Debora Manusama: Maluku itu Tanah Raja Raja!









Debora Manusama adalah seorang penulis, translator, blogger, dan Ibu. Saya ingat sudah membaca beberapa tulisannya di blog, ketika belum jadi dot com. Dan pada saat itu ia masih menjadi produser pada sebuah radio di Jakarta. 

Kita bisa menikmati tulisan-tulisannya di www.deboramanusama.com dengan berbagai macam artikel-artikel pendek yang menarik. Saya percaya bahwa anak muda Maluku bisa memberikan pengaruh kepada orang lain, salah satunya melalui media: blog. Deb, begitu ia biasa disapa, sudah melakukannya sejak lama.

“Menginspirasi orang lain melalui tulisan-tulisan jujur dan mudah dimengerti. Pada artikel-artikel yang aku tulis baik di blog pribadi maupun media lain. Selain itu, menikmati musik, media, film, dan membangun keluarga” adalah jawabannya ketika ditanya soal passion. Lebih lanjut, Deb menjelaskan “kalau kita tidak menemukan passion kita, bagaimana kita bisa menjalani hidup dengan maksimal? Hidup terlalu singkat untuk dijalani tanpa passion! Hampa dan tidak bertujuan. Passion biasanya berkaitan erat dengan bakat yang kita punya. Kalau kita punya passion, kita pasti bisa menghubungkannya dengan bakat kita dan kalau mau serius, ini bahkan bisa menjadi karir, bisnis, bahkan pelayanan.” 

Saat ini ia tinggal di Dallas, Texas, bersama suami dan anak laki-lakinya, Jerome. Sampai di Dallas, ia terus menulis di blog. Blognya kemudian ber-evolusi dari sekedar sarana curhat, akhirnya menjadi platform untuk menceritakan apa yang ia pelajari menjadi seorang istri dan Ibu yang masih muda. “Blog-ku isinya pembelajaranku, yang aku yakin bisa menginspirasi orang lain dan juga hal-hal yang menurutku menarik dan insiratif dari mulai musik, acara, tempat makan enak.” 

Walaupun sempat keteteran menjalankan membagi waktu antara nge-blog dan melakukan pekerjaan rumah, akhirnya ia sadar bahwa blogging harusnya menjadi sesuatu yang recreational, “untungnya sekarang aku sudah comfortable in my own skin, dan bisa nge-blog apa adanya, sesuai karakteristik aku, tanpa ikut-iktan style orang lain.” 

Jika buka www.deboramanusama.com silakan cari salah satu posting terbarunya berjudul “God Bless America, karena di postingan itu berisi harapan sekaligus pelajaran hidup baginya, selama setahun pertama ia dan keluarganya tinggal di Amerika. Dan silakan klik “learnings” ada satu artikel yang jadi favoritnya juga berjudul “Why No Might Be the New Yes.” 

Ia juga menjadi salah satu kontributor pada Journaal Magazine, salah satu free magazine yang beredar di Kota Ambon, Maluku. Ternyata Deb punya satu keinginan, yaitu ia menulis cerita untuk film. “Aku sering membayangkan ide-ide adegan film, berdasarkan apa yang aku tulis di blog. Sepertinya aku percaya bahwa orang akan lebih mengerti apa yang ingin aku komunikasikan” jelasnya lagi. 

Ketika ditanya pendapatnya tentang anak muda Maluku pada saat ini, ia menjawab “Penuh potensi, sudah mulai bangkit, butuh dorongan dan inspirasi yang lebih kuat! Mereka harus keluar dari anggapan-anggapan lama. Harus berani kreatif dan membuat sesuatu yang baru. Bukan melulu menjadi PNS, tetapi mengejar passion mereka.”

Membangun kampung halaman menurutnya juga bukan sesuatu muluk-muluk tapi tidak boleh dilupakan. Dalam artian jika tidak punya modal atau kesempatan untuk membangun Maluku secara fisik, Maluku bisa diharumkan dengan cara lain “menjadi yang terbaik dalam bidang yang kita geluti dimanapun kita berada. Jadilah yang terbaik. Jadilah kebanggan kampung halaman kita!” 

Hal ini tentunya, akan berhubungan dengan tempat favorit ketika sedang berlibur ke Maluku, khususnya kota Ambon, “ada beberapa tempat favorit! Makan ikan bakar di Sari Rasa, Kasbi Goreng dan Pisang Goreng di Tirta Kencana sambil melihat laut ditiup angin sepoi-sepoi, dan sarapan di warung kopi Joas, kopi susu, poffertjes segede bola tenis dan roti pindakaas, nggak ada yang ngalahin!” 

Ternyata Deb, sangat mengidolakan kedua orang tuanya. Menurutnya mereka sangat passionate dalam membangun Maluku, tidak setengah-setengah, bahkan tidak lari pada saat konflik. Mereka adalah contoh nyata bahwa visi, passion, dan talenta jika benar dijalankan akan berdampak juga bagi banyak orang. Selain itu ia juga terinspirasi oleh orang-orang seperti Lecrae Moore (Rapper), Stephen Curry (Pemain Basket), Carl Lentz (Hillsong NY) karena menurutnya beberapa nama yang disebutkan itu adalah orang-orang yang mengejar passion mereka tanpa berkompromi sedikitpun. 

Tidak lupa, ia juga punya harapan terhadap Maluku “bisa dikenal bangsa lain karena masyarakatnya hidup harmonis, tidak melupakan Tuhan meski semakin modern, dan kemanapun mereka pergi, orang-orangnya dikenal bertanggung jawab, kreatif, dan hidup manis dengan semua orang.” 

Terima kasih, Deb, sudah mau bercerita banyak. Semoga suatu hari nanti bertemu dan menikmati Pisang Goreng, Tirta Kencana, sambil melihat laut yang ditiup angin sepoi-sepoi ya. 

(Photo:doc.pribadi)



Comments