Skip to main content

Mari "Piknik" ke Beberapa Pantai di Kota Ambon




Kota Ambon memang dianugerahi dengan pantai yang indah. Saya mengingat pengalaman ke pantai begitu dekat dengan masa kecil saya. Sejak kecil, bagi saya, hari minggu adalah waktu yang biasanya paling ditunggu-tunggu. Karena hari minggu adalah hari piknik ke pantai. Jika kini di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, mulai dibiasakan untuk piknik ke taman. Kami di Ambon sudah punya kebiasaan itu sejak dulu, bedanya kami pergi piknik ke pantai. Itu sebuah hak istimewa.



Saya akan memulai dengan Pantai Santai, Santai Beach terletak di desa Latuhalat, kecamatan Nusaniwe, kurang lebih 17 km dari pusat kota Ambon. Bagi yang mau ke sini, bisa meggunakan kendaraan sendiri, motor atau mobil. Atau bisa juga menggunakan kendaraan umum. Kendaraan umum yang digunakan adalah angkutan umum jurusan Latuhalat. 


Pembatas ini memang sengaja dibangun untuk memisahkan area berenang yang dangkal dan area berenang yang dalam. Tentu saja jika menyukai aktivitas menyelam, Santai Beach bisa juga menjadi pilihan. 


Beberapa perahu nelayan juga menghiasi bibir pantai. Dan lihat anak-anak yang berlari-larian, mereka sedang piknik. Mereka piknik kemana? ke pantai. 


Selanjutnya adalah Pantai Natsepa. Tentu saja semua orang setuju dengan saya bahwa rujak Natsepa adalah yang paling enak. Betul sekali, jika ke Pantai Natsepa, belum afdol rasanya jika tidak mencoba rujak Natsepa. Jajanan lain seperti: sukun goreng, pisang goreng, dan jagung rebus bisa sekalian dicoba. 


Selain itu menikmati senja di Pantai Natsepa tidak kalah manisnya. Pastikan untuk sore-sore datang ke sini bersama pasangan!


Setelah itu adalah Pantai Hukurila, berada di kecamatan Leitimur Selatan. Kesan pertama datang ke sini adalah seperti private beach. Sepi. Hanya ada beberapa anak-anak penduduk setempat yang berenang untuk memancing ikan.




Pantai Hukurila menghadap langsung ke laut Banda. 


Menyenangkan ketika ke sini, karena berinteraksi langsung dengan penduduk setempat dan mereka sangat ramah. 


Pantai Hunimua atau biasanya dikenal dengan nama Pantai Liang, termasuk di dalam Favorit saya. Terletak di desa Liang, dekat sekali dengan pelabuhan ferry ke Pulau Seram. Pantai Liang, juga menjadi salah satu lokasi syuting film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku. 


Selamat berperahu, selamat menyelam, selamat menikmati banana boat, selamat menikmati halusnya pasir pantai Liang. 



Selamat datang untuk sekedar meneduhkan kaki dan kepala dari segala kepenatan. Kemudian tentu saja selamat piknik!

(semua foto adalah dokumentasi pribadi penulis)

Comments

  1. Yuk Gabung Di Bolacasino88.com
    Dapatkan Promo Deposit 100% Sportsbook
    Minimal Deposit Promo 100% Sportsbook Rp 300.000
    Maksimal Bonus Sampai Rp 500.000
    Dapatkan Juga Promo Menarik Lain nya !!!

    Untuk Informasi Lebih Lanjut Silahkan Hubungi CS Kami Di :

    - No Tlp ( +855962671826 )
    - BBM ( 2BF2F87E )
    - Yahoo ( cs_bolacasino88 )
    - WhatsApp ( +855962671826 )

    Baca Juga Prediksi Togel Tanggal 21 October 2017 :

    http://prediksitoto.online/bocoran-togel-sgp-21-okt-2017/
    http://prediksitoto.online/prediksi-jitu-hk-21-okt-2017/
    http://prediksitoto.online/prediksi-jitu-sydney-21-okt-2017/
    http://prediksitoto.online/prediksi-top-milan-21-oktober-2017/
    http://prediksitoto.online/prediksi-top-pattaya-21-okt-2017/
    http://prediksitoto.online/prediksi-top-genting-21-oktober-2017/
    http://prediksitoto.online/prediksi-top-magnum-21-okt-2017/

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

MANUMATA Dekat di Mata Tinggal di Hati

Manumata, artinya satu atap atau berasal dari satu mata rumah. “Karena katong samua basudara.” Filosofi inilah yang menjaga Manumata sebagai sebuah grup hip-hop  dan berhasil membawa mereka tinggal di hati banyak orang.

