Saturday, September 24, 2016

Tempat Paling Liar Di Muka Bumi Terbit Sebentar Lagi!








Tempat Paling Liar di Muka Bumi 
Theoresia Rumthe & Weslly Johannes 

TERBIT 29 September 2016


"Theo dan Weslly telah menjelaskan dengan sangat baik kepada kita bagaimana jatuh cinta dan mencintai bisa begitu ajaib dan berbahaya." – Irfan Ramly, Penulis Skenario Film Cahaya dari Timur

Thursday, September 22, 2016

Tempat Paling Liar Di Muka Bumi: pesan pendek yang berisi bait-bait puisi






foto oleh siska yuanita



Tempat Paling Liar Di Muka Bumi adalah buku puisi cinta yang berbeda dengan kumpulan puisi cinta lainnya. Tempat Paling Liar Di Muka Bumi bukan kumpulan puisi-puisi cinta saja, tetapi kumpulan puisi-puisi cinta dari dua orang yang saling jatuh cinta. Katakanlah bahwa puisi-puisi di dalam buku ini adalah buah percintaan, sebagaimana menulis puisi bersama bagi kami adalah cara bercinta yang lain.

“Cinta adalah penyair”, demikian Plato, dan kami adalah satu dari miliaran puisi yang dituliskannya. Singkatnya, kami bertemu dan melayang sayang. Seperti ada yang menarik aku kepadanya dan ia kepadaku. Kami menduga itu gairah dan cinta. Kami ingin bersama di sini, sekarang juga. Tetapi kami pun menghendaki jalan paling panjang, ketika pada satu malam, perpisahan tiba-tiba saja meredupkan gairah, namun menyalakan cinta.

Cinta dan gairah banyak kali dianggap sebab merosotnya produktivitas. Kekasih-kekasih yang mengerjakan cinta, apalagi mereka yang beda pulau dan benua, membuang lebih banyak waktu untuk bersama telepon genggam, melamun, tidak fokus, dan kurang produktif. Kumpulan puisi ini adalah bagian lain yang produktif dari cinta dan gairah yang membangunkan kekuatan kreatif.

Ketika berjarak jutaan mil satu dengan yang lain, kami menulis puisi-puisi di dalam buku ini. Kami namakan ‘cara-cara bercinta yang lain.’ Rindu mengajarkan kami bagaimana menemukan cara untuk berada bersama, menyatu, di dalam ruang yang lain: imaji. Kami menulis puisi-puisi itu bersama-sama, berbalasan, satu demi satu, lewat layanan pesan singkat (SMS) dan beberapa bulan kemudian melalui whatsapp.

Sekalipun berjarak, paling tidak kami bisa berada bersama di dalam puisi. Bercinta tidak harus disempitkan menjadi semata badani. Tetapi, sebagaimana luasnya, bercinta juga berarti melebur di sana dua perasaan, dua pikiran, dan dua manusia bersama dua dunia mereka yang sangat pribadi.

Berbalas baris, kadang bait, adalah pengalaman menulis puisi yang menghadirkan rasa baru. Sebuah pengalaman yang tak sesal dialami, bila kawan-kawan ingin mencecap rupa-rupa sensasinya; kadang haru, kadang lumayan rusuh. Sesekali itu begitu menggairahkan sehingga kami harus menurutinya sampai larut dalam malam dan rindu yang menghebat. Tetapi, kadang butuh kesabaran untuk menunggu pesan pendek yang berisi bait-bait puisi itu terbalaskan.

Tempat Paling Liar Di Muka Bumi adalah kumpulan puisi yang berdialog satu dengan yang lain. Setiap puisi di dalam buku ini tidak pernah utuh pada dirinya sendiri. Mereka berpasangan-pasangan, seperti kau dan kekasihmu. Satu bait berbalas bait lainya, satu puisi dijawab dengan puisi berikutnya, tak ubahnya cintamu yang berbalas cinta kekasihmu. Semua puisi di dalam buku ini beralamat. Dari aku kepada kekasihku pun sebaliknya.

