Skip to main content

Rindu Romean Seperti Rindu Kekasih Kesayangan







Setelah dari Larat, saya lalu melanjutkan perjalanan saya ke Pulau Fordata. Pulau Fordata adalah pulau yang paling ujung dari gugusan pulau-pulau yang ada di Kepulauan Tanimbar. Menuju Romean. Romean berasal dari kata "Rum Yaan" Rum artinya Rumah, sedangkan Yaan artinya Terdepan. Maka arti Romean adalah Rumah yang terdepan. 

Hal ini benar adanya. Dengan menggunakan kapal motor atau speed boat dari Larat selama kurang lebih dua jam. Akhirnya saya sampai ke Romean. Ketika hendak berlabuh, tampak rumah-rumah penduduk yang berjejer di tepi pantai. 

Kesan pertama saya ketika menginjakkan kaki di sini adalah "saya suka sekali tempat ini" begitu celetuk saya di dalam hati. Sesampainya di sana, kami lalu menuju rumah Usi De Elath (teman kakak saya). 

Yang menarik dari rumah-rumah di Romean adalah kerapihan dan bangunan rumahnya yang jadul. Kebanyakan jendela-jendela mereka berbentuk bujur sangkar dengan kerai yang bisa dibuka dengan leluasa. Lalu kampungnya bersih. Rasanya setiap orang memang memperhatikan kebersihan rumahnya sendiri. 


Pertama kali sampai di Romean. Itu adalah Tuan Speed boat yang kami tumpangi. Ikan di tangannya adalah hasil tangkapan sepanjang perjalanan kami menuju Romean. 


Penduduk setempat bercerita, jika memang sedang panas-panasnya, mereka akan pergi ke Pantai, membawa tikar dan peralatan tidur mereka lalu tidur di sini beramai-ramai hingga pagi. Ah, saya ingin sekali merasakan pengalaman tidur di pantai ini. Semoga suatu hari nanti bisa ya.




Di hari Minggu pagi, saya mengikuti kebaktian di Gereja Silo. Yang juga merupakan salahsatu gereja tua di Maluku. Setiap jemaat kebanyakan bernyanyi lagu Dua Sahabat Lama dan nyanyian Tahlil. Tidak ada iringan musik  sama sekali. Hanya suara-suara memantul pada dinding-dinding yang hampir mengelupas. Syahdu sekali. 


Rata-rata penduduk Romean memiliki kebun. Mereka berbicara Bahasa Fordata. Dan dalam perjalanan menuju kebun terdapat walang, tempat membuat sopi. Saya sempat mampir untuk icip sedikit sopi mayang. 


Sopi mayang kepada saya disuguhkan begini. 


Sempat bermain-main di pantai setempat dan melihat Usi De dan teman-teman mencari kulibia untuk dibuat hiasan.




Kebun kebun mereka penuh dengan Lemon Manis. Lemon manis ini biasanya dikonsumsi sendiri atau dibawa ke Larat untuk dijual. 


Ketika di kebun Lemon Manis. 


Model rumah rumah di Romean. 


Anak-anak kecil yang bermain-main di pantai setiap sore. Bersahaja. Mereka begitu asyik. Saya sendiri betah berlama-lama. Walaupun di Romean tidak ada sinyal. Dan listrik bahkan seadanya. Ketika tidur malam pun hanya menggunakan lampu petromaks. Tapi justru itulah yang membuat nyenyak. Setiap orang tidak menonton tivi, melainkan mengobrol satu dengan yang lain. Satu-satunya kampung yang ada sinyal ada di Kampung Awear. Tetapi sinyal di situ juga hanya kepada handphone tertentu saja. 


Senja di Romean. Rasa-rasanya tidak mau pulang. Masih ingin menghabiskan waktu beberapa lama di sini. Dengan penduduk yang bersahaja dan cerita-cerita sederhana mereka. Ada satu Mama yang bercerita kepada saya, bahwa ia bekerja berjulan lemon manis dan sopi ke Larat, hanya untuk biaya sekolah anaknya. Atau celetukan celetukan khas sederhana mereka yang membuat rindu. Saya pasti akan kembali lagi ke Romean. Suatu hari nanti, menikmati senja lebih lama. Karena saya terlanjur menyukai kampung ini. Ketika naik kapal motor lagi ke Larat, tidak terasa mata saya pelan-pelan basah. 

