Skip to main content

Rumah Komunitas Bersama: Paparisa Ambon Bergerak Yang Kini Tengah Hits di Kota Ambon




Bicara soal hal-hal yang berbau sumber daya manusia Maluku, baik itu dalam hal kreatif: seperti musik, pendidikan, pariwisata, dan hal-hal lainnya. Saya akan menceritakan tentang Paparisa Ambon Bergerak, sebuah rumah komunitas bersama di kota Ambon. 

Akhir tahun kemarin ketika saya liburan ke Ambon, saya sempat bertemu dengan teman-teman yang waktu itu memang sedang sibuk untuk membicarakan akan berdirinya sebuah rumah komunitas bersama di kota Ambon. Tentu hal ini wajib untuk disambut dengan gembira. 

Beberapa kali pulang ke Ambon dan melihat begitu banyak perkembangan menarik yang terjadi pada komunitas anak muda Maluku, membuat saya berpikir bahwa ada sebuah pergerakan besar yang sedang terjadi di sana. Kreativitas anak muda Maluku layaknya raksasa yang sedang tidur. Sewaktu-waktu raksasa ini bisa saja bangun, jangan kaget!

Paparisa Ambon bergerak resmi didirikan pada 28 January 2015, bertempat di Jalan Diponegoro, Lorong Sagu, nomer 58, Kelurahan Ahusen, Kota Ambon. Paparisa Ambon Bergerak lahir karena bantuan dari teman-teman di ICT Watch Jakarta yang juga mendapatkan bantuan dari Ford Foundation. 

Hingga kini Paparisa Ambon Bergerak sudah "sesak" dengan begitu banyak kegiatan di sana. Dari mulai kelas Public Speaking, kelas sejarah kota Ambon, kelas enterpreunership, kelas musik bersama Ridho "Slank", kelas musik guitar effect, dan masih banyak lagi kelas kelas lainnya yang akan datang. 




Suasana diskusi musik bersama Ridho "Slank"






Diskusi Kebebasan Berpendapat



Kelas Enterpreneurship



Kelas Musik Gitar Effect



Kelas Public Speaking


Di Paparisa Ambon Bergerak terdapat halaman parkir, satu ruangan untuk admin, ruangan untuk istirahat (sholat), ruangan perpustakaan, dan satu buah studio yang saat ini sedang dibangun. Perpustakaan Paparisa Ambon Bergerak menyediakan buku-buku seperti: sosial, politik, hukum, bahasa, motivasi, seni dan sastra, komik dan buku umum lainnya. 



Harapannya, Paparisa Ambon Bergerak dapat digunakan oleh siapa saja yang ingin bergerak bersama-sama untuk meningkatkan sumber daya warga Maluku dan bagi mereka yang ingin berbagi dan belajar untuk kemajuan bersama. 


Comments

  1. Halo semua basudara,

    Bagaimana caranya kalau ingin berkontribusi Paparisa Ambon Bergerak? Beta baru saja menyelesaikan studi master dan ingin berkontribusi sukarela bagi kemajuan SDM Maluku.

    email beta ya: stevenyohanes22@gmail.com

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tunjukkan Apa yang Kita Cintai Dari Atas Panggung

GRIZZLY CLUIVERT NAHUSULY mulai menyayangi Hip Hop sejak ia masih duduk di kelas tiga SMP. Di tengah-tengah pencarian jati dirinya, Icy, begitu ia disapa, menemukan Hip Hop. Ia merasa tidak hanya menemukan apa yang selama ini ia gemari, ia justru menemukan dirinya sendiri.
"Saya sempat gabung di dalam paduan suara, dan kemudian saya temukan satu warna, yang rasanya saya banget, karena musiknya tidak terlalu mengandalkan suara yang merdu. Akhir 2010, saya tertarik, dan mulai mengikuti sebuah lomba namanya, BKKBN rap contest." Icy memulai ceritanya pada satu petang yang syahdu sambil menyeruput kopi hitam.
Dengan bekal binaan Hanny Wattimena (Hanny, seorang musisi Hip Hop 90-an), Hanny mendedikasikan waktunya untuk mengajar vokal, penguasaan panggung, dan bagaimana berinteraksi di panggung.
"Jam latihan kami waktu itu, biasanya jam 9 malam ke atas. Sejak saat itulah kecintaan saya terhadap Hip Hop mulai menjadi-jadi. Saya merasa bisa berekspresi dengan sesuatu yang membua…

Weslly Johannes : Beta Sayang Kenangan

Weslly Johannes adalah seorang penyair. Ia mencintai kata-kata. Kesan pertama ketika bertemu dengannya adalah ia sangat teduh, seperti melihat lautan, ketika berlayar diatasnya, kemudian baru kita menemukan banyak sekali gelombang-gelombang. Ia menyukai, menghabiskan waktu di daerah sekitar rumahnya, di Ambon, yaitu pada bangku yang terletak di bawah pohon nangka, dari situ ia dapat melihat Tanjung Alang dan matahari tenggelam. Di sanalah kemudian puisi-puisinya lahir. Selain itu Teluk Kayeli, adalah tempat favoritnya, ketika menceritakan tentang Teluk Kayeli, ada rasa haru sekaligus rindu, seperti ingin selalu kembali ke sana. 
Saat ini ia tinggal di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat, karena harus menyelesaikan proses Vikaris (proses sebelum kemudian menjadi seorang pendeta) dan kemudian saya adalah orang yang paling beruntung, ketika mendapatkan kesempatan mengobrol dengannya. 
Kata yang paling banyak kita temui di dalam puisi puisi Weslly Johannes yaitu kenangan. Manusia pada akhirnya …

Lebih Peka Dengan Keadaan Sekeliling

Syamsul Bahry Fakoubun atau lebih dikenal dengan nama Andrey Fakoubun, memulai konten youtube-nya dengan tajuk LOKAL VOKAL. Ia telah mewawancarai musisi, rapper, selebgram, hingga caleg muda asal kota Ambon. Molucca Project mengajak Andrey untuk chat dan membahas tentang apa sih yang ada di balik konten LOKAL VOKAL dan mengapa penting untuk mengabarkan kabar baik melalui video. Berikut wawancara singkat kami bersama Andrey:
Mengapa sih tertarik dengan membuat video youtube? Mengapa memilih untuk menjadi yutuber? Kira-kira menurutmu apa dampak besar dari sebuah video yang ditonton olah banyak orang?
Awalnya mau membuat video youtube, karena saya tidak punya skill. Pengetahun tentang sajak terbatas, musik terbatas. Bisa sih, tapi tidak ahli. Kemudian saya kenal dengan orang-orang yang kompeten di bidang itu semua. Nah, youtube saya ini adalah wadah untuk mengapresiasi mereka. Jadi walau tidak punya skill yang sama dengan mereka, saya punya cara lain untuk mengabarkan kepada kawan-kawan di…