“Aku ingin menjadi tenang dan mencintaimu tanpa banyak kekhawatiran.”

Berada dalam bentangan jarak dengan sesering mungkin berjumpa dalam puisi, kami akhirnya bertemu di Ambon tahun lalu. Dalam beberepa pertemuan berikutnya, ide untuk membukukan puisi-puisi itu disambut baik oleh Gramedia Pustaka Utama. Dapat dibayangkan bahwa buku ini adalah pesan-pesan singkat yang tersusun rapi, sebuah percakapan puitis paling panjang yang pernah dibukukan.

“Aku ingin bercinta denganmu dan melahirkan banyak puisi.”

Kalimat itu bukan puisi, tetapi ungkapan paling sederhana tentang bagaimana Tempat Paling Liar Di Muka Bumi menjadi ada dan bisa didatangi. Pada 29 September 2016 nanti, Kawan-kawan boleh datang ke setiap halamannya dan menemukan sendiri cinta dan keindahan yang tersembunyi, pisah dan gelisah yang rahasia, dan satu ciuman yang membunuh jarak.

Semoga buku puisi ini menjadi titik api kecil bagi gerilya sastra dan sibu-sibu bagi pelayaran-pelayaran rindu di bumi kita yang biru dan menghanyutkan.

Salam sayang dari Tempat Paling Liar Di Muka Bumi,

Theoresia Rumthe & Weslly Johannes

Monday, September 12, 2016

#PoetryHunt 11-12 September 2016: Ketika Puisi Ilustrasi Berdampingan Dengan Himbauan Dilarang Kencing Sembarangan






Dalam pergerakan hip - hop, grafiti adalah satu dari sekian hal penting yang turut membuat kultur hip-hop terus bergeliat sampai hari ini.  Game berburu puisi ilustrasi #poetryhunt  terinspirasi dari pergerakan artis grafiti Amerika ketika mereka meletakan banyak bom dan menjadi all city. Dan soundtrack lagu kartun Sinchan “seluruh kota merupakan tempat bermain yang asik…… dst” adalah penggalan lirik yang terus terputar di kepala ketika merancang bangunan gagasan #poetryhunt.

Selain itu, Bengkel Sastra Maluku merasa perlu untuk memelihara keberlangsungan puisi-puisi   di   jalanan.   Meneruskan   hal   ajaib   yang   sudah   dilakukan   pada   kegiatan #PoetryOnTheStreet   yang   digagas   oleh   Weslly  Johannes dan Theoresia Rumthe beberapa bulan lalu di Jl. Anthony Rhebok, Ambon.  Yang mana puisi tiba-tiba turun ke jalanan guna menggantikan kata-kata makian dan gambar-gambar alat kelamin yang ditulis besar-besar di tempat umum. Maka #poetryhunt dibuat dengan pengandaian bahwa akan ada keseruan tersendiri jikalau puisi dan ilustrasi disebar di beberapa titik kota secara tersembunyi dan melibatkan khalayak umum dalam keseruan berburu, menemukan dan menciptakan cerita-cerita unik mereka.

Game #poetryhunt dirancang dengan menuliskan kalimat-kalimat puitik beserta ilustrasi yang berfungsi sebagai petunjuk yang akan mengarahkan para pemburu menelusuri satu lokasi ke lokasi yang lain, sampai pada akhirnya. Atau dengan kata lain, puisi ilustrasi diandaikan sebagai buruan yang harus disusur jejak-jejaknya. Yang membuat game ini menarik   adalah   tim   pemburu  diharapkan mampu  membaca pola dan menafsir jejak buruan supaya bisa menyelesaikan tantangan #poetryhunt. Pada akhirnya, permainan ini berhasil menghasilkan empat tim yang mampu berburu sampai kesudahannya. Bengkel Sastra Maluku bersama Kanvas Alifuru dan Ambon Bergerak adalah tiga simpul yang berinisiatif dan bekerja sehingga perburuan ini bisa terlaksana; manis-manis. Selain tiga inisiator ini, game #poetryhunt juga turut dibantu oleh Kantor Bahasa Provinsi Maluku yang ikut menyumbangkan buku-buku sebagai hadiah kepada para pemenang. Butuh dua  minggu untuk membicarakan konsep, mengurus  perizinan  dan  melakukan eksekusi di tembok-tembok.


