Wednesday, August 24, 2016

Sebuah Kabar Gembira Dari Tempat Paling Liar Di Muka Bumi:








Halo kawan-kawan kami punya sebuah kabar gembira bagi yang ingin pergi bersama kami ke tempat paling liar di muka bumi. Tapi sebelumnya mari berkenalan dulu dengan apa itu ‘Tempat Paling Liar Di Muka Bumi.’

Kami memulainya pada tahun kemarin, awal Agustus yang sejuk di kota Ambon. Mulanya hanya iseng mengajak berbalas puisi lewat pesan singkat di telepon genggam. Berbagi hal-hal sehari-hari dengan indah pelan-pelan menjadi kesenangan. Dengan modal nekad dan saling sayang, maka lahirlah puisi-puisi pendek karya kami dua hari sekali, dua minggu sekali, atau jika sedang tidak mood satu bulan sekali. Tetapi jika dikirimi puisi maka pihak yang dikirimi harus segera membalas. Dengan jarak kota yang berbeda pada saat itu Bandung dan Saumlaki.

Ide membuat buku puisi baru muncul pada bulan Maret tahun ini. Kami sedang menikmati kopi di Workshop Coffee, Ambon. Berdiskusi tentang hal-hal seputar sastra dan kreativitas orang muda. Di antara banyak soal yang kami bicarakan, muncullah ide untuk membukukan puisi-puisi kami. Maka malam itu juga kami mengirimkan surat elektronik kepada pihak penerbit. Sejak saat itu balas-balasan surat elektronik dengan penerbit pun berlanjut.

Sepanjang perjalanan mengumpulkan puisi, kami berpikir untuk mengajak dua ilustrator keren yang telah ikut menginterpretasi karya kami. Mereka adalah Lala Bohang dan Theizard Saiya. Lala dengan karya-karyanya yang sudah tidak diragukan lagi. Sementara Theizard Saiya, pelukis penuh gairah asal kota Ambon, Maluku, ini telah berhasil mengambil hati publik, juga kami, dengan torehannya di atas kanvas. Theizard tidak hanya menyumbang ilustrasi di dalam buku ini melainkan juga menciptakan karya keren yang jadi sampul depan buku kami. Untuk design sampul dibantu oleh Grace Sahertian dan Gramedia Pustaka Utama.

Foto kami yang disertakan di bagian ‘Tentang Pengarang’  adalah tangkapan artistik Tiara Salampessy, seorang fotografer muda berbakat. Kami senang karena Windy Ariestanty, penulis dan pecinta perjalanan ikut memberikan komentar pendeknya untuk buku ini. Kami pun senang karena Irfan Ramly, penulis skenario film ‘Cahaya Dari Timur’, juga menyumbangkan komentarnya.

Tidak hanya sampai di situ, kami pun mengajak kawan-kawan untuk turut serta dalam kampanye ‘Sebelum Pergi ke: Tempat Paling Liar Di Muka Bumi’ sejak awal Agustus lalu. Kampanye ini bukan sekedar kampanye, melainkan sebuah ajakan untuk menjadikan ‘Tempat Paling Liar Di Muka Bumi’ sebagai proyek kolaborasi besar-besaran.

Sekarang tibalah saatnya bagi kami untuk mengumumkan bahwa Tempat Paling Liar Di Muka Bumi hari ini telah turun cetak dan akan terbit pada 29 September 2016. Kawan-kawan di luar Jawa dapat menikmati Tempat Paling Liar Di Muka Bumi paling lambat dua minggu setelah buku puisi ini terbit.

Demikianlah kabar gembira ini kami buat dan kami hantarkan kepada kawan-kawan sekalian. Terima kasih banyak untuk perhatiannya. Mari pergi bersama kami ke Tempat Paling Liar Di Muka Bumi!

salam sayang,
sepasang kekasih yang mengajak kamu untuk pergi ke tempat paling liar di muka bumi,


theoresia & weslly



Wednesday, July 27, 2016

Sebelum Pergi ke Tempat Paling Liar di Muka Bumi








Hai!

Sepanjang bulan Agustus, kami mau mengajak kamu untuk pergi ke Tempat Paling Liar Di Muka Bumi. Caranya:

1. Bikin satu foto dan satu caption tentang apa atau siapa "Tempat Paling Liar Di Muka Bumi" menurut kamu!

2. Caption tidak perlu ditulis di atas foto. Menulis caption misalnya: 
.... adalah tempat paling liar di muka bumi.
Atau Tempat paling liar di muka bumi adalah ...

