Skip to main content

DJ, Fotografer Muda dari Baronda Ambon yang Bercerita Lewat Portrait!




Everyone has inside of him a piece of good news. The good news is that you don't know how great you can be! How much you can love! What you can accomplish! And what your potential is! - Anne Frank


Saya sepakat dengan Anne Frank. Anak-anak muda yang kemudian mengenal apa yang menjadi potensi mereka, lalu dikembangkan, lihat saja apa yang kemudian terjadi jika potensi itu benar-benar disatukan.

Baronda Ambon adalah salah satu komunitas dengan berkumpulnya potensi-potensi tadi, yang saat ini ada di Kota Ambon. Mereka adalah kumpulan orang-orang yang suka travelling, foto-foto, wisata kuliner dan membangun relasi satu sama lain, juga mempromosikan Ambon kepada dunia. Dengan motto “Explore, Capture, and Promote Ambon to The World.”

Basecamp mereka terletak di Jalan Anthony Reebok nomer 17A (mereka menggunakan sebuah rumah keluarga Soukotta, pas di depan rm. Ikan bakar Sari Rasa). Kegiatan mereka pada dasarnya adalah kumpul dan berbagi soal lokasi-lokasi bagus untuk hunting foto, berbagi skill fotografi, selain itu mereka juga mengorganisir event seperti bakti sosial dan pameran.

Salah satu anak yang tergabung dengan Baronda Ambon, Dean John Zanderson menarik perhatian saya. Saya memperhatikan foto-foto yang diunggah DJ, biasa ia disapa, di instagramnya, dan saya suka. Ia senang sekali mengambil “portrait” orang-orang. DJ menjelaskan bahwa ia memang sudah suka fotografi sejak ia ada di bangku kelas 2 SMA.

“This is home.” Ujarnya ketika ditanya tiga kata tentang Maluku. “Find your potential. Kalo sudah dapat, geluti itu terus. Kalau merasa jago di bidang balap, jangan balap liar. Sama saja kita tidak menghargai potensi yang ada dalam diri kita, karena terlalu banyak kecelakaan, maka potensi-potensi akan dikubur sia-sia.” Komentarnya lebih lanjut soal potensi yang ada di dalam diri anak muda.  

DJ juga bercerita kenapa ia suka portrait karena ia sangat menikmati ekspresi alami seseorang. “Ketika pertama kali mendalami fotografi slogan yang tertanam dalam beta punya hati adalah ‘biar foto yang bicara’ dari slogan tersebut, beta memutuskan bahwa setiap foto yang beta capture, harus memiliki mood tersendiri yang terkandung di dalamnya, dan buat beta ekspresi alami dan bahasa tubuh seseorang adalah dua dari elemen-elemen penting yang menciptakan mood dalam foto-foto beta.” Jelas DJ, yang juga terinspirasi oleh Kristupa Saragih, Palty Silalahi, Embong Salampessy, Reza Syaranamual, Isaac Sahupala,  dan Gennaio Mailoa.





Ketika ditanya soal passion-nya sendiri DJ menjawab, “I have passion for sports, music, fashion and photography. Mungkin yang paling besar adalah untuk see the world, from different perspectives that is. Mungkin karena itu juga beta jadi suka fotografi. Fotografi membantu beta untuk melihat sesuatu, atau sebuah momen dari angle yang berbeda-beda.”
Lokasi hunting foto Baronda Ambon juga sangat fleksibel. Lebih sering tergantung mood. Kadang ke pantai, kadang ke gunung, kadang ke Laha (daerah dekat Bandara Pattimura), dan tempat-tempat menarik lainnya di kota Ambon.



DJ juga berpendapat bahwa anak muda Maluku pada saat ini seperti batu bacan yang belum digosok. Dengan potensi yang sangat banyak. Hal ini bisa terlihat dari Glenn Fredly Latuihamallo, (salah satu musisi papan atas Indonesi), Igo Pentury (salah satu juara Indonesian Idol) selain itu, saudara-sadara yang mewakili Maluku untuk program pertukaran pelajar/mahasiswa di luar negeri (sebut saja Theo Soukotta, Secha Matitaputty, Jay Djarna, Raoul Muskitta, Zhacky Samson, Febby Apituley). Team cabang-cabang olahraga Maluku yang bisa mengharumkan nama Tanah Raja-Raja di kancah nasional, Team Basket Maluku, dan lain lain.