Dari sekian banyak tembok di jantung kota Ambon, hanya tujuh lokasi saja yang bisa dijangkau oleh teman-teman ilustrator. Dan dari tujuh lokasi, hanya satu tembok milik The Street Cafe yang diizinkan oleh pemiliknya untuk dilukis. Sisanya, dieksekusi secara liar pada poka-poka. Puisi-puisi dalam game ini dikerjakan secara sukarela oleh penulis-penulis dari Bengkel Sastra Maluku yakni David Yondri Leimena, Sven Emerson, Ecko Saputra Poceratu, Morika Tetelepta, Revelino Bery Nepa dan Weslly Johannes. Sementara ilustrasi dikerjakan oleh ilustrator Kanvas Alifuru yakni Joner Lakburlawal, Erick Leunufna, Ando Wattimena, Petra Ayowembun, Theizard Saiya dan @kevin.synyster.



Perburuan puisi ilustrasi kali ini sudah berakhir sebelum senja turun di kota Ambon yang sedang  digempur hujan lari-lari.  Namun,  setidaknya  di  tengah   cuaca   mendung September ini, ada beberapa puisi ilustrasi di tembok-tembok kota yang mungkin saja bisa bikin terang mata dan mata hati. Akhirnya, salam paling cinta untuk semuanya. Sampai jumpa lagi di perburuan berikutnya.

Beberapa komentar kawan-kawan untuk #PoetryHunt

Bery : "menulis untuk #poetryhunt cukup menantang sebab penyair dituntut untuk bisa menyembunyikan makna puisi."

Sven : "#poetryhunt membuat beta banyak berkenalan dengan banyak teman yang suka-suka puisi. Juga membuat beta mencari beberapa referensi puisi. Keseruan #poetryhunt adalah seperti menemuka rasa kopi yang baru."

Petra: "kegiatan ini keren, sebab menyuarakan seni rupa dan sastra di jalanan adalah sesuatu yang seksi."

Ditulis oleh Morika Tetelepta. Foto-foto dalam tulisan ini adalah dokumen pribadi yang dimuat sudah atas izin pemiliknya. ]



Thursday, September 8, 2016

"Amboina, Kekasihku"




Theoresia Rumthe & Weslly Johannes satu puisi bersama untuk 441 tahun Kota Ambon Manise
"Amboina, kekasihku" : 





Wednesday, August 24, 2016

Sebuah Kabar Gembira Dari Tempat Paling Liar Di Muka Bumi:








Halo kawan-kawan kami punya sebuah kabar gembira bagi yang ingin pergi bersama kami ke tempat paling liar di muka bumi. Tapi sebelumnya mari berkenalan dulu dengan apa itu ‘Tempat Paling Liar Di Muka Bumi.’

Kami memulainya pada tahun kemarin, awal Agustus yang sejuk di kota Ambon. Mulanya hanya iseng mengajak berbalas puisi lewat pesan singkat di telepon genggam. Berbagi hal-hal sehari-hari dengan indah pelan-pelan menjadi kesenangan. Dengan modal nekad dan saling sayang, maka lahirlah puisi-puisi pendek karya kami dua hari sekali, dua minggu sekali, atau jika sedang tidak mood satu bulan sekali. Tetapi jika dikirimi puisi maka pihak yang dikirimi harus segera membalas. Dengan jarak kota yang berbeda pada saat itu Bandung dan Saumlaki.

Ide membuat buku puisi baru muncul pada bulan Maret tahun ini. Kami sedang menikmati kopi di Workshop Coffee, Ambon. Berdiskusi tentang hal-hal seputar sastra dan kreativitas orang muda. Di antara banyak soal yang kami bicarakan, muncullah ide untuk membukukan puisi-puisi kami. Maka malam itu juga kami mengirimkan surat elektronik kepada pihak penerbit. Sejak saat itu balas-balasan surat elektronik dengan penerbit pun berlanjut.