3. Karya terbaik kamu silakan di tag/mention ke 

TWITTER: @perempuansore + @wesllyjohannes 
INSTAGRAM: @tempatpalingliardimukabumi / theoresia rumthe / weslly johannes
FACEBOOK: theoresia rumthe + weslly johannes. 

Karya terbaik, pilihan kami akan di-posting di instagram @tempatpalingliardimukabumi setiap hari sepanjang Bulan Agustus.  Dan di akhir Bulan Agustus kami punya merchandise menarik untuk kamu yang karyanya paling banyak disuka.

4. Jangan lupa follow @tempatpalingliardimukabumi dan pakai hashtag #TempatPalingLiarDiMukaBumi

Jadi, apa dan siapakah Tempat Paling Liar Di Muka Bumi menurut kamu? 


salam sayang,

theoresia rumthe & weslly johannes

Monday, July 25, 2016

Lagu-Lagu Yang Ditulis Di Bulan Juli












Lagu-Lagu Yang Ditulis Di Bulan Juli mengingatkan saya kepada langit: begitu tenang sehingga dapat melihat jelas wajah seseorang pada birunya. Lagu-lagu yang ditulis di bulan Juli adalah lagu-lagu yang dialamatkan kepada seseorang. Bisa jadi itu saya atau kamu yang sedang jatuh cinta. Cinta yang buru-buru atau cinta yang lambat-lambat. Pilih saja mana yang paling disuka.

Adalah sebuah kesenangan untuk melahirkan sebuah kegairahan baru di dalam bermusik. Jejak ini kemudian ditemukan pada setiap alunan gitar yang ada di dalam album ini. Mini album Lagu-Lagu Yang Ditulis Di Bulan Juli tidak hanya membawamu untuk mengingat bulan Juli: tahun ini atau tahun-tahun yang akan datang untuk merayakan sesuatu yang manis. 

Lagu-Lagu Yang Ditulis Di Bulan Juli, mini album ini berisi 5 lagu berformat akustik. AKAN RILIS BESOK: Selasa, 26 Juli 2016 jam 8 malam di Workshop Coffee, Ambon. Nantinya David bakal memainkan semua lagu di mini album ini dan beberapa cover version lagu dari artis-artis yang menjadi inspirasi dalam berkarya.

Tuesday, July 5, 2016

Josua Simeon : Maluku itu Rumah, Harapan, dan Mutiara




photo: dok. pribadi










Apa sih sebenarnya yang jadi passion kamu? 

Bicara soal Passion, saya suka kata ini "membangun." Passion yang saya hidupi dan jalani selama ini yaitu mengajar dan mengarahkan. Mengajar dan mengarahkan di sini dalam artian bukan mengajar  di sekolah tapi lebih berbagi hidup, dan berbagi apa yang  jadi tujuan hidup kita atau juga tentang kota Ambon ke depan dan juga generasi muda ke depan (mungkin dalam kelompok kecil, atau komunitas besar, atau bahkan antara teman atau sahabat). Hal ini yang jadi satu landasan buat saya yang cukup tidak suka dengan satu kerjaan yang namanya kerja "kantoran" karena menurut pendapat saya kerja kantor bakal banyak menyita banyak waktu dan membuat kita tidak maksimal dengan potensi yang kita punya.

Menurut kamu penting nggak sih jika anak muda harus punya passion? 

Bagi saya passion itu penting. Karena kalau seseorang yang punya passion yang kuat dia akan latih dirinya dan mengarahkan dirinya untuk terus lakukan apa yang ada dalam hati dia tentunya untuk tujuan yang "BENAR" dan bukan karena ambisi atau ada kepentingan tertentu.

Apakah profesi kamu sekarang? dan apakah profesi itu mengubah hidup kamu?

Profesi saya sekarang sebagai seorang pengusaha muda yang masih terus belajar. Profesi yang dipercayakan sekarang ini cukup merubah banyak hal dalam hidup saya untuk bagaimana memikirkan orang lain dan juga memikirkan apa yang dapat saya buat bagi kota kita.

Adakah hal lain lagi yang ingin kamu capai dalam beberapa tahun kedepan? 

Untuk beberapa tahun kedepan yang masih saya rindukan untuk terus melahirkan pemimpin pemimpin muda yang tentunya pintar tapi dengan standart hidup yang benar. 

Apa pendapat kamu tentang "membangun Maluku" atau "membangun kampung halaman"?

Membangun Maluku yaitu membangun manusia. Membangun Maluku yaitu membangun budaya baru.

