Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2016

Ambon Manise : The Island of Dew

sumber http://www.geheugenvannederland.nl/



Bukan dari kata ‘amboi’. Amboina memang sebutan lain untuk pulau Ambon. Orang Ambon mengenal pulau tersebut dengan nama Nusa Apono. Orang-orang Portugis menyebut benteng yang mereka bangun di Pantai Hunipopu dan keramaian sekitarnya dengan nama Cidade de Amboyno, sebuah kota di pulau Amboina. 
Di dalam kamus karya William Marsden, A Dictionary of the Malayan Language, umbun (dew) adalah sebutan bangsa Eropa untuk pulau Ambon, "The island of dew". Ambon berasal dari kata embun; ambun; juga apon dalam bahasa melayu (Geographical Dictionary Of The World In The Early 20th Century). Pulau yang tidak jarang diselimuti kabut ini pada waktu pagi selalu meninggalkan tanah basah dan menebar embun di daun pepohonan juga rumput liar. 
Fakta-fakta itu direkam dalam lirik-lirik lagu, seperti "kamu-kamu (kabut) meliputi gunung Sirimau, bungkus pohon dan rumput-rumput meskipun siang", juga "Beta naik, naik di kereta/ takut ombong (embun…

New Season of Molucca Project : Ambon Island

picture by @sjzand - model jesica angelica




Januari adalah musim baru bagi Molucca Project. Setelah mengeluarkan seri Molucca pada beberapa saat yang lalu. Kali ini sesuai dengan concern Molucca Project untuk memperkenalkan pulau-pulau lainnya yang ada di Maluku, maka Molucca Project: Island Series dimulai. 
Edisi pertama yang akan kami perkenalkan adalah tentang Pulau Ambon, sebagai ibukota Maluku. Yang dikerjakan oleh Molucca Project adalah, kami akan menyediakan konten tentang Pulau Ambon di blog ini. Read the content and buy the products adalah salah satu visi kami. Semoga bukan hanya membeli produk dari Molucca Project tetapi juga membaca dan mengenal setiap pulau yang berada di Maluku.  
Karena Molucca Project adalah kabar baik dari Maluku. We bring you some good vibes about our home, Maluku. 

Kafe Pension dan Laporan Pandangan Mata Pameran Foto #AmbonBercerita #1

Acara Pameran Foto: Ambon Bercerita #1 di Kafe Pension yang berlangsung pada 19-20 Januari kemarin, menyenangkan dan seru sekali. Beberapa foto di bawah ini, hanya laporan pandangan mata, berlangsungnya event tersebut. Selamat menikmati. 


Jelang sore, ketika display foto di sepanjang trotoart Kafe Pension. Ketika saya dan teman-teman membawa karya sampai di tkp, antusiasme warga sekitar langsung terlihat. Mereka langsung mengamat-amati karya foto yang ada pada papan pajangan. 


#LivePoem bersama Weslly Johannes. Terlihat beberapa pengunjung yang sedang mengerubungi menjanya. Malam itu ia mengetik puisi dari nama masing-masing pengunjung yang datang. 


Undangan #LivePoem yang disebarkan di sosial media. 


Acara pembukaan pada malam itu, juga diramaikan oleh teman-teman dari CDArap feat Filaz. Selain itu ada teman-teman musisi seperti: David Rampisela, Soft East, dan beberapa penyanyi lokal juga turut meramaikan. 

Suasana Pameran Foto: Ambon Bercerita #1 pada malam itu. 





Suasana lain dari depan …

Tentang Peserta Pameran Foto : Ambon Bercerita #1

19 - 20 Januari di Kafe Pension, Ambon, kita dapat menikmati 19 karya dari teman-teman muda di Maluku. Mereka mencoba merekam kesederhanaan yang ada di dalam kota ini. Sementara itu, membagi cerita ini kepadamu adalah sebuah kemewahan. Berikut ini adalah peserta, karya, sekaligus caption yang menceritakan tentang karya mereka: 



Tifar Mayang oleh David Leimena. 
Ayah saya adalah seorang pembuat sopi. Proses pembuatan sopi dikenal dengan sebutan ‘Tifar Mayang’. Dari pekerjaan inilah, ayah memenuhi kebutuhan hidup kami sekeluarga bahkan membiayai kuliah saya dan saudara-saudara saya.


Malam oleh Nielma Pesurnay. 
Sesungguhnya malam di kota ini tidak lagi gelap dan sunyi, apalagi menakutkan. Orang Ambon punya banyak cara untuk menikmatinya: ngopi, jalan-jalan, menikmati lampu kota, membeli nasi kuning, atau duduk-duduk dan bercerita.



Jibu-jibu oleh Petra Ayowembun.
Adalah potret perempuan-perempuan tangguh. Mereka yang setiap hari membawa ikan-ikan segar dari pelabuhan dan menjualnya. Perempuan-…

Tentang Pameran Foto : Ambon Bercerita #1

photo by mirelle daphney, salah satu peserta pameran.

Ambon adalah kumpulan cerita. Cerita-cerita tentang berbagai peristiwa; hal-hal kecil, besar, biasa, maupun luar biasa,  mereka menyatu di dalam ingatan orang-orang yang hidup, berjuang, dan menikmati kota ini hari demi hari. 
Cerita-cerita itu ada di dalam tulisan, nyanyian dan foto yang bertebaran di media massa dan media sosial. Pada masanya, cerita tentang keindahan-keindahan panoramik menjadi gambar yang tertancap begitu kuat di benak banyak orang tentang kota ini. Demikian pula cerita-cerita tentang konflik dan usaha-usaha perdamaian pernah menjadi satu narasi besar tentang Ambon, bahkan Maluku.
Pameran Foto Ambon Bercerita #1 adalah sebuah tindakan kecil yang bertujuan memotret kisah-kisah kecil dari kehidupan sehari-hari sebagai penyeimbang narasi besar tentang Ambon, yang selama ini hanya berisi pengalaman konflik sosial, usaha perdamaian, dan keindahan-keindahan panoramik. 
Paparisa Ambon Bergerak, berkolaborasi dengan komuni…

Edisi Pulang Kampung Yamtel [Bag. 2]

Untuk menuju ke Yamtel, kai harus menyeberang melalui pelabuhan kapal cepat, Tual. Ketika musim akhir tahun saat ini, sepertinya kita harus berani mengantri tiket kapal cepat. Karena begitu banyak orang yang hendak pulang ke Kampung. 

