Skip to main content

Berkunjung Ke Pulau Nusa Laut Dalam Rangka 300 Tahun Jemaat Ebenhaezer Sila-Leinitu





Pulau Haruku, Pulau Nusa Laut adalah bagian dari  gugusan pulau-pulau di Lease yang terdiri dari Haruku Saparua dan Nusa Laut. Pulau Nusa Laut adalah pulau ke-3 setelah Haruku dan Saparua. Pulau ini juga disebut Pulau anyo-anyo.

Di Pulau Nusa Laut terdiri dari 7 negri yaitu : Sila – Leinitu – Titawai – Abubu – Akong – Ameth – Nalahia. Tiap negeri memiliki jemaat atau gereja tersendiri kecuali Sila dan Leinitu karena letak kedua negeri yang berdekatan.

Jika hendak menuju Pulau Nusa Laut bisa menumpang kapal cepat dari Pelabuhan Tulehu ke Pulau Saparua kemudian melanjutkan perjalanan laut dengan body atau jhonson. Atau juga dengan menumpang kapal ferry. Bedanya kapal ferry hanya di layari sekali dalam 2 minggu. Tapi kapal cepat lebih sering.






Perigi Tiga yang bisa dikunjungi di Pulau Nusa Laut. 



Pantai Kebon Kelapa, silakan berkunjung ke sini dan menikmati pasir putih dan bermain-main dengan kerang-kerang kecil di sekitarnya. 

Dalam rangka 300 Tahun Gereja Ebenhaezer, yang jatuh pada tanggal 28 Maret yang lalu, maka diadakan kebaktian dengan mengundang jemaat-jemaat tidak hanya dari Pulau Ambon juga, tetapi dari beberapa daerah lain seperti Papua, Jakarta bahkan dari Belanda. 


Acara berlangsung dari tanggal 27, 28 dan 29 Maret 2015. Tanggal 27 peserta tiba dengan Ferry, 28 Acara kebaktian pengucapan syukur, 29 Maret kebaktian Minggu dan peserta kembali ke Ambon.




Djouw Louis Pati Sila pounja wactou √† (ditafsirkan sebagai Bapa Raja atau Datuk atau Pati atau  pemimpin pada waktu itu) "Ini  gereja souda moulai badiri akan kapada 28 hari boulang mart taon 1715 : berhabis akan kapada hari Boulang taon 1719."


Ini salah satu bukti bahwa usia Gereja Ebenhaezer di jemaat Sila Leinitu genap berusia 300 tahun pada tanggal 28 Maret 2015. Segitiga ini ditemukan di bawah tegel gereja ketika gereja di renovasi, kemudian di letakkan pada tempatnya sekarang. 


Menurut data sejarah yang diketahui selama ini ada beberapa  gereja tua di Maluku yaitu Gereja Imanuel di Hila Kaitetu dan juga gereja di Pulau Ay Kepulauan Banda. Ada sedikit kesamaan pengucapan antara Hila Kaitetu dan Sila Leinitu. 





Tanggu Panjang di dalam gereja Ebenhaezer, tanggu adalah tempat yang biasanya dipakai untuk menerima persembahan dari jemaat. 



Naik Perahu di Nusa Laut.



Benteng yang ada di Nusa Laut. 

Semoga nanti bisa bertemu lagi di Pulau Nusa Laut dalam acara-acara lainnya dan bisa lebih lama menikmati keindahan wisata alamnya. 

(Photo by: Fanny Rumthe. Text: Fanny Rumthe, Theoresia Rumthe)

Comments

Popular posts from this blog

Tunjukkan Apa yang Kita Cintai Dari Atas Panggung

GRIZZLY CLUIVERT NAHUSULY mulai menyayangi Hip Hop sejak ia masih duduk di kelas tiga SMP. Di tengah-tengah pencarian jati dirinya, Icy, begitu ia disapa, menemukan Hip Hop. Ia merasa tidak hanya menemukan apa yang selama ini ia gemari, ia justru menemukan dirinya sendiri.
"Saya sempat gabung di dalam paduan suara, dan kemudian saya temukan satu warna, yang rasanya saya banget, karena musiknya tidak terlalu mengandalkan suara yang merdu. Akhir 2010, saya tertarik, dan mulai mengikuti sebuah lomba namanya, BKKBN rap contest." Icy memulai ceritanya pada satu petang yang syahdu sambil menyeruput kopi hitam.
Dengan bekal binaan Hanny Wattimena (Hanny, seorang musisi Hip Hop 90-an), Hanny mendedikasikan waktunya untuk mengajar vokal, penguasaan panggung, dan bagaimana berinteraksi di panggung.
"Jam latihan kami waktu itu, biasanya jam 9 malam ke atas. Sejak saat itulah kecintaan saya terhadap Hip Hop mulai menjadi-jadi. Saya merasa bisa berekspresi dengan sesuatu yang membua…

Weslly Johannes : Beta Sayang Kenangan

Weslly Johannes adalah seorang penyair. Ia mencintai kata-kata. Kesan pertama ketika bertemu dengannya adalah ia sangat teduh, seperti melihat lautan, ketika berlayar diatasnya, kemudian baru kita menemukan banyak sekali gelombang-gelombang. Ia menyukai, menghabiskan waktu di daerah sekitar rumahnya, di Ambon, yaitu pada bangku yang terletak di bawah pohon nangka, dari situ ia dapat melihat Tanjung Alang dan matahari tenggelam. Di sanalah kemudian puisi-puisinya lahir. Selain itu Teluk Kayeli, adalah tempat favoritnya, ketika menceritakan tentang Teluk Kayeli, ada rasa haru sekaligus rindu, seperti ingin selalu kembali ke sana. 
Saat ini ia tinggal di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat, karena harus menyelesaikan proses Vikaris (proses sebelum kemudian menjadi seorang pendeta) dan kemudian saya adalah orang yang paling beruntung, ketika mendapatkan kesempatan mengobrol dengannya. 
Kata yang paling banyak kita temui di dalam puisi puisi Weslly Johannes yaitu kenangan. Manusia pada akhirnya …

Lebih Peka Dengan Keadaan Sekeliling

Syamsul Bahry Fakoubun atau lebih dikenal dengan nama Andrey Fakoubun, memulai konten youtube-nya dengan tajuk LOKAL VOKAL. Ia telah mewawancarai musisi, rapper, selebgram, hingga caleg muda asal kota Ambon. Molucca Project mengajak Andrey untuk chat dan membahas tentang apa sih yang ada di balik konten LOKAL VOKAL dan mengapa penting untuk mengabarkan kabar baik melalui video. Berikut wawancara singkat kami bersama Andrey:
Mengapa sih tertarik dengan membuat video youtube? Mengapa memilih untuk menjadi yutuber? Kira-kira menurutmu apa dampak besar dari sebuah video yang ditonton olah banyak orang?
Awalnya mau membuat video youtube, karena saya tidak punya skill. Pengetahun tentang sajak terbatas, musik terbatas. Bisa sih, tapi tidak ahli. Kemudian saya kenal dengan orang-orang yang kompeten di bidang itu semua. Nah, youtube saya ini adalah wadah untuk mengapresiasi mereka. Jadi walau tidak punya skill yang sama dengan mereka, saya punya cara lain untuk mengabarkan kepada kawan-kawan di…