Bagaimana pendapat kamu tentang anak muda Maluku pada saat ini? 

Anak muda Maluku punya potensi yang besar, namun kadang yang terjadi mereka menemukan komunitas atau pergaulan yang salah yang mengakibatkan potensi itu mati. Anak muda Maluku juga masih terperangkap dalam budaya ikut ikutan yang sudah turun temurun tanpa ada tujuan yang jelas. 

Tempat favorit kamu kalau sedang liburan ke Maluku (berada di kota Ambon) dan kenapa? 

Di tapal kuda dan di tirta. Kalau di tapal kuda sekarang sudah ada tampat duduk santai di tepi pantai (paling enak kalau duduk pagi-pagi sambil baca buku). Kalau tirta tempat paling nyaman dan tenang untuk tunggu sunset sambil minum teh dengan kasbi goreng. 

Siapa inspirasi terbesar buat kamu? 

Mama, Papa, dan kakak perempuan. Juga kakak-kakak rohani saya.

Apa harapan kamu untuk Maluku?  

Harapan saya, biar semua orang Maluku merasa "Memiliki Maluku" harus memulai berhenti mementingkan kepentingan diri sendiri, egois, ambisi, stop kasih jatuh orang lain, tapi harus bangun budaya yang dulu dibilang ambon manise. Orang Maluku harus merasa bahwa Maluku ini Rumah saya, kenapa? kalau semua orang Maluku merasa bahwa Maluku ini rumahnya, tidak mungkin seorang mencuri (hak, jabatan, kuasa) dalam rumahnya sendiri.


Tuesday, June 21, 2016

David Rampisela : Maluku itu Tanah Lagu Lagu






photo dok. pribadi




Apa sih sebenarnya yang jadi passion kamu? 


Hal yang paling membuatku bergairah sejak bangun tidur, sampai tidur, lalu terbawa mimpi adalah musik. Dimulai dari senang mendengar musik koleksi orang tua, lalu mengoleksi musik pribadi, terus sampai kemudian seiring waktu terdorong untuk membuat musik sendiri. Di titik ini aku mulai belajar sebisa mungkin tentang apa saja yang dibutuhkan untuk bisa membuat musik, dimulai dari belajar instrumen sampai soal komersialnya. Dalam proses ini lalu menemukan kesenangan-kesenangan dan tantangan-tantangan yang membuat hasrat bermusik semakin besar, maka ketika kemudian menemukan teman-teman seperjalanan, mengalami banyak kegagalan, menikmati keberhasilan, dan diberi tanda dengan jalan-jalan yang terbuka, aku kemudian percaya dan yakin untuk menjadikan musik sebagai penghidupan.


Menurut kamu penting nggak sih jika anak muda harus punya passion? 

Soal penting dan tidaknya punya passion dalam hidup adalah soal yang relatif. Karena menurutku menemukan passion adalah soal melakukan perjalanan. Dan tidak semua orang mengalami atau menyadari itu dalam hidup. Aku bersyukur menemukan passion di masa muda, karena untukku passion lebih dari penting karena itu hal yang bisa memberi arti dalam hidup, membuat hidup ini patut diperjuangkan, lalu dari hidup yang berarti itu seseorang bisa jadi orang yang tidak sekadar lewat dalam sejarah tapi memberi arti.


Kamu bernyanyi dan bermain gitar dan beberapa kali berkolaborasi dengan musisi lainnya, bisa ceritakan berkolaborasi dengan siapa saja dan gimana kolaborasinya? ada rencana membuat album?

Dalam perjalanan bermusik aku sempat bekerja sama dengan beberapa nama yang kemudian jadi sahabat di luar musik antara lain Agustin Oendari, Abram Lembono, Ivan Christian, Matthew Sayerz, Echa Soemantri, Vexsien Gaharu, Stanley Manuhutu, Rio Okta Gunawan, Softeast, Reza Likumahwa, Figgy Papilaya, dll. Kolaborasi dengan masing-masing nama terjadi dalam beberapa bentuk, antara lain produksi musik, penulisan lagu, sesi rekaman, dan penampilan di panggung. Rencana membuat album selalu ada namun selalu terkendala masalah klise, yaitu waktu. Konsep dan ide sudah mulai matang dan materi sudah terkumpul, mungkin 2016 adalah waktu yang tepat.

Ada tidak, suka duka di balik perjalanan kamu menjadi seorang musisi? Ada hal lain lagi yang pingin kamu capai dalam beberapa tahun kedepan? Pernahkah berpikir untuk bekerja formal (kantoran)?

