Skip to main content

Morika Tetelepta : Maluku itu Eksotis, Panas, Menghanyutkan
















Apa sih sebenarnya yang jadi passion kamu? 

Musik dan terus hidup. Kalau sudah tidak hidup lagi, bermusik jadi susah sekali. Hehehe. 

Menurut kamu penting tidak jika anak muda harus punya passion? 

Anak muda punya energi besar passion ditambah dengan energi yang besar dampaknya akan luar biasa. Anak muda harus punya keduanya. 

Kamu mengawali bermusik dengan menjadi hiphopers, ceritakan asal mula kamu memilih jalur ini? Lalu sejak saat itu kamu mulai terlibat dalam project-project, ceritakan sedikit tentang mereka? Lalu pada saat ini kamu sedang membuat project musik eksperimental, ceritakan juga? 

Saya mendengarkan dan suka lagu rap sejak masih SMP. Lagu-lagu macam 2 Live Crew, MC Hammer, Vanilla Ice top sekali di Ambon mejelang akhir 90an. Hampir semua angkot di Poka-Rumatiga memutar lagu-lagu mereka. Perjalanan perjalanan dengan angkot dari rumah ke sekolah itu yang membuat saya keracunan rap sampai sekarang. Tahun 2002, saya ke Jakarta untuk berkuliah. Jakarta punya segalanya. Hal-hal yang hampir tidak bisa ditemukan di Ambon pada waktu itu. Toko-toko musik, majalah musik dan internet. Pada tahun-tahun inilah saya mulai belajar lebih banyak lagi tentang rap dan hip hop. Hampir sebagian besar sumber daya yang saya punya habis untuk buku, hip hop, dan alkohol. Saya kecaduan ketiganya. Namun alkohol adalah yang terburuk. Menjadi alkoholik adalah paruh waktu tergelap dalam hidup saya dan di saat itulah hip hop meyelamatkan saya. Musik meyelematkan hidup saya. Bagi saya pribadi, suatu karya keselamatan adalah perkara yang tidak main main. Maka saya tidak pernah main main dengan musik. Lewat musik saya berjumpa banyak teman. Perkenalan dengan mereka mematapka n jalan saya. Sejak 2008, bersama teman kami membagun MHC. Ambon adalah medan gerilya kami. Hip Hop belum cukup baik diterima pada saat itu, maka kami aktif meggempur Ambon degan lagu-lag hip hop. Usaha ini cukup berhasil. Hari ini ada begitu bayak rapper maupun komunitas hip hop di Ambon. Hip Hop ada dimana mana. Dari Ambon hingga Saumlaki, Masohi, Tual, Buru, dan mungkin ada lagi yang tidak kami ketahui. Luar biasa! Oleh karena itu, saya banyak berterima kasih pada teman-teman yang sejak mulanya selalu ada dalam pergerakan membesarkan kultur musik ini di Maluku. Mereka adalah Revelino Berry, Hayaka Nendissa, Killa Salakory, Dave Latuny, Nixon Flip Pormes (tetap tertawa di surga bro!), Hery Tetelepta, DJ Billy Saimima, Althien Pesurnay, Mark Ufie. Tanpa mereka hip hop kami hanya berakhir di hard drive komputer studio. Seperti yang telah saya bilang di atas bahwa musik itu menyelamatkan hidup saya. Maka lewat musik saya ingin menyelamatkan sesuatu. Saat ini saya sedang aktif mengumpulka mantra-matra dari Maluku. Sejauh yang saya ketahui, ada bayak bahasa asli Maluku yang sudah punah. Matra mantra sementara berada dalam kondisi terancam punah. Sebab sejak agama-agama arus utama masuk, ia pelan-pelan memberangus lokalitas dan tradisi. Baru belakangan ini, kesadaran kontekstualisasi mendapatkan tempatnya. Belum terlambat memang, namun perjalanannya, akan cukup melelahkan. Bereksperimen dengan bahasa bahasa asli, mantra mantra Maluku dan musik. Memadukannya, membuatnya hidup lagi di musik, sepanjang zaman. Itu mimpi saya saat ini. Saya sedang mengerjakannya pelan-pelan sekarang. 


Ada tidak suka duka di balik perjalanan kamu menjadi seorang musisi, ada hal lain lagi yang pingin kamu capai dalam beberapa tahun kedepan? Pernahkah berpikir untuk bekerja formal (kantoran)? 

Suka dan duka, saya kurang senang meggunakan kalimat itu. Saya lebih cenderung menyebutnya manis dan pait. Seperti sageru, nikmatnya akan terasa ketika meneguk manis dan paitnya. Dalam perjalanan bermusik sampai saat ini, kisah kisah manis dan pait berserakan, di sini sana. Keduaya menciptakan rasa dan mendewasakan. Untuk beberapa tahun ke depan, saya punya keinginan untuk paling tidak bisa menguasai satu saja bahasa asli Maluku. Entah dari pulau apa saya tidak terlalu memusingkannya, sebab rasa-rasanya, akan keren sekali, kalau bisa ngobrol dengan bahasa daerah. Mengenai pekerjaan kantoran atau formal, dulu saya pernah memikirkannya. Pernah ingin menjadi pengajar, namun dalam perjalaannya, saya tidak merasa bahagia. Maka saya berhenti memikirkannya. 

