Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2015

Beberapa Spot Favorit Lainnya di Pusat Kota Ambon: Silakan Jalan Kaki Atau Naik Becak

Kota Ambon dengan jalan-jalan utamanya, masih bisa dijangkau dengan jalan kaki. Masih ramah, mengingat pusat kotanya yang tidak terlalu luas. Atau alternatif lainnya adalah menggunakan becak. Becak di Kota Ambon, relatif masih sangat terjangkau. Dari harga 5000 rupiah hingga 20.000 ribu rupiah. Semuanya kembali kepada jarak tempuh. 
Jalan utama Ay. Patty adalah salah satu jalan utama yang asik untuk dipakai jalan kaki dari ujung satu ke ujung lainnya. Berbagai toko berderet di sepanjang jalan ini. Ada sebuah Kafe bernama D'Street yang menjadi alternatif tempat nongkrong sambil ber-wifi-an dan minum kopi sore. 
Beberapa toko di jalan Ay. Patty ini memang terbakar ketika konflik Maluku yang lalu, tetapi kini sudah dibangun kembali dan ditata dengan apik. Ingatan saya kembali ke tahun 90-an ketika itu Bakso di Puskud (salah satu bangunan yang ada di Jl. Ay. Patty, kini bentuk bangunannya masih ada, tetapi sudah beralih fungsi) masih menjadi salah satu yang favorit. 
Di jalan Ay. Patty j…

Berkunjung Ke Pulau Nusa Laut Dalam Rangka 300 Tahun Jemaat Ebenhaezer Sila-Leinitu

Pulau Haruku, Pulau Nusa Laut adalah bagian dari  gugusan pulau-pulau di Lease yang terdiri dari Haruku Saparua dan Nusa Laut. Pulau Nusa Laut adalah pulau ke-3 setelah Haruku dan Saparua. Pulau ini juga disebut Pulau anyo-anyo.
Di Pulau Nusa Laut terdiri dari 7 negri yaitu : Sila – Leinitu – Titawai – Abubu – Akong – Ameth – Nalahia. Tiap negeri memiliki jemaat atau gereja tersendiri kecuali Sila dan Leinitu karena letak kedua negeri yang berdekatan.
Jika hendak menuju Pulau Nusa Laut bisa menumpang kapal cepat dari Pelabuhan Tulehu ke Pulau Saparua kemudian melanjutkan perjalanan laut dengan body atau jhonson. Atau juga dengan menumpang kapal ferry. Bedanya kapal ferry hanya di layari sekali dalam 2 minggu. Tapi kapal cepat lebih sering.





Perigi Tiga yang bisa dikunjungi di Pulau Nusa Laut. 



Pantai Kebon Kelapa, silakan berkunjung ke sini dan menikmati pasir putih dan bermain-main dengan kerang-kerang kecil di sekitarnya. 

Dalam rangka 300 Tahun Gereja Ebenhaezer, yang jatuh pada tanggal …

Mari "Piknik" ke Beberapa Pantai di Kota Ambon

Kota Ambon memang dianugerahi dengan pantai yang indah. Saya mengingat pengalaman ke pantai begitu dekat dengan masa kecil saya. Sejak kecil, bagi saya, hari minggu adalah waktu yang biasanya paling ditunggu-tunggu. Karena hari minggu adalah hari piknik ke pantai. Jika kini di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, mulai dibiasakan untuk piknik ke taman. Kami di Ambon sudah punya kebiasaan itu sejak dulu, bedanya kami pergi piknik ke pantai. Itu sebuah hak istimewa.


Saya akan memulai dengan Pantai Santai, Santai Beach terletak di desa Latuhalat, kecamatan Nusaniwe, kurang lebih 17 km dari pusat kota Ambon. Bagi yang mau ke sini, bisa meggunakan kendaraan sendiri, motor atau mobil. Atau bisa juga menggunakan kendaraan umum. Kendaraan umum yang digunakan adalah angkutan umum jurusan Latuhalat. 

Pembatas ini memang sengaja dibangun untuk memisahkan area berenang yang dangkal dan area berenang yang dalam. Tentu saja jika menyukai aktivitas menyelam, Santai Beach bisa juga menjadi pilihan…

Beberapa Spot Favorit di Pusat Kota Ambon

Jika kita jalan-jalan ke kota Ambon, sejujurnya kita bisa melihat banyak tempat tempat menarik. Mungkin mereka adalah tempat yang sederhana, hanya selewat saja, dan selama ini tidak pernah menjadi tujuan, siapa tahu jika kembali ke kota Ambon lagi nantinya, kamu bisa pergi ke sana. 

Yang satu ini bisa jadi sudah sering dikunjungi. Tentu saja, lapangan Merdeka atau sebutan lainnya yaitu Pattimura Park, merupakan salah satu spot turistik di kota Ambon. Lapangan Merdeka biasanya berfungsi sebagai alun-alun, atau tempat berkumpulnya masyarakat kota Ambon jika memang ada acara-acara tertentu. 