Ketika ditanya soal harapannya terhadap Maluku, ia mengatakan bahwa “lebih cakep lagi ke depannya, lebih aman, lebih bisa bertoleransi satu sama lain, lebih bisa mengesampingkan perbedaan dan melangkah ke depan sebagai satu keluarga besar. Dan yang pasti, terkenal sebagai the famous MUTIARA DARI TIMUR di mata dunia.” Basudara bisa cek karya foto DJ lainnya di instagram @deanzand atau @barondaambon.






Let’s celebrate, Maluku, our home!


(Picture: DJ)

Comments

Popular posts from this blog

MANUMATA Dekat di Mata Tinggal di Hati

Manumata, artinya satu atap atau berasal dari satu mata rumah. “Karena katong samua basudara.” Filosofi inilah yang menjaga Manumata sebagai sebuah grup hip-hop  dan berhasil membawa mereka tinggal di hati banyak orang.

Pertama kali saya melihat Manumata tampil di panggung pada tahun 2015, dalam sebuah acara yang digelar di Pattimura Park. Karena mereka tinggal dan berasal dari ‘satu atap’ yang sama, Manumata lekas menarik perhatian saya dengan kekompakan mereka ketika di panggung.

Pada suatu petang, saya berkesempatan mengunjungi basecamp Manumata di kawasan Air Putri-Ambon untuk mengobrol dengan empat anak keren ini. Manumata yang terdiri dari Friti Putreisya Riry (Uthe, 13 tahun), Johanes Philipus Eurilwen Petrusz (Jho, 13 tahun), Everd Arnold Riry (Ever, 15 tahun), dan Oscar Imanuel Lena (Oscar, 12 tahun), selalu mampu mengambil hati penonton dari atas panggung. Bukan hanya muda, lincah, mereka juga energik dan penuh percaya diri.

Ternyata keluwesan mereka di atas panggung sudah terb…

Tunjukkan Apa yang Kita Cintai Dari Atas Panggung

GRIZZLY CLUIVERT NAHUSULY mulai menyayangi Hip Hop sejak ia masih duduk di kelas tiga SMP. Di tengah-tengah pencarian jati dirinya, Icy, begitu ia disapa, menemukan Hip Hop. Ia merasa tidak hanya menemukan apa yang selama ini ia gemari, ia justru menemukan dirinya sendiri.
"Saya sempat gabung di dalam paduan suara, dan kemudian saya temukan satu warna, yang rasanya saya banget, karena musiknya tidak terlalu mengandalkan suara yang merdu. Akhir 2010, saya tertarik, dan mulai mengikuti sebuah lomba namanya, BKKBN rap contest." Icy memulai ceritanya pada satu petang yang syahdu sambil menyeruput kopi hitam.
Dengan bekal binaan Hanny Wattimena (Hanny, seorang musisi Hip Hop 90-an), Hanny mendedikasikan waktunya untuk mengajar vokal, penguasaan panggung, dan bagaimana berinteraksi di panggung.
"Jam latihan kami waktu itu, biasanya jam 9 malam ke atas. Sejak saat itulah kecintaan saya terhadap Hip Hop mulai menjadi-jadi. Saya merasa bisa berekspresi dengan sesuatu yang membua…

Beberapa Spot Favorit Lainnya di Pusat Kota Ambon: Silakan Jalan Kaki Atau Naik Becak

Kota Ambon dengan jalan-jalan utamanya, masih bisa dijangkau dengan jalan kaki. Masih ramah, mengingat pusat kotanya yang tidak terlalu luas. Atau alternatif lainnya adalah menggunakan becak. Becak di Kota Ambon, relatif masih sangat terjangkau. Dari harga 5000 rupiah hingga 20.000 ribu rupiah. Semuanya kembali kepada jarak tempuh. 
Jalan utama Ay. Patty adalah salah satu jalan utama yang asik untuk dipakai jalan kaki dari ujung satu ke ujung lainnya. Berbagai toko berderet di sepanjang jalan ini. Ada sebuah Kafe bernama D'Street yang menjadi alternatif tempat nongkrong sambil ber-wifi-an dan minum kopi sore. 
Beberapa toko di jalan Ay. Patty ini memang terbakar ketika konflik Maluku yang lalu, tetapi kini sudah dibangun kembali dan ditata dengan apik. Ingatan saya kembali ke tahun 90-an ketika itu Bakso di Puskud (salah satu bangunan yang ada di Jl. Ay. Patty, kini bentuk bangunannya masih ada, tetapi sudah beralih fungsi) masih menjadi salah satu yang favorit. 
Di jalan Ay. Patty j…