Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2015

Perjalanan Ke Saumlaki, Maluku Tenggara Barat: Mengajar Public Speaking

lokasi camping anak-anak di negeri duan lolat, saumlaki


Perjalanan kali ini adalah anugerah. Bermula dari ajakan teman saya untuk memberikan pelatihan public speaking di Saumlaki, ibukota Kabupaten Maluku Tenggara Barat selama Lebaran. Teman saya terlibat dalam sebuah kegiatan “Bakudapa anak dan remaja Gereja Protestan Maluku.”
Untuk pertama kalinya saya singgah di Saumlaki, Bandara Saumlaki baru saja selesai dibangun. Sepanjang perjalanan dari Bandara ke arah kota masih banyak pepohonan dan tanah tanah kosong. Hanya ada satu pusat perbelanjaan di pusat kota dan beberapa hotel di sekitarnya. 


Walaupun udara di Saumlaki cenderung panas, tetapi udara yang bertiup di sekitar Saumlaki lumayan sejuk. Saya mendapat kesempatan untuk mengajar selama dua hari di sini. Saya mau mengaku bahwa ketika saya tiba pertama kali di kota ini, saya tidak punya ekspektasi yang banyak. Niat saya adalah mengajar. 
Tetapi kemudian, saya dikejutkan dengan banyak hal, yang membuat saya terkagum-kagum sendiri, bahw…

Freyke Kosakoy: Maluku itu Gandong, Ikan Kuah Kuning, Pantai

Ketika ditanya apa yang menjadi passionnya, ia mengatakan bahwa, “saya sangat suka dengan semua hal yang indah, saya berusaha untuk bisa melihat hal yang indah dari hal yang buruk sekalipun. Seni itu indah, dan walaupun terlalu luas untuk dipilih yang mana yang menjadi passion utama saya tapi kehidupan saya tidak bisa lepas dari seni. Seni sampai saat ini juga bisa menghidupi saya, itu mengapa saya cinta dengannya.”
Freyke Kosakoy, pertama kali mendengar namanya, saya merasa ia seperti orang Rusia. Tapi pada kenyataannya, ia adalah peranakan Ambon dan Manado. Ibunya yang asli Ambon, menikah dengan Ayahnya yang berdarah Manado. Ketika ditanya, apa artinya Freyke, ia hanya tertawa dan mengatakan bahwa itu adalah nama orang Manado kebanyakan. Tahun lalu ia sempat mendapat kesempatan untuk berlibur ke Ambon, dan katanya ia akan kembali ke Ambon lagi. 
Ia sempat bekerja di sebuah hotel, dan kemudian pindah ke Jakarta untuk menekuni kesenangannya memotret, tapi kemudian memutuskan untuk kemba…

Aldisyah Latuihamallo: Maluku itu Rumah Ale Deng Beta

Musik bukanlah sesuatu yang asing untuknya. Aldisyah Latuihamallo lahir dan dibesarkan di dalam keluarga musisi, dan seorang Ayah yang juga adalah pencipta lagu, membuat musik itu memang tertanam begitu dalam pada dirinya. 
Ketika ditanya, pernahkah jenuh di dalam bernyanyi, “jenuh pasti pernah, tapi untuk berhenti saya nggak pernah bisa, dan nggak pernah mau, nikmati aja, malah karena jadi "kebutuhan,” saya rasa nggak mungkin saya lepas dari musik.” Jawabnya dengan lugas. 
Selain bernyanyi ia juga bergerak di belakang layar sebagai Produser Rekaman, Arranger dan Vocal Director. Salah satu project tahun ini, yang ia kerjakan adalah ia memproduce beberapa lagu di album penyanyi asal Malaysia, Nadira Adnan. Dan pengerjaan Album ini juga melibatkan Ahmad Dhani, musisi senior dan salah satu idolanya juga. Saat ini Aldi, begitu biasanya ia disapa juga sedang menyiapkan single terbarunya. 
Menurutnya anak muda itu harus punya passion, “karena anak muda punya semangat dan energi luar biasa…