Apa pendapat kamu tentang "membangun Maluku" atau "membangun kampung halaman"?

Ibarat rumah, membangun harus dimulai dari bawah. Harus kokoh di bawah, di dasarnya. Jika Maluku adalah rumah, maka kita harus berdiri pada dasar yang kuat. 

Bagaimana pendapat kamu tentang anak muda Maluku pada saat ini?

Anak muda Maluku saat ini keren-keren. Mereka ada dimana mana, di semua lini. Hampir semuanya punya bakat-bakat yang bagus. Saya percaya akan ada perubahan yang terjadi di Maluku lewat anak anak mudanya. 

Tempat favorit kamu kalau sedang liburan ke Maluku ( berada di kota Ambon) dan kenapa? 

Pulau Tiga dan Tapi di Wakasihu. Ini tempat memancing yang seru. Selalu ada senyum dari orang-orang di rumah, tiap kali saya pulang memancing dari tempat itu. Perolehan ikannya selalu berakhir dengan santapan ikan kuah kuning yang sedap di meja makan. 

Siapa inspirasi terbesar buat kamu dalam berkarya? 

Immortal Technique dan Johannes de Silentio. Karya karya mereka adalah sumber inspirasi saya. 

Apa harapan kamu terhadap Maluku?

Ribut ribut sih boleh saja, namun jangan lagi bakar-bakaran. Kantor pemadam sedikit sekali di sini.  

*photo credit: wirol. h

Comments

Popular posts from this blog

Tunjukkan Apa yang Kita Cintai Dari Atas Panggung

GRIZZLY CLUIVERT NAHUSULY mulai menyayangi Hip Hop sejak ia masih duduk di kelas tiga SMP. Di tengah-tengah pencarian jati dirinya, Icy, begitu ia disapa, menemukan Hip Hop. Ia merasa tidak hanya menemukan apa yang selama ini ia gemari, ia justru menemukan dirinya sendiri.
"Saya sempat gabung di dalam paduan suara, dan kemudian saya temukan satu warna, yang rasanya saya banget, karena musiknya tidak terlalu mengandalkan suara yang merdu. Akhir 2010, saya tertarik, dan mulai mengikuti sebuah lomba namanya, BKKBN rap contest." Icy memulai ceritanya pada satu petang yang syahdu sambil menyeruput kopi hitam.
Dengan bekal binaan Hanny Wattimena (Hanny, seorang musisi Hip Hop 90-an), Hanny mendedikasikan waktunya untuk mengajar vokal, penguasaan panggung, dan bagaimana berinteraksi di panggung.
"Jam latihan kami waktu itu, biasanya jam 9 malam ke atas. Sejak saat itulah kecintaan saya terhadap Hip Hop mulai menjadi-jadi. Saya merasa bisa berekspresi dengan sesuatu yang membua…

Weslly Johannes : Beta Sayang Kenangan

Weslly Johannes adalah seorang penyair. Ia mencintai kata-kata. Kesan pertama ketika bertemu dengannya adalah ia sangat teduh, seperti melihat lautan, ketika berlayar diatasnya, kemudian baru kita menemukan banyak sekali gelombang-gelombang. Ia menyukai, menghabiskan waktu di daerah sekitar rumahnya, di Ambon, yaitu pada bangku yang terletak di bawah pohon nangka, dari situ ia dapat melihat Tanjung Alang dan matahari tenggelam. Di sanalah kemudian puisi-puisinya lahir. Selain itu Teluk Kayeli, adalah tempat favoritnya, ketika menceritakan tentang Teluk Kayeli, ada rasa haru sekaligus rindu, seperti ingin selalu kembali ke sana. 
Saat ini ia tinggal di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat, karena harus menyelesaikan proses Vikaris (proses sebelum kemudian menjadi seorang pendeta) dan kemudian saya adalah orang yang paling beruntung, ketika mendapatkan kesempatan mengobrol dengannya. 
Kata yang paling banyak kita temui di dalam puisi puisi Weslly Johannes yaitu kenangan. Manusia pada akhirnya …

Lebih Peka Dengan Keadaan Sekeliling

Syamsul Bahry Fakoubun atau lebih dikenal dengan nama Andrey Fakoubun, memulai konten youtube-nya dengan tajuk LOKAL VOKAL. Ia telah mewawancarai musisi, rapper, selebgram, hingga caleg muda asal kota Ambon. Molucca Project mengajak Andrey untuk chat dan membahas tentang apa sih yang ada di balik konten LOKAL VOKAL dan mengapa penting untuk mengabarkan kabar baik melalui video. Berikut wawancara singkat kami bersama Andrey:
Mengapa sih tertarik dengan membuat video youtube? Mengapa memilih untuk menjadi yutuber? Kira-kira menurutmu apa dampak besar dari sebuah video yang ditonton olah banyak orang?
Awalnya mau membuat video youtube, karena saya tidak punya skill. Pengetahun tentang sajak terbatas, musik terbatas. Bisa sih, tapi tidak ahli. Kemudian saya kenal dengan orang-orang yang kompeten di bidang itu semua. Nah, youtube saya ini adalah wadah untuk mengapresiasi mereka. Jadi walau tidak punya skill yang sama dengan mereka, saya punya cara lain untuk mengabarkan kepada kawan-kawan di…