Skip to main content

Debra Adriana Soplantila : Maluku itu Beautiful, Lovable, Home












Apa sih sebenarnya yang jadi passion kamu? 

Kalau passion dalam hal ini diartikan sebagai sesuatu yang dikerjakan dengan sepenuh hati dan tanpa mengenal rasa bosan, maka passion saya adalah MENGAJAR. 

Menurut kamu penting nggak sih jika anak muda harus punya passion?

Penting! Punya passion itu WAJIB! Jika seseorang khususnya anak muda tidak punya passion, maka kesasarlah dia dalam perjalanan hidupnya. Passion menurut saya semacam identitas yang kita bawa-bawa. Bayangkan saja jika kita tidak punya KTP, maka tidaklah legal keberadaan kita dalam masyarakat. Bagi saya passion sepenting itu. 

Kamu mengajar Bahasa Inggris, ceritakan soal hal-hal menyenangkan di baliknya? 

Saya sudah hampir 12 tahun mengajar Bahasa Inggris, dan "menyenangkan" memang kata yang tepat untuk menggambarkan passion saya itu. Bisa membagi apa yang saya punya dengan orang lain, dan merasakan manfaatnya bagi orang lain adalah hal yang paling membahagiakan sekaligus memuaskan bagi saya. Hal menyenangkan lainnya adalah mengenal banyak orang dengan latar yang berbeda. Karena saya adalah instruktur privat, maka sehari-hari saya menemui murid-murid -yang kebanyakan adalah anak sekolah- di rumah mereka. Ini menjadi menarik karena selain mengajar, saya bisa mengenal mereka dan keluarganya secara pribadi. Kadang mereka memperlalakukan saya tidak seperti guru tetapi lebih sebagai teman atau keluarga. Dan ini menyenangkan.

Ada tidak suka duka di balik perjalanan kamu menjadi seorang pengajar freelance? Ada hal lain lagi yang pingin kamu capai dalam beberapa tahun kedepan? Pernahkah berpikir untuk bekerja formal (kantoran)? 

Ini jujur, selama menjadi instruktur privat Bahasa Inggris, saya lebih sering menemui suka dibanding duka. Dan menurut saya memang seharusnya demikian bila kita melakukan sesuatu sesuai passion yang kita miliki. Dukanya sebatas bila murid tidak tepat waktu sesuai jadwal yang sudah ditentukan, atau pembatalan tiba-tiba yang menyebabkan jadwal saya berantakan. Hanya sebatas itu. Itupun tidak saya anggap sebagai duka, melainkan kendala-kendala yang sama sekali tak sebanding dengan suka dan kepuasaan yang saya temui selama ini. 

Hal lain yang ingin saya capai dalam beberapa tahun kedepan adalah Meningkatnya kesadaran anak muda di Maluku akan pentingnya bahasa asing khususnya Bahasa Inggris. Dan saya ingin menjadi bagian dalam mewujudkannya. 

Saya pernah bekerja di suatu lembaga kursus sebagai pengajar. Tapi saya sadar menjadi pegawai dengan rutinitas waktu kerja pagi sampai sore, bukanlah dunia saya. Saya ingin waktu kerja yang lebih lentur. Tanpa ketentuan-ketentuan yang mengikat. Tanpa aturan-aturan yang baku dan kaku. Menurut saya bekerja freelance adalah pilihan tepat untuk mengembangkan kreativitas tanpa ikatan-ikatan namun tetap bertanggung jawab. Saya memang bukan guru formal, namun bukan berarti saya bukan seorang pengajar. 


Apa pendapat kamu tentang "membangun Maluku" atau "membangun kampung halaman"?

Membangun Maluku merupakan kewajiban semua orang Maluku terlebih anak muda. Caranya adalah lewat talenta yang kita miliki. Apapun itu, selama itu positif, lakukanlah dengan benar. Dengan cara itulah kita sudah ikut membangun Maluku. Tidak perlu membandingkan dengan orang lain apa yang sudah kita lakukan untuk Maluku. Ini yang sudah dan masih terus saya lakukan; membagi sedikit ilmu yang saya miliki kepada anak-anak Maluku lainnya. Saya percaya, sekecil apapun andil saya, setidaknya saya sudah ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan anak Maluku. 

Bagaimana pendapat kamu tentang anak muda Maluku pada saat ini? 

Anak muda Maluku saat ini? Hmm.. Dibanding dengan mereka yang ada di barat, kita di timur selalu 'merasa' ketinggalan dalam berbagai hal. Agak miris memang, mengingat anak muda Maluku itu tidak se-'tertinggal' itu dibanding anak muda yang ada di kawasan barat Indonesia atau lebih spesifik yang ada di pulau Jawa. Dan itu yang harus diimani dan diamini oleh anak muda Maluku. Bagaimana mungkin dunia bisa melirik Maluku, bila orang Maluku sendiri selalu merasa tertinggal dibanding mereka yang ada di sana. Tak bisa dipungkiri darah seni mengalir kencang di timur. Maka marilah kita fokus di situ. Maluku punya segudang seniman muda kreatif yang patut untuk diperhitungkan. Dan menurut saya sudah saatnya anak muda Maluku harus keluar dari mindset "Kurangnya fasilitas dan kesempatan dibanding yang di barat". Karena mindset itu yang membunuh kreativitas. 