Karena bekas konflik, maka jarang sekali kita mendapatkan bangunan bangunan tua yang masih terpelihara dengan baik, yang satu ini adalah salah satu yang tersisa. Di sekitar tugu trikora, dan di dekat gereja Silo, kamu akan menemukan bangunan menjulang: Rumah Kopi Trikora. Saya sendiri masih belum menyelidiki lebih dalam sebetulnya bangunan ini dulunya apa. 

Masjid Jami, menyenangkan untuk dikunjungi. Be…

Grenata Louhenapessy Berbagi Soal Kecintaannya Terhadap Maluku

Ketika mengerjakan Molucca Project, saya merasakan bahwa ada pergerakan besar yang saat ini sedang dilakukan juga oleh beberapa anak muda Maluku, hal inilah yang akhirnya membuat saya sadar bahwa, setiap anak muda Maluku, dimanapun mereka berada tetap saling terkoneksi: yaitu ketika kita mau melakukan sesuatu untuk Maluku, ketika kita tetap mau memberikan Kontribusi kepada Maluku, tidak peduli dimanapun kita berada.
Beberapa waktu yang lalu, saya dihubungi oleh Journaal Project, sebuah project berbentuk free magazine yang saat ini beredar di kota Ambon karena salah satu konten yang akan mereka bahas di edisi dua mereka adalah tentang blog.
Saya lalu mengobrol dengan Grenata Louhenapessy, editor in chief Journaal yang memulai project ini hanya karena passion dan kecintaannya teradap Maluku. Ia mengatakan bahwa “Ambon selalu jadi salah satu passion terbesar aku. I’m so passionate about this city. Mungkin karena aku tumbuh disitu dan secara tidak langsung kota itu yang “jadiin” aku kayak s…

Tentang Musik Bagus Amboina: Review Album Cinta Ambon Loleba Project

Photo dari figgypapilaya.com

Saya mau bercerita tentang mereka. Hari Jumat yang lalu (14 February 2014) tepat ketika hari kasih sayang, saya diundang untuk membawakan acara launching album sekaligus konser cinta Ambon oleh Loleba Project. Saya tidak sendiri, melainkan ditemani dengan Gerry Pelmelay.
Ini adalah proyek keroyokan oleh Figgy Papilaya, Carlo Labobar, Cello Quezon, Delon Imlabla, Ronny Bonaparte, Aditya Titaley, Michael Mailuhu, Frans “hayaka” Nendissa, Grace Huwae. Sebelumnya beberapa nama yang ada tergabung dalam beberapa proyek, seperti Par-C, Huheba, kemudian ketika beberapa diantara mereka berkumpul, akhirnya tercetus ide untuk membentuk sebuah proyek bernama “Loleba Project.”
Arti kata Loleba sendiri adalah sebuah tali pengikat atap. Tali itu berasal dari serutan pohon kelapa. Ia mungkin hanya sebuah tali kecil. Tetapi bayangkan fungsinya, ia sebagai pengikat, ia sebagai pemersatu.
Di malam itu mereka akhirnya meluncurkan album mereka bertajuk, Cinta Ambon. Saya akan ceri…

Tentang Maluku: Tampa Putus Pusar

Photo diambil oleh saya, dari belakang hotel The Natsepa

Perjalanan selalu mengisahkan banyak. Dan sebagai seorang perantau, perjalanan pulang ke tampa putus pusar adalah sebuah hak istimewa. Tempat putus pusar, dengan kata lain adalah tempat dimana kita akan selalu memiliki hubungan emosional yang tidak bisa dipungkiri.

Maluku adalah tampa putus pusar beta. Dan akhir tahun selalu menjadi sebuah perjumpaan yang sakral dengannya. Kembali pulang bukan karena keharusan. Tetapi pulang karena tanah yang memanggil. Ada keluarga yang menunggu.

Perjalanan pulang kali ini, membuat saya melihat banyak. Membuka mata hati saya, membuka telinga saya lebar-lebar, bahwa ada tanggung jawab ketika “tanah panggil pulang” ia seperti mengajak untuk berkolaborasi dengannya. Melakukan sesuatu.
Saya banyak mengobrol. Saya banyak menggali informasi tentang Maluku, dan saya masih melihat semangat itu ada. Saya masih merasakan kegairahan yang membara dari mata anak-anak muda. Bahwa tanah ini tidak mati. Tanah ini …

Perjalanan Menuju Pulau Osi (Bag. Terakhir)

Selesai mengunjungi Telaga Tenggelam, Gunung Tinggi, kami lalu menempuh perjalanan sekitar 45 menit lagi untuk menuju ke Pulau Osi. Tetapi sebelum sampai ke Pulau Osi, kami menyempatkan diri untuk makan siang sebentar.Menuju ke Pulau Osi, kamu akan menemukan jalanan berpasir sejauh dua km, pastikan untuk menggunakan helm yang proper supaya kamu terhindar dari debu-debu yang akan masuk ke dalam mata dan mulut.
Sampai di pintu masuk, per orang dihitung Rp. 5000. Ketika masuk kamu akan menemukan jembatan pertama yang menghubungkan antara dataran yang satu dengan dataran selanjutnya. Jembatan itu dibangun dengan maksud untuk membuat pengunjung lebih mudah lagi untuk berjalan kaki maupun menaiki motor hingga akan sampai ke ujung pulaunya.