Sepanjang perjalanan mengumpulkan puisi, kami berpikir untuk mengajak dua ilustrator keren yang telah ikut menginterpretasi karya kami. Mereka adalah Lala Bohang dan Theizard Saiya. Lala dengan karya-karyanya yang sudah tidak diragukan lagi. Sementara Theizard Saiya, pelukis penuh gairah asal kota Ambon, Maluku, ini telah berhasil mengambil hati publik, juga kami, dengan torehannya di atas kanvas. Theizard tidak hanya menyumbang ilustrasi di dalam buku ini melainkan juga menciptakan karya keren yang jadi sampul depan buku kami. Untuk design sampul dibantu oleh Grace Sahertian dan Gramedia Pustaka Utama.

Foto kami yang disertakan di bagian ‘Tentang Pengarang’  adalah tangkapan artistik Tiara Salampessy, seorang fotografer muda berbakat. Kami senang karena Windy Ariestanty, penulis dan pecinta perjalanan ikut memberikan komentar pendeknya untuk buku ini. Kami pun senang karena Irfan Ramly, penulis skenario film ‘Cahaya Dari Timur’, juga menyumbangkan komentarnya.

Tidak hanya sampai di situ, kami pun mengajak kawan-kawan untuk turut serta dalam kampanye ‘Sebelum Pergi ke: Tempat Paling Liar Di Muka Bumi’ sejak awal Agustus lalu. Kampanye ini bukan sekedar kampanye, melainkan sebuah ajakan untuk menjadikan ‘Tempat Paling Liar Di Muka Bumi’ sebagai proyek kolaborasi besar-besaran.

Sekarang tibalah saatnya bagi kami untuk mengumumkan bahwa Tempat Paling Liar Di Muka Bumi hari ini telah turun cetak dan akan terbit pada 29 September 2016. Kawan-kawan di luar Jawa dapat menikmati Tempat Paling Liar Di Muka Bumi paling lambat dua minggu setelah buku puisi ini terbit.

Demikianlah kabar gembira ini kami buat dan kami hantarkan kepada kawan-kawan sekalian. Terima kasih banyak untuk perhatiannya. Mari pergi bersama kami ke Tempat Paling Liar Di Muka Bumi!

salam sayang,
sepasang kekasih yang mengajak kamu untuk pergi ke tempat paling liar di muka bumi,


theoresia & weslly



Wednesday, July 27, 2016

Sebelum Pergi ke Tempat Paling Liar di Muka Bumi








Hai!

Sepanjang bulan Agustus, kami mau mengajak kamu untuk pergi ke Tempat Paling Liar Di Muka Bumi. Caranya:

1. Bikin satu foto dan satu caption tentang apa atau siapa "Tempat Paling Liar Di Muka Bumi" menurut kamu!

2. Caption tidak perlu ditulis di atas foto. Menulis caption misalnya: 
.... adalah tempat paling liar di muka bumi.
Atau Tempat paling liar di muka bumi adalah ...

3. Karya terbaik kamu silakan di tag/mention ke 

TWITTER: @perempuansore + @wesllyjohannes 
INSTAGRAM: @tempatpalingliardimukabumi / theoresia rumthe / weslly johannes
FACEBOOK: theoresia rumthe + weslly johannes. 

Karya terbaik, pilihan kami akan di-posting di instagram @tempatpalingliardimukabumi setiap hari sepanjang Bulan Agustus.  Dan di akhir Bulan Agustus kami punya merchandise menarik untuk kamu yang karyanya paling banyak disuka.

4. Jangan lupa follow @tempatpalingliardimukabumi dan pakai hashtag #TempatPalingLiarDiMukaBumi

Jadi, apa dan siapakah Tempat Paling Liar Di Muka Bumi menurut kamu? 


salam sayang,

theoresia rumthe & weslly johannes