Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2015

Weslly Johannes : Beta Sayang Kenangan

Weslly Johannes adalah seorang penyair. Ia mencintai kata-kata. Kesan pertama ketika bertemu dengannya adalah ia sangat teduh, seperti melihat lautan, ketika berlayar diatasnya, kemudian baru kita menemukan banyak sekali gelombang-gelombang. Ia menyukai, menghabiskan waktu di daerah sekitar rumahnya, di Ambon, yaitu pada bangku yang terletak di bawah pohon nangka, dari situ ia dapat melihat Tanjung Alang dan matahari tenggelam. Di sanalah kemudian puisi-puisinya lahir. Selain itu Teluk Kayeli, adalah tempat favoritnya, ketika menceritakan tentang Teluk Kayeli, ada rasa haru sekaligus rindu, seperti ingin selalu kembali ke sana. 
Saat ini ia tinggal di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat, karena harus menyelesaikan proses Vikaris (proses sebelum kemudian menjadi seorang pendeta) dan kemudian saya adalah orang yang paling beruntung, ketika mendapatkan kesempatan mengobrol dengannya. 
Kata yang paling banyak kita temui di dalam puisi puisi Weslly Johannes yaitu kenangan. Manusia pada akhirnya …

Rindu Romean Seperti Rindu Kekasih Kesayangan

Setelah dari Larat, saya lalu melanjutkan perjalanan saya ke Pulau Fordata. Pulau Fordata adalah pulau yang paling ujung dari gugusan pulau-pulau yang ada di Kepulauan Tanimbar. Menuju Romean. Romean berasal dari kata "Rum Yaan" Rum artinya Rumah, sedangkan Yaan artinya Terdepan. Maka arti Romean adalah Rumah yang terdepan. 
Hal ini benar adanya. Dengan menggunakan kapal motor atau speed boat dari Larat selama kurang lebih dua jam. Akhirnya saya sampai ke Romean. Ketika hendak berlabuh, tampak rumah-rumah penduduk yang berjejer di tepi pantai. 
Kesan pertama saya ketika menginjakkan kaki di sini adalah "saya suka sekali tempat ini" begitu celetuk saya di dalam hati. Sesampainya di sana, kami lalu menuju rumah Usi De Elath (teman kakak saya). 
Yang menarik dari rumah-rumah di Romean adalah kerapihan dan bangunan rumahnya yang jadul. Kebanyakan jendela-jendela mereka berbentuk bujur sangkar dengan kerai yang bisa dibuka dengan leluasa. Lalu kampungnya bersih. Rasanya se…

Berkunjung Ke Larat, Asal Nama Tengah Saya: Laratwaty

Sawahan, Ujung Pulau Yamdena.
Kita bisa pergi ke Larat, dengan menempuh perjalanan dari Saumlaki, menggunakan mobil sewaan per kepala Rp. 250.000. Kita akan menuju Sawahan terlebih dahulu dengan jarak tempuh kurang lebih tiga jam. Jalan yang ditempuh, sudah diaspal dengan baik. Hanya saja rutenya memang agak terjal, mengingat jalan yang dibuat adalah karena memotong gunung. Tetapi pemandangan di sekitarnya memang tidak bisa dilupakan begitu saja, karena kita bisa melihat laut di kejauhan dan rumah-rumah sepanjang pinggir laut yang berjejer rapih.
Kemudian dari Sawahan, naik ketingting per kepala 15 Ribu, selama kurang lebih 15 menit. Lalu kita akan sampai di Larat. Kota kecil yang artinya adalah cahaya. Ketika sampai di Larat, kita bisa melihat desa lelengluan di depannya. 

Karena kota transit, maka pelabuhan juga merupakan pasar untuk berdagang. Salah satunya kita dapat melihat Mama Mama dari Romean datang untuk menjual lemon manis dari kebun-kebunnya. 
Banyak yang berubah dari kota ini,…

Bagian Ke-2 : Perjalanan Ke Saumlaki

Saumlaki adalah ibukota kabupaten Maluku Teggara Barat. Lebih tepatnya Saumlaki berada di Pulau Yamdena. Kota kecil ini memang belum terlalu banyak penghuninya, masih banyak tanah dengan halaman yang cukup luas di mana-mana. Agama yang mendominasi Saumalaki, adalah Kristen Protestan dan Kristen Katolik. 
Saumlaki berasal dari kata "Sablaki" yang berarti pohon asam. Konon memang terdapat banyak sekali pohon asam dimana-mana. Beberapa hotel yang menyenangkan tersedia di sini, silakan mencoba Harapan Indah atau Incla. Dalam hal ini saya merekomendasikan Harapan Indah, karena hotelnya terletak tepat di pinggir laut. 
Terdapat angkutan umum, tapi tidak banyak. Sebaiknya jika ke sini, bisa menyewa motor saja, supaya leluasa berkeliling kota. 
Jika ke Saumlaki silakan berkunjung ke Pantai Welluan, pantai ini terletak di dekat desa Olilit, salah satu desa Katolik terbesar. Dari pusat kota ke sini, kita bisa menghabiskan waktu sekitar 30-45 menit. Tapi sayang sekali karena ada satu dan …