Jembatan memasuki pulau osi

Cottage yang ada di pulau osi

Ketika sampai di Pulau Osi, kamu akan menemukan tanaman bakau sepanjang pulau. Tenang saja, air sepanjang pulau termasuk dangkal, kamu bisa turun ke bawah dan bermain-main di laut tanpa harus bisa bere…

Perjalanan Menuju Pulau Osi (Bag. Dua)

Setelah kami menikmati Telaga Tenggelam, kami lalu menuju satu daerah di daerah Loki, Seram Bagian Barat. Kami menaiki jalan perbukitan, dengan hutan-hutan di kiri dan kanan kami menuju ke sebuah area yang disebut Gunung Tinggi, Seram Bagian Barat.
Perjalanan ke sini akan membuat kamu ternganga nganga karena selain bukit, hutan, ada laut juga di kejauhan yang bisa dinikmati. Cuaca siang itu lumayan panas, sehingga menimbulkan langit biru yang sangat menjernihkan mata.
Kami lalu tiba di Gunung Tinggi, sekilas jika melihat daerah ini, mungkin kamu tidak akan menyangka bahwa, daerah ini ada di Maluku, Indonesia. Sekilas seperti Skotlandia, dengan kawasan bukit-bukit hijau, pepohonan, dan laut di kejauhan. Sekedar beristirahat, turun dari motor dan meluruskan punggung, kami lalu memanjakan mata sejenak menikmati pemandangan sekitar.

Perjalanan menuju ke gunung tinggi lalu sempat mampir dulu di kawasan perumahan ini

Dari Daerah Gunung Tinggi, kamu bisa melihat lekuk lekuk jalan di bawahmu. Den…

Perjalanan Menuju Pulau Osi (Bag. Pertama)

Perjalanan lainnya yang bisa dilakukan ketika sampai di Pulau Ambon adalah pergi ke Pulau Osi. Pulau Osi terletak di daerah Seram Bagian Barat, Maluku. Pulau Seram adalah pulau terbesar di daerah Maluku dan masih banyak lahan yang kosong di daerah ini, dengan kata lain pembangunan belum terlalu berjalan dengan baik di daerah ini.
Kali ini saya dan teman-teman secara random jalan-jalan ke daerah Seram Bagian Barat. Pagi sekitar pukul 5.30 kami berangkat dari Kota Ambon, dengan janjian bertemu di daerah pom bensin Batu Merah, kami berpasang-pasangan dengan motor, kali itu kami menggunakan tiga motor. Alasannya kenapa kami memilih motor adalah, supaya lebih praktis, dan bisa sekaligus pulang-pergi.
Jika pergi ke Pulau Seram, maka harus pergi dulu ke Pelabuhan Hunimua, Liang dan menyeberang dari sana. Ketika melewati daerah Pantai Suli, kami sempat berhenti sebentar dan menikmati sunrise yang ada. Terusterang ini adalah pemandangan yang sangat mahal, karena jarang-jarang saya bisa menikmati…

Benteng Duurstede Yang Tidak Boleh Dilupakan

Ketika sampai di Pulau Ambon, banyak hal memang bisa dilihat. Tetapi ada alternatif kunjungan lain yang bisa dilakukan dan itu bukan hanya di pulau Ambon. Kamu bisa pergi ke Pulau Saparua. Saparua adalah salah satu Pulau yang terdapat di Maluku Tengah, pulau Saparua berdekatan dengan Pulau Haruku dan Pulau Nusalaut. Dan dari sinilah Kapitan Pattimura berasal. 
Saya berangkat ke Saparua dengan Mbak Upi (seorang teman dari Tobucil, Bandung) yang waktu itu memang berencana untuk liburan ke Ambon. Akhirnya setelah mengelilingi Ambon, kami pun pergi ke Saparua. Kami berangkat pagi-pagi dari Ambon, karena mengejar jadwal kapal cepat dari Pelabuhan Tulehu. Dengan menggunakan angkutan umum dari Terminal Pasar Mardika, kami memilih naik angkutan umum jurusan Liang. Hanya membayar 15 Ribu Rupiah. Turunlah kami di Pelabuhan Tulehu dan harus mengantri untuk membeli tiket.
Sayangnya memang sistem pembelian tiket menuju Pulau Saparua itu tidak terlalu teratur. Karena setiap orang dengan sistem “siapa…