business or in any purpose? We are certified,legitimate and international licensed Loan Factory we offer loans to Business firms.interest rate of 1%.

    Available loans we offer are,

    1. Personal Loan
    2. Business Loan
    3. Investement Loan

    - Complete Name:
    - Loan amount needed:
    - Loan Duration:
    - Purpose of loan:
    - City / Country:
    - Telephone:

    Contact us today via:
    bdsfn.com@gmail.com
    anatiliatextileltd@gmail.com

    Get your instant loan approval


    Good Day Sir/Madam: Do you need an urgent loan to finance your business or in any purpose? We are certified,legitimate and international licensed Loan Factory we offer loans to Business firms.interest rate of 1%.

    Available loans we offer are,

    1. Personal Loan
    2. Business Loan
    3. Investement Loan

    - Complete Name:
    - Loan amount needed:
    - Loan Duration:
    - Purpose of loan:
    - City / Country:
    - Telephone:

    Contact us today via:
    bdsfn.com@gmail.com
    anatiliatextileltd@gmail.com

    Get your instant loan approval



    Good Day Sir/Madam: Do you need an urgent loan to finance your business or in any purpose? We are certified,legitimate and international licensed Loan Factory we offer loans to Business firms.interest rate of 1%.

    Available loans we offer are,

    1. Personal Loan
    2. Business Loan
    3. Investement Loan

    - Complete Name:
    - Loan amount needed:
    - Loan Duration:
    - Purpose of loan:
    - City / Country:
    - Telephone:

    Contact us today via:
    bdsfn.com@gmail.com
    anatiliatextileltd@gmail.com

    Get your instant loan approval



    Good Day Sir/Madam: Do you need an urgent loan to finance your business or in any purpose? We are certified,legitimate and international licensed Loan Factory we offer loans to Business firms.interest rate of 1%.

    Available loans we offer are,

    1. Personal Loan
    2. Business Loan
    3. Investement Loan

    - Complete Name:
    - Loan amount needed:
    - Loan Duration:
    - Purpose of loan:
    - City / Country:
    - Telephone:

    Contact us today via:
    bdsfn.com@gmail.com
    anatiliatextileltd@gmail.com

    Get your instant loan approval

    ReplyDelete
  5. I have a provider who is ready, willing and able of delivering banking instruments (BG/SBLC) for lease which can be used in all forms of projects. Our bank instrument can be used as collateral to seek for loans from different banks of choice and can be used to engage into ppp trading.


    For contacting purpose:

    Contact : Mr. SIVAJOTHI GNANATHEEVAM
    Email: leasingmandate@gmail.com
    Skype ID: leasingmandate

    ReplyDelete

Post a Comment