Skip to main content

Jordy Waelauruw : Maluku itu, Love, Groove, Home












Apa sih sebenarnya yang jadi passion kamu?

Passion saya adalah Bermusik (Trumpeter/ Pemain Trumpet)

Menurut kamu penting nggak sih jika anak muda harus punya passion?

Sangat penting, karena Jika kamu sudah mempunyai passion, kamu bisa lebih gampang menentukan karir dan jalan hidup apa yang tepat untuk kamu.

Kamu bermusik (trumpet) dan banyak sekali terlibat dalam project-project, apa yang kamu tidak pernah bosan mengerjakannya? Atau pernah berpikir untuk berhenti? 

Saya orang yang bosanan, terkadang saya juga bosan untuk tiup trumpet. Malahan saya pernah berpikir untuk stop main trumpet. Beruntung saya punya keluarga yang support saya di musik, jadi ketika saya lagi bosan niup/ berpikir untuk stop main trumpet mereka selalu semangatin saya.

Ada tidak suka duka di balik perjalanan kamu menjadi seorang musisi, ada hal lain lagi yang pingin kamu capai dalam beberapa tahun kedepan? Pernahkah berpikir untuk bekerja formal (kantoran)?

Suka duka pasti ada, tapi karena ini passion sedukanya duka pasti tetap senang menjalaninya hehehe. Tahun 2016 saya ingin membuat album solo.. hmmm kerja kantoran kayanya engga deh, hehehe.

Apa pendapat kamu tentang "membangun Maluku" atau "membangun kampung halaman"?

Membangun maluku itu suatu kewajiban untuk kita yang mempunyai darah maluku. Karena saya musisi saya lebih senang kalau dimulai dari musik, karena di Ambon banyak sekali musisi-musisi yang keren.

Bagaimana pendapat kamu tentang anak muda Maluku pada saat ini? 

Anak muda maluku kreatif, semangat dan berprestasi.

Tempat favorit kamu kalau sedang liburan ke Maluku (berada di kota Ambon) dan kenapa? 

Cafe Maples (karena banyak musisi yang keren main disana)
Kayu Tiga (Rumah Opa dan Oma) 

Siapa inspirasi terbesar buat kamu? 

Benny Likumahuwa, Miles Davis, Roy Hargrove, Christian Scott.

Apa harapan kamu terhadap Maluku? 

Bisa menjadi City Of Music, jadi semua orang di Indonesia kalau mau belajar musik harus ke Maluku.

Comments

Popular posts from this blog

MANUMATA Dekat di Mata Tinggal di Hati

Manumata, artinya satu atap atau berasal dari satu mata rumah. “Karena katong samua basudara.” Filosofi inilah yang menjaga Manumata sebagai sebuah grup hip-hop  dan berhasil membawa mereka tinggal di hati banyak orang.

Pertama kali saya melihat Manumata tampil di panggung pada tahun 2015, dalam sebuah acara yang digelar di Pattimura Park. Karena mereka tinggal dan berasal dari ‘satu atap’ yang sama, Manumata lekas menarik perhatian saya dengan kekompakan mereka ketika di panggung.

Pada suatu petang, saya berkesempatan mengunjungi basecamp Manumata di kawasan Air Putri-Ambon untuk mengobrol dengan empat anak keren ini. Manumata yang terdiri dari Friti Putreisya Riry (Uthe, 13 tahun), Johanes Philipus Eurilwen Petrusz (Jho, 13 tahun), Everd Arnold Riry (Ever, 15 tahun), dan Oscar Imanuel Lena (Oscar, 12 tahun), selalu mampu mengambil hati penonton dari atas panggung. Bukan hanya muda, lincah, mereka juga energik dan penuh percaya diri.

Ternyata keluwesan mereka di atas panggung sudah terb…

Tunjukkan Apa yang Kita Cintai Dari Atas Panggung

GRIZZLY CLUIVERT NAHUSULY mulai menyayangi Hip Hop sejak ia masih duduk di kelas tiga SMP. Di tengah-tengah pencarian jati dirinya, Icy, begitu ia disapa, menemukan Hip Hop. Ia merasa tidak hanya menemukan apa yang selama ini ia gemari, ia justru menemukan dirinya sendiri.
"Saya sempat gabung di dalam paduan suara, dan kemudian saya temukan satu warna, yang rasanya saya banget, karena musiknya tidak terlalu mengandalkan suara yang merdu. Akhir 2010, saya tertarik, dan mulai mengikuti sebuah lomba namanya, BKKBN rap contest." Icy memulai ceritanya pada satu petang yang syahdu sambil menyeruput kopi hitam.
Dengan bekal binaan Hanny Wattimena (Hanny, seorang musisi Hip Hop 90-an), Hanny mendedikasikan waktunya untuk mengajar vokal, penguasaan panggung, dan bagaimana berinteraksi di panggung.
"Jam latihan kami waktu itu, biasanya jam 9 malam ke atas. Sejak saat itulah kecintaan saya terhadap Hip Hop mulai menjadi-jadi. Saya merasa bisa berekspresi dengan sesuatu yang membua…

Cidade De Amboino : Lewat Rap Mari Melakukan Kebaikan!

CIDADE DE AMBOINO atau CDArap adalah salah satu dari sekian banyak grup maupun komunitas rap yang berdomisili di kota Ambon. 
Beranggotakan, Berixter Marceloy Tiwery a.k.a Q’Angel, Norman Schawarzkopf Angwarmase a.k.a Noro/Baik’ MC, Nathanel G Tuju a.k.a Ghey’C, Mozes Muskitta a.k.a Oceez, Ryo Diasz a.k.a RDZ, Klinton Tumangken a.k.a KLYN, Maryos Siahaya a.k.a i’OZ.  
Tapi sore itu saya hanya berhasil meng-interview tiga orang di antara ke tujuh personil. Simak interview saya dengan mereka, berikut ini. 
TR: selamat sore, kalau boleh mengutip seorang teman bahwa passion adalah sesuatu yang membakar diri kita dari dalam, nah kira-kira, apa yang menjadi passion dari teman-teman semua, baik itu dalam hal musik, hip-hop, rap, atau apapun?
RDZ: sebagai anak muda, kita suka melakukan banyak hal. Kita bergairah dengan hal itu. Tapi kalau bicara soal rap yang saat ini CDArap tekuni, orang-orang mulai menekuni bikin rima, bikin lirik. Awalnya, saya tidak punya motivasi lain, sama-sama asik saja, d…