Memilih hidup dari musik punya konsekuensi yang sangat spesifik dalam hidupku yaitu: tidak dimengerti oleh kebanyakan orang, jadinya sudah terbiasa dengan pertanyaan seperti, “Dari musik tu bisa hidup ka seng?” yang selalu kujawab dengan, “Bisa, sangat bisa. yang penting cerdas dan mau usaha keras.” Menghidupi passion memang tidak gampang, tapi secara bersamaan juga tidak ada rasa susah, karena seberat apapun, itu demi hal yang memang dicintai dan berarti dalam hidup. Hal yang ingin aku capai sebagai musisi adalah punya karya yang monumental, yang punya arti untuk orang lain dan bisa tercatat dalam sejarah. Sejak memilih musik sebagai jalan hidup dan menetapkan hati penuh-penuh di sini, aku memutuskan untuk tidak bekerja formal atau kantoran, karena untuk apapun yang dikerjakan dalam hidup buatku harusnya karena ada visi di situ, aku mau apa yang kulakukan sebagai penghidupan adalah jalan hidup bukan jalan keluar.

Apa pendapat kamu tentang "membangun Maluku" atau "membangun kampung halaman”?

Untuk membangun Maluku menurutku selalu mulai dari hal kecil saja, yang penting tekun dikerjakan. Cari teman yang sepemahaman lalu kerjakan bersama-sama. Sebagai orang yang tumbuh di perantauan, menurutku satu hal yang penting dalam membangun Maluku adalah soal meresapi kehidupannya, kalau ada ide untuk membuat Maluku jadi lebih baik, sebaiknya pulang dulu, hidup dalam kurun waktu tertentu, supaya dari situ timbul pemahaman, dari pemahaman dikawinkan dengan ide awal, akan lahir gagasan yang relevan. Setelah itu tinggal dikerjakan dengan hati yang benar.

Bagaimana pendapat kamu tentang anak muda Maluku pada saat ini? 

Anak muda Maluku itu keren. Ada banyak semangat dan bakat yang besar, terutama di kalangan musisi. Yang penting sekarang adalah soal belajar dan setia pada proses untuk bisa melakukan segala sesuatu dengan selayaknya, mulai dari tahap membuat karya sampai dipersembahkan ke publik. Informasi tumpah ruah di mana-mana, bisa di dunia maya atau saling bertukar pikiran dengan kawan. Untuk yang mau pasti bisa maju.

Tempat favorit kamu kalau sedang liburan ke Maluku (berada di kota Ambon) dan kenapa?

Kalau ke Ambon pasti ke Museum Siwalima di Taman Makmur. Ada banyak koleksi yang menarik di sana, dari jaman purbakala sampai era penjajahan Jepang, yang paling seru adalah kerangka ikan paus yang terdampar tahun 1987, kerangka terbesar panjangnya 19 meter, ini yang bikin jatuh cinta sejak pertama ke sana waktu masih bocah. Letak museumnya yang agak di bukit dan menghadap laut juga seru, punya mimpi suatu saat ingin bikin panggung musik di sana. hehe..

Siapa inspirasi terbesar buat kamu?

Eric Clapton untuk menjadi alasan bermain gitar dan juga jatuh-bangun tulus-licik gelap-terang hidupnya.

Apa harapan kamu untuk Maluku?

Aku berharap Maluku tidak hanya jadi romantisme kejayaan masa lalu seperti dalam cerita-cerita atau lagu-lagu, semoga visi pembangunan selaras dengan tradisi, dan semoga tidak ada satu jiwa pun yang tidak merasa merdeka.














Monday, June 20, 2016

Testimoni Album Teru










Salah satu kabar baik yang patut ditunggu adalah, Album Teru oleh Morika Tetelepta. Album Teru adalah bukti bahwa jalan gerilya masih cukup seksi untuk ditelusuri. Butuh telinga yang mumpuni dan rasa yang diasuh menuju mata yang terbuka dan pengalaman mendengarkan yang sedap. Lagu Moro cukup segan. Bikin orgasme di telinga. Sementara mendengarkan Sufe seperti sedang berjalan di lorong, gelap, bertahan hanya dengan meraba dinding-dinding.

Ini hanya catatan kecil saya dan Weslly Johannes setelah mendengarkan Album Teru dan menunggu albumnya rilis. Kamu sebaiknya memasukan Teru dalam daftar yang harus kamu telusuri gaungnya. Tunggu catatan kami selanjutnya.