Pemandangan lainnya dari Pelabuhan Kapal Cepat, Tual. Waktu yang dipakai untuk menyeberang dari Pelabuhan Tual ke Pelabuhan Elat adalah kurang lebih sekitar satu jam dan tiga puluh menit. Yang perlu dipersiapkan lainnya ketika hendak menyeberang dan tidak tahan ombak, maka harus mempersiapkan obat pusing. 




Yamtel atau Jamtel. Terdiri atas dua kata yaitu: Yam dan Tel. Menurut ayah saya, Yam adalah Rahamyam atau persekutuan keluarga. Tel artinya tiga, tiga tungku, karena berasal dari tiga persekutuan keluarga: Yamtel, Waurtahait, dan Ohoinangan. 


Pemandangan dari depan kampung Yamtel. Kakak Perempuan dari ayah saya, biasanya saya sapa dengan Bong bercerita bahwa, dulunya, hanya ada pasir putih panjang sepanjag pantai, dan saat ini, karena ombak maka pasir put…

Pameran Foto: Ambon Bercerita #1

Paparisa Ambon Bergerak present: 
Photo, Art and Exhibition: Pameran foto Ambon Bercerita #1 19-20 January 2016 di Pension Cafe, Ambon. Ini merupakan project lanjutan dari #30HariAmbonBererita yang pernah diadakan oleh @moluccaproject pada bulan Oktober yang lalu. 
Pembukaan pameran 19 January, pukul 19.00 wit. Datang dan nikmati cerita-cerita personal tentang kota Ambon dari para penikmat kota dan penikmat foto di bawah ini: 
1. Burhanuddin Borut 2. Debra Soplantila 3. Mirelle Daphney 4. Echa Worotikan 5. Dave Leimena 6. David Rampisela 7. Weslly Johannes 8. Revelino Berry 9. Andrey Fakoubun 10. Elpido Meido 11. Ryo Diaz 12. Theizart Saiya 13. Michael Alfredo 14. Petra Ayowembun 15. Aldy Patrick 16. Franz "Hayaka" Nendissa 17. Yeszco "Oranje" 18. Shinta Lauw 19. Nielma Pesurnay 20. Norman Schwarzkopf 21. Rizalio Akbar
Akan ada LIVE MUSIC: soft east, CDArap, musisi lokal keren kota Ambon. LIVE POEM: weslly johannes, revelino berry, opa rudi fofid, teman-teman bengkel sastra maluku. LIVE S…

Edisi Pulang Kampung Yamtel [Bag 1]

Liburan akhir tahun ini, saya berkesempatan untuk mengunjungi Tual, Maluku Tenggara, untuk nantinya menuju ke Yamtel, kampung kedua orang tua saya. Beruntung sekali, karena perjalanan kali ini saya ditemani Ayah saya. 
Dari Ambon, kami naik kapal Tidar. Terus terang, terakhir kali saya naik kapal itu lima belas tahun yang lalu. Ketika saya lulus sekolah di tahun dan hendak melanjutkan sekolah ke Jawa. 
Kami naik kelas Ekonomi. Ayah saya mencari tempat tidur di lorong buntu kapal. Perjalanan dari Ambon ke Tual hanya membutuhkan satu malam ditambah beberapa jam. Dan tidur di lorong bukan masalah. 

Ini sedikit pemandangan dari atas kapal Tidar. 


Lautan biru sepanjang mata memandang. 

Sebuah gereja di Kampung Ohoidertawun, Tual. 

Pantai pasir panjang yang tersohor itu. Dengan pasir yang begitu halus, sehingga bisa dipakai untuk maskeran. 

Masih dari Kampung Ohoidertawun. 

Ketika bermain di Ohoi Evu. Tempat permandian, seperti bendugan, yang filosofinya berasal dari rambut nenek sepanjang air yang…

Jordy Waelauruw : Maluku itu, Love, Groove, Home

Apa sih sebenarnya yang jadi passion kamu?
Passion saya adalah Bermusik (Trumpeter/ Pemain Trumpet)
Menurut kamu penting nggak sih jika anak muda harus punya passion?
Sangat penting, karena Jika kamu sudah mempunyai passion, kamu bisa lebih gampang menentukan karir dan jalan hidup apa yang tepat untuk kamu.
Kamu bermusik (trumpet) dan banyak sekali terlibat dalam project-project, apa yang kamu tidak pernah bosan mengerjakannya? Atau pernah berpikir untuk berhenti? 
Saya orang yang bosanan, terkadang saya juga bosan untuk tiup trumpet. Malahan saya pernah berpikir untuk stop main trumpet. Beruntung saya punya keluarga yang support saya di musik, jadi ketika saya lagi bosan niup/ berpikir untuk stop main trumpet mereka selalu semangatin saya.
Ada tidak suka duka di balik perjalanan kamu menjadi seorang musisi, ada hal lain lagi yang pingin kamu capai dalam beberapa tahun kedepan? Pernahkah berpikir untuk bekerja formal (kantoran)?
Suka duka pasti ada, tapi karena ini passion sedukanya duka pas…