Skip to main content

Monita Tahalea : Maluku itu Tanah, Air, Beta




Photo oleh Nicky Gunawan



Monita Tahalea, berdarah Maluku, menyukai sore dan bernyanyi. Perempuan dengan suara malaikat, begitu orang-orang menyebutnya. Baru-baru ini ia berkolaborasi dengan Glenn Fredly dan Is (vokalis Payug Teduh) pada lagu Filosofi dan Logika, salah satu lagu yang juga merupakan soundtrack dari film Filosofi Kopi. 

"kami sama-sama belum dengar lagunya, hanya baca liriknya saja. Setelah kak Glenn Fredly tiba dan memberikan arahan tentang lagunya, proses rekamanpun mengalir dan berjalan dengan luar biasa menyenangkan. Saya bersyukur dapat kesempatan berkolaborasi bersama dua orang musisi rendah hati yang begitu menginspirasi." Cetus Monita, menceritakan proses seru di balik pembuatan lagu tersebut. 

Ternyata ketika ditanya soal "penting nggak sih jika anak muda harus memiliki passion?" ia menjawab "Penting, sehingga ketika menjalani passion, kita tidak mudah menyerah." Jelas Monita yang sangat memiliki passion tidak hanya di dalam berkarya, tetapi ia juga ingin sekolah lagi, menulis buku, dan ingin sekali punya toko kue. 

Monita memang tidak pernah lahir dan besar di Maluku. Ia bahkan mengaku bahwa terakhir kali ia berlibur ke Ambon adalah pada tahun 2008, ia juga kepingin teman-teman di Ambon bisa menunjukkan kepadanya tempat-tempat liburan yang menyenangkan ketika mengunjungi Ambon, Maluku.

Tetapi Monita bercerita dengan antusias ketika ditanya soal pendapatnya dalam membangun Maluku "dengan kapasitas yang ada didalam diri saya yang dapat saya lakukan untuk ikut membangun adalah dengan berkarya, lalu berpartisipasi di proyek-proyek yang bisa ikut membangun Maluku. Saya rindu untuk bisa berdaya bagi Maluku. Bagi saya membangun kampung halaman berarti membangun masa depan bangsa. Anak muda Maluku membutuhkan teladan yang baik agar bisa saling belajar dan membangun."

Lalu ketika ditanya soal bocoran Album yang saat ini sedang dikerjakannya, Monita yang sangat mengidolakan Tuhan Yesus pun menjelaskan "iya, saat ini saya sedang mengerjakan album ke-2. Proses penciptaan lagu, penulisan lirik, aransemen sudah dilewati. Sekarang ini masih dalam proses perekaman. Gerald Situmorang sebagai produser dari album saya serta teman-teman musisi lainnya yang ikut serta bersuara dengan instrumennya masing-masing di album ini, menjadikan bunyi dan imajinasi saya menjadi nyata. Semoga semuanya lancar sehingga teman-teman semua bisa mendengarkan. Mohon doanya..." 

Pertanyaan terakhir saya kepada Monita diakhiri dengan "apa harapan kamu terhadap Maluku?"  ia menjawab "agar Maluku selalu punya hati yang bersatu. Rasa bangga sebagai orang Maluku dijadikan semangat untuk maju dan saling membangun untuk masa depan dan untuk generasi mendatang. Yang terutama adalah selalu saling mengasihi."

















Comments

Popular posts from this blog

Tunjukkan Apa yang Kita Cintai Dari Atas Panggung

GRIZZLY CLUIVERT NAHUSULY mulai menyayangi Hip Hop sejak ia masih duduk di kelas tiga SMP. Di tengah-tengah pencarian jati dirinya, Icy, begitu ia disapa, menemukan Hip Hop. Ia merasa tidak hanya menemukan apa yang selama ini ia gemari, ia justru menemukan dirinya sendiri.
"Saya sempat gabung di dalam paduan suara, dan kemudian saya temukan satu warna, yang rasanya saya banget, karena musiknya tidak terlalu mengandalkan suara yang merdu. Akhir 2010, saya tertarik, dan mulai mengikuti sebuah lomba namanya, BKKBN rap contest." Icy memulai ceritanya pada satu petang yang syahdu sambil menyeruput kopi hitam.
Dengan bekal binaan Hanny Wattimena (Hanny, seorang musisi Hip Hop 90-an), Hanny mendedikasikan waktunya untuk mengajar vokal, penguasaan panggung, dan bagaimana berinteraksi di panggung.
"Jam latihan kami waktu itu, biasanya jam 9 malam ke atas. Sejak saat itulah kecintaan saya terhadap Hip Hop mulai menjadi-jadi. Saya merasa bisa berekspresi dengan sesuatu yang membua…

Weslly Johannes : Beta Sayang Kenangan

Weslly Johannes adalah seorang penyair. Ia mencintai kata-kata. Kesan pertama ketika bertemu dengannya adalah ia sangat teduh, seperti melihat lautan, ketika berlayar diatasnya, kemudian baru kita menemukan banyak sekali gelombang-gelombang. Ia menyukai, menghabiskan waktu di daerah sekitar rumahnya, di Ambon, yaitu pada bangku yang terletak di bawah pohon nangka, dari situ ia dapat melihat Tanjung Alang dan matahari tenggelam. Di sanalah kemudian puisi-puisinya lahir. Selain itu Teluk Kayeli, adalah tempat favoritnya, ketika menceritakan tentang Teluk Kayeli, ada rasa haru sekaligus rindu, seperti ingin selalu kembali ke sana. 
Saat ini ia tinggal di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat, karena harus menyelesaikan proses Vikaris (proses sebelum kemudian menjadi seorang pendeta) dan kemudian saya adalah orang yang paling beruntung, ketika mendapatkan kesempatan mengobrol dengannya. 
Kata yang paling banyak kita temui di dalam puisi puisi Weslly Johannes yaitu kenangan. Manusia pada akhirnya …

Lebih Peka Dengan Keadaan Sekeliling

Syamsul Bahry Fakoubun atau lebih dikenal dengan nama Andrey Fakoubun, memulai konten youtube-nya dengan tajuk LOKAL VOKAL. Ia telah mewawancarai musisi, rapper, selebgram, hingga caleg muda asal kota Ambon. Molucca Project mengajak Andrey untuk chat dan membahas tentang apa sih yang ada di balik konten LOKAL VOKAL dan mengapa penting untuk mengabarkan kabar baik melalui video. Berikut wawancara singkat kami bersama Andrey:
Mengapa sih tertarik dengan membuat video youtube? Mengapa memilih untuk menjadi yutuber? Kira-kira menurutmu apa dampak besar dari sebuah video yang ditonton olah banyak orang?
Awalnya mau membuat video youtube, karena saya tidak punya skill. Pengetahun tentang sajak terbatas, musik terbatas. Bisa sih, tapi tidak ahli. Kemudian saya kenal dengan orang-orang yang kompeten di bidang itu semua. Nah, youtube saya ini adalah wadah untuk mengapresiasi mereka. Jadi walau tidak punya skill yang sama dengan mereka, saya punya cara lain untuk mengabarkan kepada kawan-kawan di…