Pertama kali saya melihat Manumata tampil di panggung pada tahun 2015, dalam sebuah acara yang digelar di Pattimura Park. Karena mereka tinggal dan berasal dari ‘satu atap’ yang sama, Manumata lekas menarik perhatian saya dengan kekompakan mereka ketika di panggung.

Pada suatu petang, saya berkesempatan mengunjungi basecamp Manumata di kawasan Air Putri-Ambon untuk mengobrol dengan empat anak keren ini. Manumata yang terdiri dari Friti Putreisya Riry (Uthe, 13 tahun), Johanes Philipus Eurilwen Petrusz (Jho, 13 tahun), Everd Arnold Riry (Ever, 15 tahun), dan Oscar Imanuel Lena (Oscar, 12 tahun), selalu mampu mengambil hati penonton dari atas panggung. Bukan hanya muda, lincah, mereka juga energik dan penuh percaya diri.

Ternyata keluwesan mereka di atas panggung sudah terb…

Cidade De Amboino : Lewat Rap Mari Melakukan Kebaikan!

CIDADE DE AMBOINO atau CDArap adalah salah satu dari sekian banyak grup maupun komunitas rap yang berdomisili di kota Ambon. 
Beranggotakan, Berixter Marceloy Tiwery a.k.a Q’Angel, Norman Schawarzkopf Angwarmase a.k.a Noro/Baik’ MC, Nathanel G Tuju a.k.a Ghey’C, Mozes Muskitta a.k.a Oceez, Ryo Diasz a.k.a RDZ, Klinton Tumangken a.k.a KLYN, Maryos Siahaya a.k.a i’OZ.  
Tapi sore itu saya hanya berhasil meng-interview tiga orang di antara ke tujuh personil. Simak interview saya dengan mereka, berikut ini. 
TR: selamat sore, kalau boleh mengutip seorang teman bahwa passion adalah sesuatu yang membakar diri kita dari dalam, nah kira-kira, apa yang menjadi passion dari teman-teman semua, baik itu dalam hal musik, hip-hop, rap, atau apapun?
RDZ: sebagai anak muda, kita suka melakukan banyak hal. Kita bergairah dengan hal itu. Tapi kalau bicara soal rap yang saat ini CDArap tekuni, orang-orang mulai menekuni bikin rima, bikin lirik. Awalnya, saya tidak punya motivasi lain, sama-sama asik saja, d…

Tunjukkan Apa yang Kita Cintai Dari Atas Panggung

GRIZZLY CLUIVERT NAHUSULY mulai menyayangi Hip Hop sejak ia masih duduk di kelas tiga SMP. Di tengah-tengah pencarian jati dirinya, Icy, begitu ia disapa, menemukan Hip Hop. Ia merasa tidak hanya menemukan apa yang selama ini ia gemari, ia justru menemukan dirinya sendiri.
"Saya sempat gabung di dalam paduan suara, dan kemudian saya temukan satu warna, yang rasanya saya banget, karena musiknya tidak terlalu mengandalkan suara yang merdu. Akhir 2010, saya tertarik, dan mulai mengikuti sebuah lomba namanya, BKKBN rap contest." Icy memulai ceritanya pada satu petang yang syahdu sambil menyeruput kopi hitam.
Dengan bekal binaan Hanny Wattimena (Hanny, seorang musisi Hip Hop 90-an), Hanny mendedikasikan waktunya untuk mengajar vokal, penguasaan panggung, dan bagaimana berinteraksi di panggung.
"Jam latihan kami waktu itu, biasanya jam 9 malam ke atas. Sejak saat itulah kecintaan saya terhadap Hip Hop mulai menjadi-jadi. Saya merasa bisa berekspresi dengan sesuatu yang membua…