Skip to main content

Kafe Pension dan Laporan Pandangan Mata Pameran Foto #AmbonBercerita #1





Acara Pameran Foto: Ambon Bercerita #1 di Kafe Pension yang berlangsung pada 19-20 Januari kemarin, menyenangkan dan seru sekali. Beberapa foto di bawah ini, hanya laporan pandangan mata, berlangsungnya event tersebut. Selamat menikmati. 



Jelang sore, ketika display foto di sepanjang trotoart Kafe Pension. Ketika saya dan teman-teman membawa karya sampai di tkp, antusiasme warga sekitar langsung terlihat. Mereka langsung mengamat-amati karya foto yang ada pada papan pajangan. 



#LivePoem bersama Weslly Johannes. Terlihat beberapa pengunjung yang sedang mengerubungi menjanya. Malam itu ia mengetik puisi dari nama masing-masing pengunjung yang datang. 



Undangan #LivePoem yang disebarkan di sosial media. 



Acara pembukaan pada malam itu, juga diramaikan oleh teman-teman dari CDArap feat Filaz. Selain itu ada teman-teman musisi seperti: David Rampisela, Soft East, dan beberapa penyanyi lokal juga turut meramaikan. 


Suasana Pameran Foto: Ambon Bercerita #1 pada malam itu. 






Suasana lain dari depan Kafe Pension. 



Selain #LivePoem ada #LiveSketching yang juga diadakan pada Pameran Foto: Ambon Bercerita #1 ini adalah salah satu hasil karya dari Theizard Saiya atau biasanya lebih dikenal dengan nama TeSSart, salah satu pelukis dan ilustrator dari kanvas alifuru. 

Semoga Pameran Foto: Ambon Bercerita selanjutnya akan lebih meriah lagi dengan berbagai cerita-cerita sederhana yang bisa direkam walaupun hanya melalui foto. Sekali lagi terima kasih banyak untuk semua teman-teman yang sudah mau ikut berpartisipasi. 


Comments

Popular posts from this blog

Kegelisahan: musisi dan penikmat musik

Saya pernah menulis sebuah lirik berjudul “Tetanggaku Pergi ke Kota” yang kemudian dinyanyikan oleh Tetangga Pak Gesang, duo musisi indie yang berasal dari Bandung. Mereka adalah Arum Dayu dan Meicy Sitorus, yang aslinya adalah penggiat foto dan dua teman baik saya. 
Sampai saat ini, album mereka sementara dikerjakan secara gerilya. Memang belum ada hasil yang bisa didengarkan secara fisik, baik itu berupa CD, kaset, maupun vinyl yang sedang menjamur akhir-akhir ini. Tetapi lagu-lagu mereka dapat didengarkan di soundcloud. 
Produktivitas meng-aransemen lagu-lagu lama dan mencipta lagu-lagu baru, kemudian diakui oleh beberapa musisi besar seperti Slank dan Efek Rumah Kaca. Yang pada akhirnya mengajak mereka untuk berkolaborasi di satu panggung. 
Yang ingin saya bahas di sini adalah bukan secara spesifik menyangkut Tetangga Pak Gesang tetapi sepenggal lirik yang saya tulis di dalam lagu Tetanggaku Pergi ke Kota: 
kita tak perlu ke kota, kita kan membuat kota.
Ketika menuliskan lirik tersebut…

Tunjukkan Apa yang Kita Cintai Dari Atas Panggung

GRIZZLY CLUIVERT NAHUSULY mulai menyayangi Hip Hop sejak ia masih duduk di kelas tiga SMP. Di tengah-tengah pencarian jati dirinya, Icy, begitu ia disapa, menemukan Hip Hop. Ia merasa tidak hanya menemukan apa yang selama ini ia gemari, ia justru menemukan dirinya sendiri.
"Saya sempat gabung di dalam paduan suara, dan kemudian saya temukan satu warna, yang rasanya saya banget, karena musiknya tidak terlalu mengandalkan suara yang merdu. Akhir 2010, saya tertarik, dan mulai mengikuti sebuah lomba namanya, BKKBN rap contest." Icy memulai ceritanya pada satu petang yang syahdu sambil menyeruput kopi hitam.
Dengan bekal binaan Hanny Wattimena (Hanny, seorang musisi Hip Hop 90-an), Hanny mendedikasikan waktunya untuk mengajar vokal, penguasaan panggung, dan bagaimana berinteraksi di panggung.
"Jam latihan kami waktu itu, biasanya jam 9 malam ke atas. Sejak saat itulah kecintaan saya terhadap Hip Hop mulai menjadi-jadi. Saya merasa bisa berekspresi dengan sesuatu yang membua…

Puisi Memberikan Jalan Untuk Menyembuhkan Diri

“Puisi mampu membantu beta memberikan jalan untuk menyembuhkan diri sendiri sebab manusia pada dasarnya ‘berpenyakitan’ betul bukan? Puisi benar-benar jadi obat di kala itu,” ujar Chalvin. Chalvin Papilaya satu dari sekian banyak anak muda yang mencintai puisi, dan punya semacam keyakinan kecil, puisi dapat menyembuhkan.
Pada tahun 2016, ia terpilih sebagai salah seorang “emerging writer” yang berangkat ke Makassar International Writers Festival. Bersama beberapa kawan lainnya yang juga berasal dari timur Indonesia, mereka menerbitkan sajak dan cerita pendek, dengan tajuk “Dari Timur 2” yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.
Chalvin katakan, “Puisi adalah pergulatan kecemasan terhadap tanda-tanda yang ada di luar diri penyair maupun di dalam dirinya sendiri—puisi bukanlah sekadar susunan kata-kata belaka.” Ungkapan ini, kemudian mengantar Chalvin untuk menerbitkan buku puisinya sendiri pada tahun 2019, berjudul “Mokolo”.



“Mokolo adalah kata sifat yang menggambarkan konteks per…