Comments

  1. itu beta pung kampung, terima kasih banyak ya, salam kenal ( Kace Watat )

    ReplyDelete
  2. haii Kk Taty, kapan main lagi ke Romean?? :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tunjukkan Apa yang Kita Cintai Dari Atas Panggung

GRIZZLY CLUIVERT NAHUSULY mulai menyayangi Hip Hop sejak ia masih duduk di kelas tiga SMP. Di tengah-tengah pencarian jati dirinya, Icy, begitu ia disapa, menemukan Hip Hop. Ia merasa tidak hanya menemukan apa yang selama ini ia gemari, ia justru menemukan dirinya sendiri.
"Saya sempat gabung di dalam paduan suara, dan kemudian saya temukan satu warna, yang rasanya saya banget, karena musiknya tidak terlalu mengandalkan suara yang merdu. Akhir 2010, saya tertarik, dan mulai mengikuti sebuah lomba namanya, BKKBN rap contest." Icy memulai ceritanya pada satu petang yang syahdu sambil menyeruput kopi hitam.
Dengan bekal binaan Hanny Wattimena (Hanny, seorang musisi Hip Hop 90-an), Hanny mendedikasikan waktunya untuk mengajar vokal, penguasaan panggung, dan bagaimana berinteraksi di panggung.
"Jam latihan kami waktu itu, biasanya jam 9 malam ke atas. Sejak saat itulah kecintaan saya terhadap Hip Hop mulai menjadi-jadi. Saya merasa bisa berekspresi dengan sesuatu yang membua…

Weslly Johannes : Beta Sayang Kenangan

Weslly Johannes adalah seorang penyair. Ia mencintai kata-kata. Kesan pertama ketika bertemu dengannya adalah ia sangat teduh, seperti melihat lautan, ketika berlayar diatasnya, kemudian baru kita menemukan banyak sekali gelombang-gelombang. Ia menyukai, menghabiskan waktu di daerah sekitar rumahnya, di Ambon, yaitu pada bangku yang terletak di bawah pohon nangka, dari situ ia dapat melihat Tanjung Alang dan matahari tenggelam. Di sanalah kemudian puisi-puisinya lahir. Selain itu Teluk Kayeli, adalah tempat favoritnya, ketika menceritakan tentang Teluk Kayeli, ada rasa haru sekaligus rindu, seperti ingin selalu kembali ke sana. 
Saat ini ia tinggal di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat, karena harus menyelesaikan proses Vikaris (proses sebelum kemudian menjadi seorang pendeta) dan kemudian saya adalah orang yang paling beruntung, ketika mendapatkan kesempatan mengobrol dengannya. 
Kata yang paling banyak kita temui di dalam puisi puisi Weslly Johannes yaitu kenangan. Manusia pada akhirnya …

Lebih Peka Dengan Keadaan Sekeliling

Syamsul Bahry Fakoubun atau lebih dikenal dengan nama Andrey Fakoubun, memulai konten youtube-nya dengan tajuk LOKAL VOKAL. Ia telah mewawancarai musisi, rapper, selebgram, hingga caleg muda asal kota Ambon. Molucca Project mengajak Andrey untuk chat dan membahas tentang apa sih yang ada di balik konten LOKAL VOKAL dan mengapa penting untuk mengabarkan kabar baik melalui video. Berikut wawancara singkat kami bersama Andrey:
Mengapa sih tertarik dengan membuat video youtube? Mengapa memilih untuk menjadi yutuber? Kira-kira menurutmu apa dampak besar dari sebuah video yang ditonton olah banyak orang?
Awalnya mau membuat video youtube, karena saya tidak punya skill. Pengetahun tentang sajak terbatas, musik terbatas. Bisa sih, tapi tidak ahli. Kemudian saya kenal dengan orang-orang yang kompeten di bidang itu semua. Nah, youtube saya ini adalah wadah untuk mengapresiasi mereka. Jadi walau tidak punya skill yang sama dengan mereka, saya punya cara lain untuk mengabarkan kepada kawan-kawan di…