Tempat favorit kamu kalau sedang liburan ke Maluku ( berada di kota Ambon) dan kenapa? 

If life gets hard, go to the beach :) Terdengar klise, tapi memang itu yang saya lakukan, dan saya percaya sebagian besar orang Maluku melakukan hal yang sama di waktu liburan. Melihat laut, mendengar deru ombak, menikmati birunya langit, sambil menyantap hidangan khas seperti rujak, pisang goreng, kasbi goreng (ubi goreng), atau es kelapa muda adalah cara menghabiskan liburan yang paling ideal di Maluku khususnya Ambon. 

Siapa inspirasi terbesar buat kamu? 

Papa mengajarkan terlalu banyak hal buat saya. Saya meng-copypaste beliau dalam banyak hal. Maka kalau ditanya siapa inspirasi terbesar saya? Beliaulah ispirasi saya. Bukan semata-mata karena beliau adalah papa saya, tapi karena beliau memang panutan saya. Teman saya. Idola saya. Guru saya. 

Apa harapan kamu terhadap Maluku? 

Saya berharap suatu saat nanti, Maluku bisa menggantikan Bali sebagai 'Indonesia' di mata dunia. 







Comments

Popular posts from this blog

MANUMATA Dekat di Mata Tinggal di Hati

Manumata, artinya satu atap atau berasal dari satu mata rumah. “Karena katong samua basudara.” Filosofi inilah yang menjaga Manumata sebagai sebuah grup hip-hop  dan berhasil membawa mereka tinggal di hati banyak orang.

Pertama kali saya melihat Manumata tampil di panggung pada tahun 2015, dalam sebuah acara yang digelar di Pattimura Park. Karena mereka tinggal dan berasal dari ‘satu atap’ yang sama, Manumata lekas menarik perhatian saya dengan kekompakan mereka ketika di panggung.

Pada suatu petang, saya berkesempatan mengunjungi basecamp Manumata di kawasan Air Putri-Ambon untuk mengobrol dengan empat anak keren ini. Manumata yang terdiri dari Friti Putreisya Riry (Uthe, 13 tahun), Johanes Philipus Eurilwen Petrusz (Jho, 13 tahun), Everd Arnold Riry (Ever, 15 tahun), dan Oscar Imanuel Lena (Oscar, 12 tahun), selalu mampu mengambil hati penonton dari atas panggung. Bukan hanya muda, lincah, mereka juga energik dan penuh percaya diri.

Ternyata keluwesan mereka di atas panggung sudah terb…

Tunjukkan Apa yang Kita Cintai Dari Atas Panggung

GRIZZLY CLUIVERT NAHUSULY mulai menyayangi Hip Hop sejak ia masih duduk di kelas tiga SMP. Di tengah-tengah pencarian jati dirinya, Icy, begitu ia disapa, menemukan Hip Hop. Ia merasa tidak hanya menemukan apa yang selama ini ia gemari, ia justru menemukan dirinya sendiri.
"Saya sempat gabung di dalam paduan suara, dan kemudian saya temukan satu warna, yang rasanya saya banget, karena musiknya tidak terlalu mengandalkan suara yang merdu. Akhir 2010, saya tertarik, dan mulai mengikuti sebuah lomba namanya, BKKBN rap contest." Icy memulai ceritanya pada satu petang yang syahdu sambil menyeruput kopi hitam.
Dengan bekal binaan Hanny Wattimena (Hanny, seorang musisi Hip Hop 90-an), Hanny mendedikasikan waktunya untuk mengajar vokal, penguasaan panggung, dan bagaimana berinteraksi di panggung.
"Jam latihan kami waktu itu, biasanya jam 9 malam ke atas. Sejak saat itulah kecintaan saya terhadap Hip Hop mulai menjadi-jadi. Saya merasa bisa berekspresi dengan sesuatu yang membua…

Beberapa Spot Favorit Lainnya di Pusat Kota Ambon: Silakan Jalan Kaki Atau Naik Becak

Kota Ambon dengan jalan-jalan utamanya, masih bisa dijangkau dengan jalan kaki. Masih ramah, mengingat pusat kotanya yang tidak terlalu luas. Atau alternatif lainnya adalah menggunakan becak. Becak di Kota Ambon, relatif masih sangat terjangkau. Dari harga 5000 rupiah hingga 20.000 ribu rupiah. Semuanya kembali kepada jarak tempuh. 
Jalan utama Ay. Patty adalah salah satu jalan utama yang asik untuk dipakai jalan kaki dari ujung satu ke ujung lainnya. Berbagai toko berderet di sepanjang jalan ini. Ada sebuah Kafe bernama D'Street yang menjadi alternatif tempat nongkrong sambil ber-wifi-an dan minum kopi sore. 
Beberapa toko di jalan Ay. Patty ini memang terbakar ketika konflik Maluku yang lalu, tetapi kini sudah dibangun kembali dan ditata dengan apik. Ingatan saya kembali ke tahun 90-an ketika itu Bakso di Puskud (salah satu bangunan yang ada di Jl. Ay. Patty, kini bentuk bangunannya masih ada, tetapi sudah beralih fungsi) masih menjadi salah satu yang favorit. 
Di jalan Ay. Patty j…