Skip to main content

Bagian Ke-2 : Perjalanan Ke Saumlaki





Saumlaki adalah ibukota kabupaten Maluku Teggara Barat. Lebih tepatnya Saumlaki berada di Pulau Yamdena. Kota kecil ini memang belum terlalu banyak penghuninya, masih banyak tanah dengan halaman yang cukup luas di mana-mana. Agama yang mendominasi Saumalaki, adalah Kristen Protestan dan Kristen Katolik. 

Saumlaki berasal dari kata "Sablaki" yang berarti pohon asam. Konon memang terdapat banyak sekali pohon asam dimana-mana. Beberapa hotel yang menyenangkan tersedia di sini, silakan mencoba Harapan Indah atau Incla. Dalam hal ini saya merekomendasikan Harapan Indah, karena hotelnya terletak tepat di pinggir laut. 

Terdapat angkutan umum, tapi tidak banyak. Sebaiknya jika ke sini, bisa menyewa motor saja, supaya leluasa berkeliling kota. 

Jika ke Saumlaki silakan berkunjung ke Pantai Welluan, pantai ini terletak di dekat desa Olilit, salah satu desa Katolik terbesar. Dari pusat kota ke sini, kita bisa menghabiskan waktu sekitar 30-45 menit. Tapi sayang sekali karena ada satu dan lain hal, pantai ini memang tidak terlalu terurus.







Setelah dari Pantai Welluan, kita juga bisa menuju Patung Kristus Raja. Sebuah lokasi turistik dan sekaligus merupakan tempat sembahyang saudara-saudara yang beragama Katolik. 






Keindahan kota Saumalaki lainnya dari pinggir pantai. 


Silakan juga melihat senja dari Pantai Kelyar Indah, atau biasa juga sering disebut dengan Pantai Pertamina. Mohon maaf dengan senja yang buram ini, semoga kamu tetap bisa menikmati hangatnya. 


Senja lainnya dari Pantai Kelyar Indah, semoga lebih jelas. 


Setelah Saumalaki, saya juga menuju Larat, dan Romean, sebuah desa yang terdapat di Pulau Fordata. Tunggu ceritanya ya. 

Comments

Popular posts from this blog

Tunjukkan Apa yang Kita Cintai Dari Atas Panggung

GRIZZLY CLUIVERT NAHUSULY mulai menyayangi Hip Hop sejak ia masih duduk di kelas tiga SMP. Di tengah-tengah pencarian jati dirinya, Icy, begitu ia disapa, menemukan Hip Hop. Ia merasa tidak hanya menemukan apa yang selama ini ia gemari, ia justru menemukan dirinya sendiri.
"Saya sempat gabung di dalam paduan suara, dan kemudian saya temukan satu warna, yang rasanya saya banget, karena musiknya tidak terlalu mengandalkan suara yang merdu. Akhir 2010, saya tertarik, dan mulai mengikuti sebuah lomba namanya, BKKBN rap contest." Icy memulai ceritanya pada satu petang yang syahdu sambil menyeruput kopi hitam.
Dengan bekal binaan Hanny Wattimena (Hanny, seorang musisi Hip Hop 90-an), Hanny mendedikasikan waktunya untuk mengajar vokal, penguasaan panggung, dan bagaimana berinteraksi di panggung.
"Jam latihan kami waktu itu, biasanya jam 9 malam ke atas. Sejak saat itulah kecintaan saya terhadap Hip Hop mulai menjadi-jadi. Saya merasa bisa berekspresi dengan sesuatu yang membua…

MANUMATA Dekat di Mata Tinggal di Hati

Manumata, artinya satu atap atau berasal dari satu mata rumah. “Karena katong samua basudara.” Filosofi inilah yang menjaga Manumata sebagai sebuah grup hip-hop  dan berhasil membawa mereka tinggal di hati banyak orang.

Pertama kali saya melihat Manumata tampil di panggung pada tahun 2015, dalam sebuah acara yang digelar di Pattimura Park. Karena mereka tinggal dan berasal dari ‘satu atap’ yang sama, Manumata lekas menarik perhatian saya dengan kekompakan mereka ketika di panggung.

Pada suatu petang, saya berkesempatan mengunjungi basecamp Manumata di kawasan Air Putri-Ambon untuk mengobrol dengan empat anak keren ini. Manumata yang terdiri dari Friti Putreisya Riry (Uthe, 13 tahun), Johanes Philipus Eurilwen Petrusz (Jho, 13 tahun), Everd Arnold Riry (Ever, 15 tahun), dan Oscar Imanuel Lena (Oscar, 12 tahun), selalu mampu mengambil hati penonton dari atas panggung. Bukan hanya muda, lincah, mereka juga energik dan penuh percaya diri.

Ternyata keluwesan mereka di atas panggung sudah terb…

Beberapa Spot Favorit Lainnya di Pusat Kota Ambon: Silakan Jalan Kaki Atau Naik Becak

Kota Ambon dengan jalan-jalan utamanya, masih bisa dijangkau dengan jalan kaki. Masih ramah, mengingat pusat kotanya yang tidak terlalu luas. Atau alternatif lainnya adalah menggunakan becak. Becak di Kota Ambon, relatif masih sangat terjangkau. Dari harga 5000 rupiah hingga 20.000 ribu rupiah. Semuanya kembali kepada jarak tempuh. 
Jalan utama Ay. Patty adalah salah satu jalan utama yang asik untuk dipakai jalan kaki dari ujung satu ke ujung lainnya. Berbagai toko berderet di sepanjang jalan ini. Ada sebuah Kafe bernama D'Street yang menjadi alternatif tempat nongkrong sambil ber-wifi-an dan minum kopi sore. 
Beberapa toko di jalan Ay. Patty ini memang terbakar ketika konflik Maluku yang lalu, tetapi kini sudah dibangun kembali dan ditata dengan apik. Ingatan saya kembali ke tahun 90-an ketika itu Bakso di Puskud (salah satu bangunan yang ada di Jl. Ay. Patty, kini bentuk bangunannya masih ada, tetapi sudah beralih fungsi) masih menjadi salah satu yang favorit. 
Di jalan Ay. Patty j…